Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
# Bermalam di Kamar Kala


__ADS_3

Malam hari tiba, keluarga Bahtiar saat ini sedang kumpul keluarga bersama dan sekaligus besok pagi akan melepas anggota keluarganya ke Madrid.


Papi Martin dan Mami Lidya akan pindah ke Madrid dan mengurus bisnis keluarga Bahtiar di sana yang bergerak di bidang Otomotif. Perusahaan itu juga sudah terkenal disana berkat kelihaian Kala dalam berbisnis.


"Semuanya, maaf setelah besok Mami sama papi ke Madrid, Sita juga mau bilang kalau kemungkinan Sita juga akan pindah ke apartement pribadi Sita." ucap Sita yang tiba-tiba membuka pembicaraan di ruang keluarga itu.


" Kenapa, apa karena nggak ada mami kamu mau pindah.Mama lebih senang kalau kamu tetap disini dengan kami Ta.. " ucap Mama Diana.


" Iyaa.. kenapa harus ikut pindah sih, Kala juga dalam minggu ini akan pindah, orang tua kamu juga besok pergi, terus kamu juga mau ikut-ikutan mereka,benar kata tante kamu. Oma lebih suka kamu tetap tinggal disini."ungkap Oma Tika


" Omaa... Sita juga mau dong.. hidup mandiri,nantinya juga Sita akan pergi dari rumah ini. Lagi pula rumah mami sama papi jarang ditempati selama ini, karena kita sudah terbiasa berkumpul disini,buat aku juga lupa orang tua Sita punya rumah sendiri."ungkap Sita


" Kamu yakin nak, nggak usah tinggal di apartemen juga kali.. lebih baik kamu tinggal di rumah kita. Disana ada para pekerja yang bisa nemenin kamu." usul Mami Lidya menatap sang putri.


Sebenarnya Lidya pun berat meninggalkan putri semata wayang nya, walaupun sudah dewasa..pastinya bagi seorang ibu, anaknya selalu dianggap anak kecil yang pasti ada rasa manjanya.


" Mami tenang aja, kalau pun aku hidup di apartemen sendiri, aku yakin seorang Sita pasti bisa. Karena ada yang pernah bilang ke Sita, kalau kita itu tak akan selamanya hidup dengan orang tua,kita akan menikah..pergi di bawa suami,punya anak, dan siap tak siap kita itu akan kehilangan.. dan banyak yang Sita ingin lakukan tanpa harus menggunakan fasilitas keluarga besar Bahtiar." ungkap Sita.


" Ternyata anak papi sudah dewasa yah.. trus, kapan kamu akan Menikah, Senja saja sudah menikah dengan abang kamu. Sekarang giliran kamu cari pasangan yang bisa menerima kamu, jangan sampe rerjebak di masa lalu yang tak perlu kamu pikirkan.Lebih baik Move on jangan sampe papi sama mami kamu sudah tidak ada baru kamu menyesal." ungkap Papi Martin pada sang putri.


" Iiihh.. papi jangan ngomong gitu, Sita mau papi sama mami selalu sehat. Sita juga sudah move on kok.. tapi, belum ada yang sreg aja." ucap Sita memberi alasan.


" Alasan, padahal di depan mata sudah ada yang mau nikahin kamu, tapi.. masih saja jual mahal." sindir Kala


" Mass..


" Beberan Sen, aku nggak bohong.. emang kalian berdua sebelas dua belas nggak peka sama perasaan seseorang." ucap Kala dengan melirik sang istri.


" Hahahaha.. ada yang bucin nih." ledek Sita.


" Sitaaa.. mendingan kamu pikirin soal jodoh kamu, Oma juga ingin lihat kamu menikah." ucap Oma pada Sita.


Sita yang mendengar penuturan sang Oma seketika merubah ekspresi Wajahnya.


" Benar kata Oma kamu, Opa juga setuju.. atau perlu kita jo..

__ADS_1


" Noooo... Sita nggak mau di jodohin, ogah banget..!! " tolak Sita dengan cepat.


" Sebenarnya aku ada calon buat kamu Ta.. pastinya dia akan bucin parah sama kamu." ucap Kala.


Mendengar penuturan Kala mendadal semua mata fokus ke arah Kala.


" Siapa?? " tanya mereka dengan kompak.


" Hahhh... baiklah, gimana kalau Sita menikah sana Rayyan?? " ucap Kala dengan santai mengajukan seperti mempertanyakan ke sepakatan keluarga nya.


