
Tok tok tok
"Masuk " ucap Kala mendengar suara ketukan pintu ruangan kerjanya.
"Selamat Pagi Mr Kala,saya staf HRD ingin menyampaikan surat pengunduran diri Nona Senja Utami pagi ini." ucap staf HRD tersebut.
"Mengundurkan diri..Senja Utami bagian keuangan?" tanya Kala
"Benar Mr Kala..,menurut Mr Julian sementara ini Mr Kala sedang ada di sini jadi saya sampaikan langsung pada anda." ucap staf tersebut.
"Bisa berikan pada saya berkasnya ,tolong berikan copy nya pada saya." ucap Kala
Kala menerka-nerka yang sudah di lakukan Senja dan tertulis di dalam surat pengunduran diri dengan alasan ingin fokus dengan usaha barunya.
Kala pun menghubungi Marvin untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Ada apa bro?apa ada masalah?" tanya Marvin saat sudah masuk ke dalam ruangan Kala.
"Senja ngundurin diri." jawab Kala menyodorkan sebuah berkas pada Marvin.
"Lo biarin dia keluar gitu aja Al?" tanya Marvin
"Hahh.. sebenarnya gue menyayangkan pengunduran dirinya,tapi..gue juga tau kalau dia harus opening Caffe Resto nya besok kan,jadi.. menurut gue, nggak masalah..kalau gue rasa lebih baik dia keluar dari kerjaannya .Itu lebih mempermudah gue buat usaha yakinin dia buat balik ." terang Kala.
Marvin menganggap anggukkan kepalanya mengerti akan maksud sahabatnya itu.
.
.
.
Jam pulang sekolah kini Kala dan Marvin memutuskan untuk fokus mengejar cintanya.
Anak-anak yang ada di sekolah itu berhamburan keluar setelah mendengar Bella tanda pulang berbunyi.
Kala melihat kedua anaknya bersama satu anak perempuan yang mungkin lebih dewasa dari mereka saling bergandengan dan terlihat seorang perempuan menyambut ketiganya.Mereka lantas masuk ke dalam mobil itu tak tunggu waktu lama mereka pergi dari kawasan sekolah.
Kala mengikuti mobil tersebut dengan jarak aman.
"Kenapa Senja tidak menjemput anaknya,kemana dia?" batin Kala
Mobil itu berhenti salah satu rumah yang tak jauh dari kompleks perumahan Senja
__ADS_1
Namun,Kala terkejut saat melihat seorang laki-laki keluar dari rumah itu dan juga bersama Senja.
"Ali dan Senja."gumam Kala
"Itu bukannya mantan tunangan Senja Al?"tanya Marvin saat melihat keberadaan Senja dan Ali.
"Iya ,kenapa dia bersama Senja..lalu,apa wanita tadi istri Ali?"gumam Kala.
"Seperti nya benar ,wanita tadi istri Ali .Lihat saja Ali tak segan-segan memeluk dan mencium wanita itu di depan Senja.Aku rasa posisi kamu masih aman Al."ucap Marvin tanpa memperdulikan tatapnya Kala yang sudah menatapnya tajam.
"Senja bawa kedua anaknya tuh,kemana mereka.."ucap Kala
"Mana gue tahu.." jawab Marvin sekenanya.
"Makanya buruan ikuti mereka." ucap Kala
Mobil Kala kembali mengikuti Senja dan terlihat mobil itu berhenti di salah satu swalayan.
.
.
"Bunda aku mau ice cream yaa..?" ucap Amaira pada sang bunda
"Iya sayang.. yuk kita masuk."ucap Senja dan langsung mendorong troli belanja ke dalam swalayan sementara dua bocil itu mengekor di belakangnya.
"Bunda aku mau ke lorong Snack yaa..sama ice cream." ucap Amaira
"Iya ,Arsen tolong kamu ikuti adik kamu yaa.." ucap Senja pada sang putra
"Baik bun." ucap Arsen dan langsung mengawal sang adik.
"Kamu mau apa lagi..ini sudah banyak Mairaaa..!!" ucap Arsen dengan susah payah memegang barang yang Maira ambil.
