Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
#Bertemu Daddy


__ADS_3

Maaf buat para readers kemarin double up namun,ternyata ceritanya sama.karena othor kemarin nggak sengaja juga ngirimnya 2x ke editor dan waktu othor sadar ternyata sudah terlanjur masuk.Karena Kedang internet di rumah jaringannya mlempem..maaf yaaa....


Tok tok tok


Dua orang yang ada di dalam mobil yang tiba-tiba di ketuk dari luar sontak di buat kaget.


Karena kedua orang yang ada di dalam mobil sedang sibuk dengan ponselnya.


"Buset..kaget gue,bro..itu anak Lo ngetik kaca !!"


Ucap Marvin yang kaget dengan kemunculan dua bocah yang sedang sibuk mengetik kaca mobil di mana Kala berada.


Sedangkan Kala bukannya membuka jendela malah terlihat bengong terpaku pada dua bocah kembar di luar .


"Dodol anak Lo..!!" umpat Marvin dan langsung menekan tombol yang ada di sampingnya untuk membuka jendela samping Kala.


"Haii Om.....!!" seru Maira dengan senyuman. manis nya terlihat binar di matanya


"Ha..haiii...kalian kok bisa disini?" tanya Kala dengan wajah bingungnya


"Kenapa,kaget karena ketahuan menguntit .?!" ucap Arsen dengan wajah datarnya.


"Menguntit..??


"Iya...Om berdua menguntit kita kan?"


Ucap Maira dengan berkacak pinggang dan menampakkan wajah yang kesal.


Bukannya dua takut namun,dua orang dewasa itu malah terkekeh dengan tingkah gemas Maira .


"Kalian ngapain disini?"tanya Kala


"Maira mau minta traktir ice cream,karena Om sudah berani diam diam jadi penguntit.." jawab Maira tanpa menghilangkan wajah kesalnya.


"Oke.. princess,kita beli ice cream.." ucap Kala membuka pintu mobil nya di ikuti Marvin.


"Kita beli Ice cream dimana?"tanya Marvin


"Om berdua ikuti kita."ucap Maira sementara Arsen hanya diam dan mengikuti langkah sang adik.


Sampai di sebuah kedai ice cream mereka pesan ice cream dan minuman.

__ADS_1


Mereka duduk di dalam kedai ice cream.


"Kalian pergi dari Caffe apa sudah ijin sama bunda?"tanya Kala melihat kedua anaknya yang sedang anteng menikmati ice cream mereka.


"Tenang saja kita sudah ijin sama bunda." ucap Arsen.


Kala melihat kedua buah hatinya ada rasa ingin memeluk keduanya ,ada kerinduan yang mendalam pada keduanya setelah tahu dirinya mempunyai anak dari pernikahan nya bersama Senja.


"Kenapa om selalu mengikuti kami,apa tujuan Om sebenarnya?" tanya Arsen tiba-tiba dengan wajah datarnya.


"Ya Tuhan..tampangnya itu mirip banget dengan Kala saat mengintimidasi orang,nggak di ragukan kalau dia anaknya Kala" batin Marvin


Sementara Kala dengan sedikit gugup dan melihat ekspresi sang putra membuat dirinya seperti berkaca saat dia mengintimidasi orang.


Kala menghela nafasnya dengan berat dan berusaha menetralkan degub jantungnya yang sedari tadi berdetak kencang.


"Kenapa kalian harus dilakukan ini,apa tujuan kalian,apa Om naksir bunda?"tanya Maira dengan masih fokus pada ice cream nya.


"Naksir, sama bunda kalian..hahahaha,bahkan bucin kalau kalian mau tahu?!" ucap Marvin menjawab pertanyaan bocah kecil di hadapannya.


"Bucin??" tanya kedua bocah itu dengan bingung


Kala sudah melempar tatapan tajam pada sahabatnya Marvin karena sembarangan mengungkapkan istilah yang memuat kedua anaknya bingung


Pertanyaan yang meluncur dari bibir mungil Arsen tentu saja membuat Kala dan Marvin kaget bukan main,apa lagi Arsen jelas manggilnya dengan 'Daddy', membuat otak Kala berpikir bahwa kedua anaknya sudah tahu jika dia Daddy mereka.


"Karena Daddy..


