
Saat pasangan suami istri itu masuk ke kamar rawat spontan ke empat orang yang ada di sana menatap sosok yang baru masuk ruangan itu dan melihat langsung tangan Kala dan Senja yang saling bertautan membuat keempatnya tentu bersyukur dengan apa yang terjadi,tautan tangan Kala dan Senja menandakan bahwa keadaan baik-baik saja.Dan Kala juga Senja menuju bahagia mereka.
"Kalian balik saja ke apartemen,biar aku gue sama Senja yang menjaga mereka." ucap Kala dengan masih menggenggam erat tangan istrinya.
"Auto pasangan bucin come back.." sindir Sita melirik kearah kedua tangan yang masih setia saling menggenggam.
Sontak ucapan Sita membuat ke tiga sablhabat Kala pun terkekeh.Apalagi sekarang mereka sadar dengan Kala yang enggan melepas genggaman tangannya.
"Mas,lepasin tangan aku.."bisik Senja yang sudah tau arah pandangan sahabatnya.
"Kenapa,emang aku nggak akan lepasin lagi yang..nanti kamu kabur lagi."
Ucapan konyol Kala tentu saja membuat Senja geram dengan tingkah suaminya yang terdengar lebay.
PLakkk..
"Ausssttt..sakit yang..." ringis Kala saat mendapat pukulan manja dari istri nya.
"Lebay.."balas Senja dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan suaminya.
Kala hanya bisa mendengus kesal dengan tingkah istrinya yang kembali galak padanya.
"Sudah sana kalian semua pergi dari sini..!!" usir Kala pada keempat orang yang sedari tadi tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Kala yang mendadak manja pada Senja.
"Sudahlah Ayok.. kasihan Kala yang tongkatnya sudah lama karatan nggak pernah terpakai lagi ." ledek Atharva mendorong Marvin melangkah keluar.
"Atharva..!!" pekik Kala
"Mas, jangan teriak-teriak.. anak-anak lagi tidur.." ucap Senja dengan menatap tajam pada suaminya
"Sorry sayang..mereka memang ga ada akhlak.." ucap Kala dengan menggunakan pada sahabatnya dengan wajah penuh dendam.
"Kabur...sebelum Serigala ngamuk..!!" seru Marvin sambil terkekeh geli melihat tampang sahabatnya yang sebentar lagi akan jadi anggota IBI alias Ikatan Bucin Istri...(Bisa aee..si Bapuk...eehh..kok jadi othor yaa..yang kena.. hehehe)
Semua para sahabat nya kini sudah tidak ada lagi di ruangan itu tinggal Kala dan Senja yang ada disana.
"Mas bersih-bersih dulu gih,baru istirahat.." ucap Senja dengan mendudukkan bokongnya di kursi dekat dengan Aryan.
__ADS_1
Tanpa menjawab Kala pun masuk kedalam kamar mandi dia mengguyur tubuhnya dengan air dingin yang membuat dia segar kembali.
Tak lama dia teringat jika tak membawa handuk.
Ceklek..
"Yang..boleh minta tolong ambilkan handuk aku di tas yang di bawa Sita tadi." ucap Kala dengan menyembulkan kepalanya di pintu.
Senja pun melangkah menuju tas yang di maksud Kala dan mengambil handuk juga sekaligus gantinya.
Tok tok tok
"Mas..ini handuknya.." teriak Senja di depan pintu.
Kala pun membuka pintu sedikit dan meraih handuk dan baju ganti yang di siapkan Senja .Tak butuh waktu lama Kala keluar dengan penampilan yang lebih segar.
"Kamu nggak bebersih dulu yang.." ucap Kala berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Ehhhh..iya, sebentar." ucap Senja dan setelah mengambil keperluannya dia langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai Senja keluar dari kamar mandi mendapati suami nya yang sedang memangku laptop,fokus dengan pekerjaan nya.
"Sebentar lagi,aku lagi ngecek kerjaan ku di Indonesia." ucap Kala.