" Setuju..!! "


" Nooo..!!"


Jawaban berbeda terdengar secara bersamaan.Keluarga itu setuju saja jika Rayyan menjadi suami Sita.Mereka tahu jika Ray, adalah pria baik dan juga sahabat Kala dari masa kecil. Bisa dipastikan Rayyan akan menjaga Sita dengan baik.Sementara Sita menolak kalau mendengar nama itu Sita berubah kesal karena dari dia masih pacaran dengan Arga, Rayyan yang selalu merecoki hubungan Arga dan Sita.


" Emang kurangnya kak Ray apa sih? "tanya Senja dengan wajah terlihat menggoda sahabatnya.


" Dia itu nyebelin Senjaaaa... "


" Ihhh... kenapa kalian kompak banget sekarang, ternyata tom & Jerry bisa bucin." sindir Sita.


" Tom, Jerry, maksudnya? " tanya Opa bingung.


" Tuh opa, abang Kala sama Senja dulu nggak pernah akur, tapi.. baru dua hari menikah udah kompak bikin aku kesel." adu Sita


Mendengar penuturan Sita membuat semua orang menatap pasangan pengantin baru itu.


" Ahhh.. kamu ini, itu salah satu bumbu cinta buat mereka jadi mama rasa itu wajar.Mereka itu sebenarnya saling cinta." ucap Mama Diana.


Uhuk uhuk uhuk


Kala yang sedang minum mendengar ucapan sang mama sontak tersedak.Dengan cepat Senja menepuk nepuk punggung atas suaminya.


" Yah.. Kala nggak usah kaget kali, benerkan ucapan mama. Siapa sih.. yang mau nolak mantu cantik mama." puji Mama Diana.

__ADS_1


" Bener mba, aku juga rasa gitu.. siapa yang nolak gadis cantik kayak Senja." Ucap Mami Lidya menimpali.


" Sudah sudah jangan buat mereka tambah malu gitu. Oma sama Opa kekamar duluan ..kita sudah lelah." ungkap Opa dan mengulurkan tangan keriputnya pada sang istri.


Mereka berjalan beriringan menuju kamar mereka. Di usia senjanya mereka masih terlihat mesra dan Opa yang selalu bersikap romantis, walaupun dari dulu terkenal dengan sebutan pria kejam dalam bisnis dan sifat kejamnya menurun ke Cucu laki-laki nya.


Setelah kumpul bersama, sekarang mereka menuju kamar masing-masing.


Kala dan Senja pun sudah ada di kamar Kala.


Setelah membersihkan diri mereka kini sibuk dengan kegiatannya masing-masing.Kala sibuk dengan Tab nya dan Senja dengan laptopnya.


" Mas, lihat deh.. ini design interior yang aku buat untuk rumah mas." ucap Senja memberikan laptopnya.


Kala dengan cepat menerima laptop yang di berikan Senja. Dia melihat apa yang ada di depannya, sebuah design yang menurutnya indah dan juga sesuai dengan ekspektasinya malah dibilang lebih dari apa yang dia pikirkan.


" Aku suka, kamu membuatnya dengan sempurna.Aku setuju." ucap Kala dan menyerahkan kembali laptop Senja.


" Alhamdulillah kalau mas setuju, terus.. apa boleh kalau nanti di rooptop aku ingin buat taman kecil buat dikasih pot-pot bunga atau bahkan bisa aku tanam sayuran dengan sistem hidoponik? " tanya Senja dengan menatap Kala dengan wajah mengharap.


" Oke, nggak buruk juga.. karena disana nanti ada ruang gym, trus taman kamu buat dan juga bisa susun tempat duduk buat santai dan juga buat kalau ada acara BBQ." usul Kala.


Senja pun dengan semangat meng iyakan perkataan suaminya.


" Baiklah, terima kasih mas sudah mau ijinin aku buat bikin taman." ucap Senja.


" Hemmm... sudahlah, sekarang kita istirahat. Besok kita kerjain lagi ,besok kita akan sibuk dengan barang di rumah baru." ucap Kala


Senja pun meletakkan laptopnya di nakas setelah mematikannya, Kalapun demikian menghentikan kegiatannya dan berbaring di samping Senja dan mereka sama merasakan debaran jantung yang begitu kencang antara keduanya.


Bersambung.


Wahhhh...


Sudah hari senin nih... Vote lagi yukkk

__ADS_1


Gaskeun,biar nambah semangat Othor.. 🙏


__ADS_2