
"Kita samperin dia.." ucap Sita namun,Senja mencekal lengan Sita dengan cepat.
"Jangan,kita duduk disana kita bisa tahu ada hubungan apa Arga dengan gadis itu."ucap Senja menuntun Sita dengan cepat ke salah satu meja yang sedikit jauh dari meja Arga.
"Kalau kita duduk disini mana bisa kita denger mereka ngomong apa Senja."ucap Sita dengan wajah kesal.
" Udah diem, turuti aku.. slow itu bisa diatur."ucap Senja dan mengambil sesuatu dari tas nya.
" Pakai ini ,kita akan tahu apa yang mereka bicarakan." ucap Senja dengan menyerahkan earphone pada Sita.
Sita menatap heran buat apa Senja memberikan dia sebuah earphone.Senja mengutak Atik ponselnya dan terlihat Sita belum mengenakan earphone yang dia berikan.Dengan cepat Senja mengambil balik earphone itu dan memasangny di kuping Sita.
Sita mendadak mematung menatap Senja penuh tanya,dia mulai mendengar apa yang kedua orang itu bicarakan.
"Gimana, kamu sudah bisa balikan sama mantan kamu yang bod*h itu ." ucap gadis yang ada di samping Arga.
" Belum,dia susah untuk diajak keluar sayang..dari kemarin dia bilang lagi tinggal di rumah keluarga nya."ucap Arga.
"Kenapa kamu nggak samperin dia ke Rumah Keluarga nya sih.. ?" tanya gadis itu kesal dengan sifat lamban Arga.
" Kita nggak bisa sembarangan masuk rumah besar itusayang, dari beberapa tahun aku pacaran sama Sita aku cuma dateng ke rumah besar itu pun jika ada undangan dari sana ,buat masuk kesana banyak peraturan.Makanya dulu aku pernah bilang nyuruh Sita keluar dari sana tapi, dia nggak pernah mau apalagi selalu ada Senja sahabatnya yang sial*n itu.." terang Arga kesal.
__ADS_1
Sita dan Senja saling pandang,Sita kaget dengan apa yang Arga ucapkan namun,tidak untuk Senja dia tahu Arga nggak setulus mencintai sahabatnya.Memang dia suka dengan paras cantik Sita namun,bukan cinta yang sebenarnya.
"Senja,bukannya kamu pernah bilang kalau dia menikah sama Kala sepupu dari Sita?" tanya gadis itu.
" Iya, perempuan munafik itu.. benar-benar membuat aku nggak bisa buat Sita pergi dari rumah besar."ucap Arga.
" Memangnya kenapa kalau Sita sampai keluar dari rumah besar?" tanya gadis itu penasaran.
" Hahh..dia gampang kehasut,tapi.. karena ada Senja rencanaku gagal terus.."ucap Arga mendengus kesal.
"Senja ,Senja lagi..kenapa hidup Sita di sekitar Senja terus, bukan nya Sita punya kekasih juga?"tanya gadis itu.
"Iya..Rayyan,aku dengar Senja menghilang dari kehidupan Sita beberapa tahun lalu,dan Rayyan serta dua sahabat sepupu Sita terus menempel pada Sita , tiada hari tanpa 3 orang bujang lapuk itu di sekeliling Sita,makanya aku sudah mendapat akses mendekati Sita waktu itu."ucap Arga
" Tenanglah,aku yakin Sita masih mencintaiku.Karana aku baginya cinta pertama nya yang susah di lupakan..hahaha ."ucap Arga dengan gelak tawa membuat Sita geram melihat dan mendengar nya.
"Terus apa yang mau kamu lakukan sekarang?" tanya gadis itu.
" Tenang saja ,semua akan baik-baik saja..nanti malam aku sudah membuat janji dengan Sita makan malam di tempat romantis kesukaannya,aku ingin melamar nya ."ucap Arga
" Ahhh...ada yang senang akan melamar mantan pacar demi mendapatkan suntikan dana untuk membuat perusahaan papa nya nggak bangkrut rupanya.."sindir gadis itu.
