
" Weihhh, pengantin baru..gandengan mulu, kaya mau nyebrang." ledek Marvin
" Berisik !!" seru Kala memberikan tatapan tajam pada Marvin.
" Kita udah lama nunggu kalian nih, hampir jamuran." protes Rayyan
" Gaya mu .. emang siapa yang ngundang kalian kesini, dateng pagi-pagi cuma mau numpang sarapan,emang ART kalian pada pulang kampung " ejek Kala sembari menerima piring yang di berikan Senja.
Semua yang mendengar keributan ke empat sahabat itu hanya bisa geleng-geleng kepala, karena memang mereka kalau kumpul nggak pernah sepi. pasti ada saja keributan yang buat mereka rame.
" Sudah-sudah kalian cepat sarapan. KIta langsung akan ke bandara,kamu juga harus ke rumah kamu kan Al? "
" Iya mah,Kala sama Senja sehabis nganterin mami sama papi kebandara kita langsung ke rumah baru." jawab Kala mejawab pertanyaan mama Diana
" Aku ikut ya bang" pinta Sita dengan wajah memelas
" Tapi, kalau mau ikut kamu harus bantuin Senja yaa.." pinta Kala pada sang sepupu.
" Beres..!! " seru Sita mengacungkan jempolnya.
Senja yang melihat tingkah sahabatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Kita juga mau ke sana sekalian lihat rumah kita juga." ucap Athar.
" Iya benar." timpal Marvin dan Rayyan
" Jangan bilang kalian punya rencana mau pindah juga yaa? " ucap Kala penuh curiga pada sahabatnya.
" Hehehe ..apa salahnya,rumah itu sudah lama kita beli dan juga kosong, dari pada nggak keurus mendingan kita renovasi dan kita tempati." ujar Marvin membenarkan perkataan sahabatnya.
" Kalian benar-benar licik, kalau kalian ada satu kompleks sama dengan aku juga Senja yang ada kalian pasti akan lebih sering makan di rumah ku ,bener kan? " tebak Kala pada tiga sahabatnya.
" Yahhh.. rencana kita sudah tercium juga sama si Mr Pemaksa nya Senja.. hahahaha." gelak Athar
Semua orang hanya bisa tersenyum dengan tingkah empat sahabat itu.
Setelah selesai acara sarapan pagi, akhirnya mereka menuju ke bandara untuk mengantarkan mami Lidya dan Papi Martin untuk berangkat ke Madrid.
Sita terus memeluk tubuh maminya. walau pun jarang bermanja dengan sang mami tapi, tentu saja mulai besok mereka akan jarang bertemu langsung.
__ADS_1
Rombongan keluarga Mahendra yang terlihat menyita banyak perhatian para pengunjung Bandara.
" Mami sama papi jaga kesehatan yaa.." ucap Sita dengan wajah sedihnya.
bagaimanapun Sita tetaplah anak yang ingin selalu berada diantara kedua orang tuanya.
" Kamu juga sayang, jangan terlalu memforsir tenaga buat kerja. Terus kamu jangan lupa minum vitamin juga,kalau ada apa-apa langsung kabarin mami sama papi." pesan mami Lidya pada putri satu-satunya.
"Iya mami, jangan khawatir sama aku. Sita kan udah besar, terus masih banyak keluarga kita disini mam." ucap Sita.
" Walaupun begitu,kamu harus bisa jaga diri. Sekarang sahabat kamu bukan punya kamu saja,ada suami posesifnya juga. Apalagi nanti kalau dia sudah bucin.. uhhh.. pastinya nggak rela bagi-bagi." sindir Mami Lidya
"Mami, Kala disini lho.. nggak usah nyindir juga kali..,Sita akan Kala jaga kok.. bagaimana pun Sita adek Kala juga ." ucap Kala pada sang tante.
" Papi sama mami titip Sita, Kal, Senja.. tolong ingetin Sita kalau bandel." ucap Papi Martin pada pasangan suami istri itu
" Iya.." jawab keduanya kompak.
" Tenang saja tante, Om ada kami bertiga juga akan jaga Sita dengan sepenuh hati kami."ucap Rayyan membuat para sahabatnya mengulas senyum mengerti maksud hati sahabatnya.
" Iya.. Ray, tolong kamu jaga adek mu ini yaa.. " ucap Mami Lidya.
" I_iya tan.. " jawab Ray dengan sedikit terbata.
Mereka hampir lupa jika dari dulu juga Sita sudah punya bodyguard bayangan yang memantau dari jauh dimana pun Sita berada.
Bahkan Senja pun punya, jika Senja mempunyai bodyguard bayangan yang di sewa Kala dari semasa dia meninggalkan Indonesia.
Setelah acara berpamitan dengan para keluarga, Lidya dan Martin masuk dalam area tunggu bandara diikuti beberapa bodyguard. Sedangkan setelah dirasa cukup untuk mereka antar kedua orangtua Sita, kini rombongan orang-orang yang mengantar pun kembali berpisah, Opa, Oma dan kedua orang tua Kala melanjutkan kegiatan mereka diikuti para pengawalnya.
