Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
#Pengganggu Cilik


__ADS_3

" Ya udah ..aku kedalam,kamu mandi ..airnya sudah aku siapin." ucap Senja melepaskan pelukanya


Namun,Kala dengan cepat menahan pinggang Senja dan merapatkan tubuh mereka . Perlakuan Kala tentu membuat Senja terkejut.


Tangan Kala membuka handuk yang masih menempel di kepala Senja dan membuang nya dengan sembarangan.


Tangan nya langsung menekan tengkuk Senja dan mendarat kan kecupan kecupan manis di bibir Senja dan langsung menluma* nya dengan lembut.


" Kamu sudah memancing naga sakti nyonya Kala .." ucap Kala menggeram dengan wajah yang sudah terlihat mengabut.


Kala tak mengijinkan Senja mengucapkan sepatah katapun,dia langsung membungkam mulut istrinya dengan membenamkan bibirnya kembali dengan lebih intens


Senja yang mendapat perlakuan itu hanya bisa diam dan belum membalas apa ciu*an itu,Kala menggigit bibir Senja sedikit dengan reflek mulutnya terbuka dan tentu saja membuat Kala leluasa mengeksplor dengan intens lama-lama cium*n itu pun makin panas dan menuntut .


Tangan Kala pun sudah masuk dalam bathrobe yang di pakai Senja.Aksi Kala yang membangkitkan gair*h yang lama Senja pertahanan nya pun runtuh juga . tanpa sadar dia mengalungkan tangannya di leher suaminya dan membalas ci*man Kala yang semakin membuat mereka terbakar naf*u .


Satu desah*n lolos dari bibir Senja membuat Kala tersenyum tipis karena Senja sudah mulai terpancing oleh ulahnya.


Kala yang menyadari bahwa mereka ada dimana dengan perlahan Kala mendorong tubuh Senja tanpa melepaskan tautan bibirnya pada bibir Senja,dan masuk ke dalam kamar membimbing Senja sampai membaringkan tubuhnya di atas king size kamar hotel itu.


Kala melepaskan tautan bibirnya dan melancarkan aksinya mengeksplor leher jenjang istrinya.Tangan lentik Senja mulai bergerak meraba dada bidang Kala dan pelan namun pasti dia mulai membuka kancing baju milik Kala sampai terlihatlah dada bidang yang dia rindukan , tempat ternyaman yang dia rindukan untuk menenangkan hatinya.


Keduanya sudah sama-sama terbuai dengan apa yang di sebut nafs*.Keduanya sudah setengah polos.


Tok tok tok


Terdengar suara gedoran pintu kamar mereka,membuat Senja dan Kala menghentikan aktivitas mereka.


" Siapa mas jam segini ketok pintu kamar kita?" tanya Senja dengan terengah-engah .


" Biarlah yang..orang iseng,kita lanjutkan lagi.." jawab Kal dengan wajah yang sayu.

__ADS_1


Senja dan Kala pun sudah mulai kembali dan ketukan pintu kembali terdengar.


" Stop mas...coba lihat dulu siapa itu..!!" ucap Senja


" Yaaaangggg....tanggung ,si Naga sudah siap tempur..!!" ucap Kala geram


" Naga.,Ohhh...ya nanti lagi sekarang mas lihat dulu..!!" ucap Senja dengan wajah yang memohon.


Kala mendengar ucapan istrinya menggeram kesal, mengumpat habis siapa yang mengganggu kegiatan mereka.Kala dengan perasaan kesal pun akhirnya terpaksa membuka pintu kamar mereka yang sedari tadi di gedor.Umpatan umpatan yang keluar dari mulut Kala membuat Senja terkekeh melihat tingkah suaminya yang sedang frustasi dengan melihat nasib Naga Saktinya.


Kala membuka pintu kamarnya " Bisa nggak sih tahu Wak.....!!!" bentak Kala namun, bentakan nya tiba-tiba saja berhenti saat melihat dua bocah kembar di depan pintu mereka saling berpelukan karena ketakutan melihat Kala membentaknya.


"Sayang..kalian kenapa disini?" tanya Kala menyedari perbuatanya membuat kedua anaknya takut.