Senja jadi teringat, mereka sekarang masih tinggal di Sidney ,cepat atau lambat Kala pun akan pulang ke Indonesia dan dia ,entahlah.
Kala yang melihat istrinya terpaku di depan kamar mandi ,bahkan sempat-sempatnya istrinya melamun .Kala menggeser tubuhnya dan meraih tangan istrinya ,sontak Senja terperanjat ketika tangannya di sentuh Kala.
"Heii... kenapa,ada yang kamu pikirkan?" tanya Kala membuyarkan lamunan Senja.
Kala menarik pelan tangan istrinya dan mengajaknya duduk di sofa duduk berdampingan.
"Nggak ada apa-apa,cuma kepikiran kamu kapan balik ke Indonesia?" ucap Senja dan langsung menunduk kan wajahnya.
"Kapanpun kamu dan anak-anak siap sayang.." jawab Kala
Senja mendengar jawaban Kala langsung mengarahkan pandanganya ke arah Kala.
__ADS_1
"Apa maksudmu ?"
"Sayanggg...nggak mungkin aku balik ke Indonesia tanpa kamu sama anak-anak,semua keluarga sudah tahu kalau kamu sudah ada sama aku,kamu nggak berpikir selamanya kita disini kan?"
"Yaahhh..gimana ya..emm..aku kan baru rintis usahakan..terus masa aku tinggal gitu aja?"
"Kamu punya orang yang bisa mengelolanya kan,jadi kamu bisa pantau dari jauh." jawab Kala dengan senyuman yang tulus.
" Terus sekolah anak-anak?"
"Hahaha..kamu lucu sih, anak-anak akan tetap sekolah yang...palingan mereka akan di kuasai penuh sama Uyutnya juga kakek neneknya.."
"Apa kabar mereka semua?" tanya Senja
Kala memandang wajah istrinya yang terlihat makin cantik baginya ,Kala menggenggam tangan Senja erat dan memberi kan senyum manis pada istrinya.
"Mereka sangat merindukan kamu,bahkan mama nggak pernah mau ngomong sama aku setelah tahu kamu menghilang,dia anggap mas nggak becus mengurus kamu jadinya kamu pergi,Mama sangat sayang sama kamu mungkin lebih dari dia menyayangi aku."
"Lebay banget,aku sudah ngecewain mereka.Pergi tanpa pamit,sama saja jadi istri durhaka mas." ucap Senja dengan wajah sedihnya.
"Sudahlah..kita sama-sama salah,karena memang kita butuh waktu untuk mengenal satu sama lain." ucap Kala dengan mengelus kepala Senja yang masih terbungkus hijab.
"Lalu apa kamu suka ke tempat umi?" tanya Senja menanyakan sang umi yang membesarkan nya.
"Iyaa..aku suka kesana , walaupun kamu nggak ada aku sempetin kesana .Kali aja kamu pulang ke rumah umi..tapi, kamu nggak pulang-pulang..,kita pulang yaaa..banyak yang rindu sama kamu,mereka sayang sama kamu Senja."
"Aku belum siap mas.." ucap Senja lirih
"Kita bahas nanti lagi aja yaa..kamu istirahat gih ,tidur samping Ayyan masih leg kan..biar aku di sofa.." ujar Kala dengan mengelus punggung Senja.
Senja pun tidak menolak apa yang di katakan suaminya.Senja memang sudah merasa lelah untuk hari ini.
Dia merebahkan tubuhnya di brankar samping Ayyan yang sangat lelap dalam tidurnya.
"Mas juga jangan terlalu larut tidurnya,kamu juga butuh istirahat.Besok baru sambung lagi bisa kan?"
"Iyaa..bawell..aku kangen sama bawelnya kamu tahu,selama enam tahun nggak ada yang bawelin aku,nggak ada kamu juga nggak ada mama yang selalu bawel sama aku." ucap Kala.
__ADS_1
Senja mendengar ucapan suaminya sontak membuat Senja memukul manja lengan suaminya merasakan jika suaminya menggoda nya.
Bersambung