
Mobil yang di kendarai Kala kini melaju ke arah SMP dulu pernah Senja bersekolah ,di sana terlihat antrian panjang di sebuah kedai Martabak.
Wow.. ternyata, tidak disangka ternyata warung tenda yang menjual martabak yang istrinya inginkan begitu ramai,sepintas Kala berfikir , seenak apa martabat yang dijual di kedai itu.
" Ini tempat nya sayang?" tanya Kala menatap istrinya sekilas.
" Iyaa..kenapa?" tanya Senja memandang suaminya yang terlihat berpikir sesuatu.
" Ramai yaa..?" pertanyaan yang membuat Senja terkekeh mendengar pertanyaan suaminya yang aneh.
" Iyaa..setiap hari emang rame mas,kenapa..kamu nggak nyangka kalau warung kecil ternyata banyak yang minat sama dagangan mereka?"tebak Senja
Kala mengangguk sambil melihat antrian yang masih mengular panjang.
" Hahh...berarti kualitas rasanya nggak bisa di bilang main-main lho,yuk ..kita turun." ucap Senja membuka seatbelt nya dan membuka pintu mobil.
Tapi, sebelum Senja benar-benar turun,Kala menahan lengan istrinya.
" Kamu yakin mau antri,kamu lihat kan..antriannya panjang gitu?" tanya Kala dengan wajah datarnya.
" Terus..aku harus gimana,kalau aku nggak antri... Ohhh iyaa..mas kan sudah janji mau bener-bener rasain kayak apa saat istrinya hamil kan,nah.. sekarang aku ngidam martabak itu,jadi... please mas antri buat aku yaa,ini demi anak kita lho.." ucap Senja dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya memohon pada suaminya.
" Anak kita aja belum lahir masa minta martabak aneh-aneh aja,ibu itu...yang pengen.." ucap Kala dengan menatap wajah istrinya yang menatap tajam padanya.
" Jadi mas nggak mau buat antri beliin martabak nya ,oke...biar aku antri sama utun." ucap Senja langsung saja keluar dari mobil.
" Bu_bukan .....
"Aisshhhtt..emang segitunya orang hamil pake ancara ngidam,nggak logis banget..pake bilang anaknya yang pengen,orang anak nya aja masih sekecil cebong..hadeuhhh.." gerutu Lala saat melihat istrinya benar-benar antri membeli martabak yang di inginkan nya.
Mau tak mau akhinya Kala pun keluar karena tak mungkin Kala tega membiarkan istrinya yang hamil muda mengantri untuk sekotak martabak .
" Mas ngapain kamu disini,mau larang aku buat beli,nggak akan...yang ada malah nanti anak aku ngiler lagi." ucap Senja membuat para pembeli yang mengantri pun menoleh pada wanita cantik itu.
" Kamu masuk mobil aja ,biar mas yang antri..kamu mau rasa apa?" ucap Kala akhirnya.
" Rasa keju ,susu, coklat ..tapi, double toppingnya.." ucap Senja akhirnya dia biarkan suaminya mengantri untuk sekotak martabak pesanannya.
Senja menunggu suaminya yang berdiri mengantri,namun..baru lima menit, tiba-tiba suaminya berjalan menuju gerobak yang sudah terlihat banyak yang menunggu pesanan mereka, entah apa yang di lakukan suaminya.Namun..tak lama suaminya berjalan ke arah mobil mereka dengan tangan kosong.
__ADS_1
" Mas,mana martabak nya ?" tanya Senja saat Kala masuk ke dalam mobil.
" Sabar sayang..nanti juga dapet." ucap Kala santai.
" Gimana mau dapet ,mas nya aja disini..bohong banget.."ucap Senja kesal.
Senja memandang kesal pada suaminya akhirnya Senja pun hanya bisa diam dan memainkan gawainya dengan memainkan game yang ada di ponselnya.
Namun..tak lama suara ketukan jendela mobil mereka.
" Maaf pak,ini pesanannya." ucap seorang anak muda yang Senja tau anak dari penjual martabak.
" Terimakasih yaa.." ucap Kala dengan senyum tipis.
" Sama-sama tuan ,saya terima kasih juga buat tuan yang sudah memborong dagangan bapak saya." ucap pemuda itu pada Kala.