" Daddy marah sama kita,maaf dad...kami nggak bisa tidur.." ucap Arsen dengan wajah menunduk dan Maira yang memeluk erat tubuh abangnya


" Ehhhh..Daddy nggak marah sama kalian,Daddy kira orang iseng sayang..maafin Daddy yaa...masuk yuk..!!" ucap Kala dengan merengkuh tubuh dua bocah itu dan membawanya masuk ke dalam kamar.


.


.


Senja melihat suaminya yang menggendong dua anaknya yang terlihat menyembunyikan wajah mereka di ceruk leher sang Daddy


Senja yang melihat kejadian itu langsung membantu suaminya dengan membawa Maira bersamanya.Kedua bocah itu dengan cepat mereka turun kan ke ranjang.


" Bunda takut..!!" seru keduanya dan langsung memeluk sang bunda.


" Heiii...ada apa ini sama kalian,coba ceritakan sama bunda." ucap Senja dengan melirik suaminya yang terlihat merasa bersalah.


" Daddy marah sama kita."ucap kedua bocah itu.

__ADS_1


Kala dan Senja mendengar ucapan kedua bocah itu pun saling pandang.Kala pun mendekati kedua anaknya dan membelai rambut mereka dengan lembut.


" Daddy nggak marah kok,lihat itu Daddy sayang kalian kok.." ucap Senja


" Maafin Daddy yaa..tadi kelepasan,Daddy kira tadi orang iseng,ehhhh...ternyata kesayangan Daddy yang dateng ..maafin daddy yaa..?" ucap Kala dengan lembut.


Sementara Senja yang melihat suaminya kelabakan karena sudah membuat kedua anaknya ketakutan ,Senja malah melihatnya ingin tertawa karena melihat suaminya yang terlihat sangat kacau dengan situasi sekarang karena naga saktinya yang tak bisa mendapatkan pelep*san dan dua anak nya yang masih terlihat enggan melihat daddynya.


" Sayang..coba lihat bunda,bunda mau ngomong.." ucap Senja dengan lembut


Dengan cepat kedua anaknya menatap wajah Senja dengan wajah yang terlihat memelas.


" Maafin Daddy yaa..tadi Daddy nggak sengaja bentak kalian,soalnya dikira orang iseng.Kalian kenapa bisa ke kamar bunda cuma berdua lagi..memang nggak takut ?" ucap Senja lembut


" Maaf bunda ,tadi kami nggak bisa tidur sedangkan Aunty Sita sudah bobo,ya udah kita ke kamar bunda ,kan dari kemarin kita nggak sama bunda,kenapa sih bunda sama Daddy terus...apa bunda sudah nggak sayang lagi sama kita?" tanya Arsen dengan wajah sedihnya.


"Eehh..kata siapa bunda nggak sayang sama kalian ,katanya pengen banget tinggal sama Daddy ..kenapa sekarang begini,atau mau kita tinggal bertiga saja.." pancing Senja


" Yaaaangggg.." protes Kala dengan usapan Senja


" Nggak mau ,aku mau punya daddy.. teman-teman aku pada punya Daddy masa aku nggak punya,kita sudah nggak mau di bilang anak yang nggak punya daddy.." ucap Arsen


" Jadii..mau kan maafin Daddy?" tanya Senja


Kedua anak itu pun akhirnya mengangguk sambil menatap sang Daddy


" Daddy sayang kalian...mau peluk Daddy nggak?" ucap Kala


Kedua bocah kembar itu dengan cepat menubruk tubuh Kala sampai terjelembab di kasur.Hal itu malah membuat mereka tertawa bersama melihat tampang Kala yang terlihat teraniaya.


Kala dan kedua anaknya sekarang terlihat saling bercanda,bermain dengan riangnya di tengah malam pertama pengantin baru itu.dua bocah kembar itu menggugurkan rasa yang sudah memuncak antara dua pengantin baru itu.Walaupun Kala terlihat masih dengan wajah frustasi nya namun,Kala coba mengerti akan hal semua yang saat ini terjadi sudah lumrah ,dan sudah di prediksi oleh Otak Kala .Karena memang dia bocah itu belum terbiasa jauh dari sang bunda.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2