"Sebentar dong bang,aku belum ambil ice cream nya." jawab Maira.
"Ya udah ..kalau kamu mau ice Cream bawa sendiri aku sudah tidak bisa bawanya."ucap Arsen dengan kesusahan membawa barang di tangannya
"Iiihh..aku mau ambil cuma dua cup Arsen."protes Maira
"Tapi,kamu bawa sendiri aku nggak bisa."ucap Arsen.
"Maira,Arsen..kalian disini?" tanya seseorang yang berdiri di dekat mereka.
__ADS_1
"Haii Om..kalau nggak salah om yang bolong pasangin tali sepatu ku kan?"tebak Maira
"Iya masih inget ya..saya Om Satya,mana ibu kalian ..kenapa kalian berdua ?"tanya Kala dengan mengedarkan pandangan di penjuru arah
"Bunda pasti di sana Om,kalau bunda pasti lama di lorong itu."ucap Maira dengan menunjuk salah satu lorong swalayan.
"Kalian bisa bawanya, sebentar..Om suruh orang bantu kalian."ucap Kala
Benar saja Kala memerintahkan seseorang untuk membantu anaknya itu membawa belanjaannya ke troli sang ibu.
Kala pun langsung pergi,karena memang Kala berniat menemui anaknya.Untuk Senja..dia belum bisa bertemu dengan wanita itu,karena dia tahu Senja butuh waktu untuk menenangkan diri apalagi besok adalah hari pembukaan usahanya .Kala tak mau membuat istrinya itu tertekan.
"Bundaa..!!" seru Maira
"Ya Allah Maira..kalian banyak sekali beli snacknya , sampai di bantu sama SPG segala."ucap Senja tak habis pikir dengan putrinya yang selalu kalap kalau belanja ke Swalayan.
" Emang Bun..dia benar-benar menyusahkan orang." ucap Arsen
"Kan aku mau beli semua itu, jarang-jarang bunda ajak kita belanja juga kan Arsen."ucap Maira tak terima.
"Terus kalian juga yang minta tolong sama kakak SPG buat bawakan seluruh belanjaan kalian?"
"Itu Om Satya tadi nyuruh kakak itu bantu kita."ucap Maira
"Om Satya ..siapa ,bunda kok nggak pernah kenal yang namanya Om Satya."
"Itu Bun,om yang nolongin Maira masangin tali sepatu beberapa hari lalu Bun,tadi kita ketemu disana."ucap Arsen menunjukkan tempat dimana mereka bertemu Kala yang memperkenalkan dirinya dengan nama Satya.
"Kalian harus hati-hati sama orang yang tidak kita kenal ,bunda takut kalau kalian kenapa-kenapa.Bunda hanya punya kalian sayang.." ucap Senja mulai resah apalagi mengingat jika Kala sudah tahu keberadaan nya di negara ini dan kemungkinan akan menyelidiki tentang kehidupan nya selama ini.
Senja khawatir jika Kala tahu bahwa mereka memiliki anak ,Kala akan mengambil kedua buah hatinya.apalagi latar belakang keluarga mereka sangat mampu untuk berbuat nekad.
.
.
Senja dengan cepat menyudahi acara belanjanya dan segera bergerak pulang ke rumahnya.Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah dan segera masuk untuk segera istirahat karena besok siang dia akan membuka usaha barunya yang sudah lama dia impikan.
Dikamar dua bocah kembar yaitu Arsen dan Maira .keduanya tidur di kasurnya masing-masing.Namun,Arsen tak bisa tidur karena beberapa hari ini ada yang membuat pikirannya terganggu.
"Arsen kenapa kamu belum tidur?"tanya Maira yang tak sengaja melihat kembarannya seperti melamun
"Aku sedang memikirkan Daddy.Kemungkinan Daddy sudah dekat dengan kita,tapi..karena Bunda masih marah sama Daddy jadi dia tak bisa menemui kita." ucap Arsen.
__ADS_1
Mendengar ucapan saudara kembarnya membuat Maira penasaran dan dia turun dari tempat tidurnya dan bergabung di ranjang sang kembaran.
Bersambung