" Santai saja..terima kasih yaa.." ucap Kala
Setelah itu akhirnya pemuda itu pun pamit untuk kembali ke warung sang ayah.
" Ini,martabak buat bunda sama si untun..sudah jangan ngambek lagi yaa...?"ucap Kala menyerahkan box martabak yang Senja inginkan.
" Jadi,kamu tadi nggak ngantri malah borong dagangan mereka?" tanya Senja tak menyangka tindakan suaminya
" Uuuhhhh...manis nya suami ku, untung kamu beliin kalau nggak malam ini kamu tidur di luar." ucap Senja dengan mengambil bungkusan di tangan suaminya.
" Jangan dong yang...masa tidur di luar,baru juga ketemu kamu masa mau buat aku puasa lagi." ucap Kala memandang wajah istrinya dengan melas.
" Ya udah.. sekarang kita pulang,aku udah capek mas.." ucap Senja tak lagi memperpanjang urusan dengan suaminya.
Kala pun akhirnya mengikuti kemauan istrinya ,dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.
Tak butuh waktu lama sekitar tiga puluh menit mereka sampai di rumah dan saat melihat ke arah istrinya ternyata Senja sudah terlelap.
" Pasti di lelah sekali." gumam Kala
Akhirnya dia memutuskan untuk menggendong tubuh istrinya karena tak tega membangunkannya.
Dengan perlahan Kala membawa tubuh Senja ke lantai atas menggunakan lift dan sampai kemar meletakkan nya dengan perlahan.
__ADS_1
Setelah nya Kala masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.Setelah dua puluh menit Kala keluar dari kamar mandi dengan membawa washlape untuk membersihkan tubuh Senja.Dengaj pergerakan yang penuh hati-hati Kala membersihkan tubuh Senja ,karena mungkin Senja yang memang teramat lelah jadi,tak terusik sama sekali dengan perlakuan Kala.
Setelah selesai Kala pun membaringkan tubuhnya di samping sang istri, menyusul nya dalam mimpi.
.
.
Pagi menjelang Senja terbangun lebih dulu,dia melihat suaminya yang memeluknya dengan erat .Dia menilik pakaiannya yang sudah digantikan dengan baju tidur yang senada dengan suaminya ,dia bisa menebak jika suaminya lah yang membuat dirinya saat ini terasa diratukan.
Senja mencoba melepaskan pelukan suaminya dan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah itu dia turun kebawah untuk membuat sarapan untuk suaminya.Karena si kembar di bawa sang mertua kerumah besar.
Tak butuh waktu lama Senja sudah siap untuk menyiapkan sarapan untuk dia dan suaminya.Hari ini hari Sabtu jadi suaminya pun libur bekerja.
" Pagi sayang..." ucap Kala saat dia menghampiri istrinya
" Pagi mas,duduk..kita sarapan,nanti kita ke rumah mama yaa..aku kangen sama si kembar." ucap Senja.
" Iya sayanggg.." ucap Kala
Mereka pun sarapan dengan saling bertukar cerita dan kadang saling melempar candaan.
.
.
Satu jam kemudian mereka pun sudah sampai di rumah besar keluar Bahtiar.Kedatangan mereka sudah di sambut bahagia dua malaikat kecil mereka.
" Daddy ,bundaaaa....!!" seru keduanya yang langsung akan menyergap sang bunda.
Namun,dengan sigap Kala menghentikan pergerakan dua buah hatinya.Kala segera menyergap dua tubuh bocah kembar itu.
" Daddy, kita mau sama bunda.." protes Arsen
pada daddy nya
" Iya kami mau sama bunda kenapa daddy gendong kita, lagian kita udah besar." timpal Maira tak terima dengan perlakuan sang Daddy.
" Maka dari itu,Abang sama kakak kan sudah besar, kalau kalian tadi lari kenceng terus langsung kebunda ,pasti bunda jatuh dan akan nyakitin adek kecil yang ada di perut bunda." jelas Kala pada dua bocah kembar itu.
__ADS_1
Kedua bocah kembar itu saling pandang ekspresi mereka pun tak bisa di baca ,hanya dalam pikiran orang dewasa itu semoga kedua bocah kembar itu menerima calon adiknya nanti
Bersambung.