Sedangkan Kala dan juga para sahabatnya,Senja dan Sita akan menuju kompleks perumahan mereka. Dengan penjagaan yang tak mencolok. Alias mereka menggunakan bodyguard yang selalu tersembunyi.
Kala melangkah keluar bandara dengan menggandeng tangan Senja dengan erat, diikuti oleh keempat orang di belakangnya yaitu para sahabatnya juga Sita.
Kala dan Senja serta Sita masuk ke dalam mobil sport hitam milik Kala. di belakang mereka ada Marvin,Athar,juga Rayyan dengan sebuah mobil BMW seri terbaru.
Setelah empat puluh menit mereka sampai di sebuah kompleks perumahan yang dulu terlihat sepi dan sekarang mereka melihat sekelilingnya di rumah yang mereka beli sudah penuh dengan rumah-rumah.
Mobil Kala terparkir di depan Rumah Marvin dan Marvin memarkirkan kendaraannya di depan rumah Ray.
__ADS_1
Mereka keluar dari dalam mobil dan melangkah menyebrang ke arah rumah Kala yang sudah ada beberapa mobil mengantri untuk menurunkan baramg-barang yang mereka bawa.
Dengan cepat keempat sahabat itu mengintrupsikan pada orang-orang yang di tugaskan mengirimkan barang pesanan Kala dan Senja. Sedanfkan Senja dan Sita sibuk menyiapkan makanan yang dia order saat dalam perjalanan tadi untuk para karyawan yang mengantar barang-barang pesanan nya
Tak lama ada sekitar empat orang datang yang di tugaskan Kala untuk membantu menata furniture agar cepat selesai.
Tak terasa hari mulai meninggalkan siang menjadi malam, pekerjaan untuk menyusun barang-barang Kala pun setengah nya sudah rapih. Senja mengarahkan orang suruhan Kala untuk merapihkan tempat yang sekiranya sangat penting buat mereka. Seperti bagian Kamar utama , Dapur dan ruang tamu.
Sementara segala printilannya Senja bisa lakukan sendiri. Karena barang-barang yang berat sudah di tata rapih sesuai apa yang dia design.
Jam delapan malam Kala memerintahkan empat pekerja itu pulang lebih dulu. Setelah dipastikan semua aman di tinggal akhirnya mereka pulang ke rumah utama serta tiga sahabat mereka pun kembali ke rumah masing-masing.
" Mas kamu mandi dulu, air hangatnya sudah aku siapin.Kamu makan lagi nggak?" ucap Senja sambil menarik baju yang dia siapkan untuk ganti suaminya.
" Bisa buatin aku minuman yang bikin relaks?"
" Teh hijau mau, atau teh rosella? "tawar Senja.
" Teh hijau aja deh.Habis mand aku ke ruang kerja." ucap Kala dan berlalu ke dalam kamar mandi.
Setelah suaminya masuk ke kamar mandi akhirnya Senja membawa baju ganti buatnya ke kamar Sita dia akan membersihkan diri di kamar Sita.
Setelah dua puluh menit Kala keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan kaos polos dengan celana pendeknya ala rumahan.
Kala masuk ke ruang kerjanya dan membuka laptopnya dan mengecek beberapa pekerjaan yang harus di siapkan besok.
Ceklek
Mendengar suara pintu terbuka kini Kala melihat Senja masuk dengan membawa secangkir minuman di atas nampan dengan wajah segar habis mandi, dan dengan balutan baju tidur Senja melangkah mendekati suaminya. Kala sepintas melihat sang istri yang masuk dengan tampilan tanpa hijab nya.
"Mas teh nya, ada yang mas butuhin lagi nggak? " tanya Senja.
Kala mendongakkan pandangannya melihat istrinya berdiri tak jauh dari dirinya. memberikan lambaian dan Senja mulain mendekati suaminya, tanpa basa basi Kala menarik tangan Senja sampai Senja duduk di pangkuannya.
" Maassss.... " pekik Senja dengan cepat sikap suaminya..
" Sssttttt... diam yang, sebentar saja.. aku lelah, karena belum pernah bisa istirahat selama tinggal di Madrid sampe sekarang. Saat ini aku ingin minta kamu tolong bantu aku buat istirahat sejenak. Perusahaan ini sudah di amanahkan padaku dan buat aku lelah." ucap Kala
Tak ada rasa sungkan Kala menenggelamkan wajahnya di dada Senja dan tangannya memeluk tubuh Senja dengan posesif. Senja mematung mendengar ungkapan Kala dan terpaku dengan tingkah manja suaminya. Senja memberanikan dirinya untuk membelai rambut suaminya yang sudah acak acakan.
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan itu dari istrinya Kala tersenyum bahagia walau tak terlihat oleh Senja.
Bersambung.