__ADS_1
" Ayolah Charlotte,sejak awal aku hanya mencintaimu..karena kaulah yang selalu memuaskan aku, setelah bertemu dengan Sita nanti aku akan datang ke apartemen mu dan kita akan melepas rindu,aku sudah nggak sabar ingin mendengar suara des*Han kekasihku yang selalu memua*kan adik ku ini." ucap Arga dengan ful*ar dan mengarahkan tangan gadis itu ke selang*angan nya.
Ucapan dan tindakan Arga tentu membuat Sita syok dan juga tak percaya dengan kelakuan bejat mantan kekasihnya itu.Karena selama pacaran dengan Arga terlihat Arga sangat sopan padanya dan sangat menjaganya,namun..saat ini dia baru tahu jika Arga sudah dapat kepua*an dari tempat lain.
Senja menggenggam tangan Sita dengan erat,dan seperti menyalurkan energi untuk Sita mencoba menerima kenyataan yang selama ini dia tak tahu.Saat ini semua kebusukan Arga sudah dia tahu.kebusukan yang bertahun-tahun di sembunyikan.
Sita ingin sekali menghajar pria yang dulu sempat dia cintai begitu dalam karena sifat Arga yang menyayangi nya ,jika di bandingkan dengan perlakuan Kala pada Senja yang tak pernah romantis bahkan kesannya dulu Kala yang sangat menjaga gengsi mengakui cintanya pada Senja sampai membuat skenario cinta berdasarkan keuntungan keduanya dan itu membuat Senja pergi jauh dari Kala untuk beberapa tahun dan kini Kala sudah dapatkan Senja kembali dan saat ini yang dia lihat Kala begitu bucinnya pada Senja bahkan sangat posesif pada istrinya itu.
"Ikuti dulu permainan,setelah itu kita bisa BOOM dia dan tak akan berani muncul di hadapan kita lagi."ucap Senja saat Sita ingin berniat menumpahkan kekesalan nya.
"Baiklah, thank's kamu selalu ada buat aku.."ucap Sita dengan tulus.
Setelah Arga dan wanita itu pergi.Sita dan Senja pun pergi menuju BAHTIAR Group. Senja memutuskan untuk menunggu suaminya sampai pulang kerja walaupun hanya duduk bahkan tidur di kamar yang ada di ruangan suaminya.Hal itu malah membuat hati Kala senang dan tenang karena istrinya tak jauh dari jangkauan matanya.
Saat Kembali ke kantor Sita lebih banyak melamun,apalagi percakapan Arga yang dia dengar membuat dirinya terusik .Apalagi Rayyan yang tak ada bersamanya saat ini,ada rasa ketakutan akan kehilangan Rayyan.Dia salah sudah galau karena Arga,jiwanya kemarin sempat bimbang dan galaupun kini sudah mantap untuk memastikan pilihan tanya pada Rayyan.
Rayyan adalah orang yang apa adanya,tak mungkin dia akan menyakiti hati Sita apalagi sepupunya mendukung sahabatnya berhubungan dengan Sita .Pasti Kala tahu juga jika Rayyan terbaik buat hidup Sita.
Hal itu baru di sadari Sita setelah mengetahui Arga yang sedari dulu tak tulus cinta padanya.Kala tidak mungkin mengijinkan Rayyan dekati Sita kalau niatnya tak baik.
Sita selama ini menutup mata dengan perhatian-perhatian kecil seorang Rayyan,bagi Sita Rayyan seperti lintah selalu menempel padanya,tanpa Sita tahu Rayyan yang selalu posesif padanya itu bentuk perlindungan dari sang kekasih pada Sita.
__ADS_1
Rasanya saat ini kerinduan untuk bertemu Rayyan makin besar apalagi biasanya Rayyan yang selalu berlaku romantis pada Sita tak segan-segan pula Rayyan menenteng tas branded milik Sita .
Bersambung.