"Jadi benar Om Setya ini Daddy kami,kenapa Daddy bohong ,kenapa Daddy perginya lama,kenapa baru sekarang Daddy jemput kita ,kenapa Daddy?" Serobot Maira dengan wajah sudah berubah sedih dengan mata yang sudah meneteskan air matanya.


"Kalian tau kalau Om Daddy kalian ?" tanya Kala pada dua bocah yang duduk di depan nya.


Kedua bocah itu pun mengangguk dengan wajah sedih dan Maira yang sibuk mengelap air mata dengan kasar.


"Ya Allah...sini sayang, maafin Daddy..apa boleh Daddy peluk kalian..??" ucap Kala dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Kala baru menyadari jika anaknya sudah memanggil nya Daddy.Tak dia sangka anaknya menyadari kehadirannya.Kala memeluk kedua anaknya dan menghujani wajah mereka dengan ciuman sayang.Arsen yang terlihat datar dan dingin kini ternyata malah menangis dengan kencang dalam pelukan Kala.


Arsen adalah anak yang pintar menyembunyikan perasaannya,rindu akan sosok Daddy adalah salah satunya.Dia berfikir selama ini mereka hidup jauh dari sang Daddy menuntut Arsen bersikap lebih dewasa dalam bersikap .


"Selama ini bunda nggak pernah kelihatan ketakutan,tapi..aku lihat seminggu terakhir ini bunda lebih banyak melamun dan kadang tiba-tiba marah kalau kami tiba-tiba menghilang."ucap Arsen dengan masih sesegukan

__ADS_1


"Marah-marah,apa bunda suka marahin kalian?"tanya Kala dengan wajah serius


"Nggak pernah,bunda itu nggak pernah bentak.. kalaupun marah,bunda pasti cuma sebut nama lengkap kami.Tapi,kemarin sempet bunda bentak kami karena aku bilang ketemu dengan Om Setya."ucap Maira dengan mata yang masih memerah.


Kala dan Marvin saling pandang, mereka tahu kemungkinan Senja sudah bisa menebak siapa Setya adalah Kala.


"Apa bunda nggak pernah bahas soal Daddy?"tanya Kala


Maira dan Arsen menggeleng cepat.


"Kami tidak pernah mau membahas Daddy,karena kalau kita bahas Daddy pasti bunda akan masuk kamar dan menangis. Jadi kami nggak berani tanya soal Daddy,nama Daddy pun baru semalam kami tahu."ungkap Arsen


"Begitu benci kah kamu sama aku Senja,sampai kami tak Sudi memberitahu bahwa aku masih ada pada anak kita."batin Kala


"Daddy memang salah." ucap Kala lirih namun,masih terdengar oleh ketiga orang yang ada dalam satu meja dengannya.


"Daddy salah apa sama bunda,Daddy nakal yaa?"tanya Maira


"Iya sayang,Daddy nakal sama bunda sampe bunda marah dan pergi ninggalin Daddy ,dan maaf kalau Daddy baru tahu jika Daddy punya kalian,Daddy minta maaf yaaa..?" ucap Kala pada kedua buah hatinya.


Kala membelai lembut kepala kedua anaknya.


"Apa Daddy akan seperti ini terus, sembunyi dari bunda?"tanya Arsen


"Tidak sayang,apakah kalian mau Daddy cepet bersama kalian,kalau kalian mau Daddy bersama kalian bagaimana kalau kalian bantu Daddy buat bujuk bunda maafin daddy.?"ujar Kala melihat kedua anaknya.


"Bagaimana caranya dad..?"tanya Maira dengan wajah penuh semangat


"Nanti Daddy dan uncle Vin kasih tahu kalian, sekarang kalian harus cepat kembali ke Caffe sebelum bunda tahu kalian belum balik ke Caffe." ucap Kala


"Tapi,kami masih ingin sama Daddy."ucap kedua anaknya itu.


"Kalian ingin cepat kumpul sama Daddy juga bunda kan,terus kalian pasti ingin bertemu sama oma,opa ,uyut juga ada aunty juga kalian mau?" tanya Marvin


"Jadi kami punya saudara banyak-banyak dad,padahal setahu kita cuma kakek dan nenek Naima ."ucap Maira


"Siapa mereka ?"tanya Kala.


"Orang tua ayah Ali.."jawab Arsen


Kala tambah yakin bahwa Ali yang selama ini ada di balik semuanya.Namun,tak mungkin Kala menyalahkan Ali sepenuhnya karena memang kesalahan diawali dengan niat dalam hati Kala masa itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2