
Senja sampai di Caffe dengan pikirannya yang tak tenang.
"Senja kenapa kamu, apa ada masalah?" tanya Ali saat melihat kegelisahan Senja
"Entahlah kak,aku tidak tenang setelah tahu anak-anak ku sudah berbohong kepada ku."
"Bohong, maksudnya gimana?"
Akhirnya Senja bercerita tentang dimana sikembar menanyakan siapa nama sang Daddy karena mereka mempunyai tugas dari sang guru,namun kebetulan Senja bertemu dengan guru tersebut dan ternyata seret tahu anaknya membohongi nya.
"Senja sudah saatnya kamu sedikit demi sedikit mengungkapkan sosok laki-laki yang anak kamu diharuskan memanggil nya dengan Daddy." ucap Ali
Senja menatap tajam ke arah Ali seperti tak terima akan usulan Ali.
"Aku nggak akan biarkan dia rebut si kembar kak..nggak akan !!" pekik Senja dengan hati yang khawatir jika hal itu terjadi.
"Nggak akan Kala begitu saja memisahkan kalian, Kala nggak mungkin berbuat seperti itu." ucap Ali
"Kenapa kamu jadi bela Kala ,terus kamu juga nggak keberatan jika Kala tau soal si kembar.apa kamu ingin aku kehilangan kehidupan ku kak..hiks ..hiks.."
Tangis pun pecah dengan segala ketakutan nya.
"Karena kamu terlalu overtingking Sen,Kala itu bapak dari anak kamu,masa akan tega misahin kalian .Itu nggak mungkin lah." ucap Ali
"A-aku takut kak,hanya mereka yang aku punya.." ucap Senja
"Senja,kalian harus ketemu ..kelarin masalah kalian.Kalau kalian begini terus,masalah nggak akan selesai.Kalau aku boleh kasih saran kamu dan Kala bisa duduk bareng dan bisa putuskan apa yang harus kalian lakukan mau pisah atau kembali bersama." ucap Ali
"Kita kan sudah berpisah lama kak."
"Iya pisah,pisah tempat.Kala nggak pernah ucap talak sama kamu Senja jadi,kalaupun Kala belum pernah layangkan surat cerai ke pengadilan dia masih suami kamu.Jangan terlalu egois.Anak-anak butuh kalian berdua, walaupun kedua anak kamu tak pernah protes akan keadaan mereka selama ini.Kenapa aku bilang begitu, karena mereka biang pada kakak."
"Maksudnya Arsen dan Maira bilang ke kakak gimana?"
Flash back on
"Kak Naima,emang suka manja sama Ayah ?"tanya Maira pada Naima saat mereka bermain bersama
"Iya,ayah itu.. pelindung buat keluarga nya." jawab Naima
"Pelindung,kok bisa..?
"Ayah itu,akan selalu sayang sama aku sama ibu dan adik-adik ku nanti."
__ADS_1
"Kak Naima kan aku adik kakak."
"Iya kamu adik aku,tapi..kan bukan adik dari perut ibu.Nggak akan selalu sama ayah sama ibu.kamu kan punya bunda walaupun Daddy kamu belum pulang."
"Daddy,apa sayang sama aku kak?"
"Ada apa nih?" tiba-tiba Ali menyela pembicaraan ketiga bocah yang tak jauh darinya.Jadi semua pembicaraan mereka dia tahu sedari awal.
"Apa aku punya Daddy yah?"tanya Arsen yang sedari tadi hanya diam mendengar Naima dan Maira ngobrol.
"Daddy..emmm..kalian punya Daddy ,tapi..Daddy kalian sedang bekerja jauh .Nanti kalau Daddy punya uang banyak pasti jemput kalian."
"Aku mau punya Daddy,aku nggak mau setiap hari Maira di ejek temannya di kelas,kalau aku yang di ejek nggak papa yah,tapi..kalau Maira jangan..karena kalau dia suka cepet sedih."ungkap Arsen.
"Emang Arsen nggak sedih?
"Sedih sih,tapi..kalau aku sedih gimana bunda sama Maira.Aku kan anak laki-laki yah.."
Ali terenyuh mendengar ucapan Arsen,dia terbentuk jadi anak-anak yang berpikiran dewasa,namun..Ali tahu banyak luka hatinya yang dia pendam dan kerinduan tentang sang Daddy tak jauh beda dengan Maita.Namun,di sisi lain dia tidak ingin sang bunda sedih atau marah pada mereka jika menyinggung tentang sang Daddy.
"Suatu saat Daddy akan datang,berdoalah..supaya Daddy tahu kalian sedang rindu padanya ."ucap Ali pada kedua anak Senja itu
Flash back off
"Jadi,mulailah berdamai dengan masa lalu mu Senja.Kita pun bukan orang suci yang tak punya dosa dan kesalahan di masa lalu." ucap Ali dan meninggalkan Senja yang sedang bimbang dengan perasaannya.
.
.
.
Setengah jam sebelum anak-anak nya keluar sekolah dia sudah menjalankan mobilnya untuk menjemput kedua anaknya.Kalaupun waktu setengah jam itu pas dengan keluarnya kedua anaknya dari dalam sekolah.Benar saja,saat mobil Senja mendekat dengan sekolah dia parkiran di dekat jalan sekolah karena memang mobil para orang tua akan terparkir di dekat sekolah.
Saat Senja akan mendekati sekolah dengan berjalan kaki dia terpaku pada satu objek yang membuat nya terkejut dan juga harus tambah khawatir.
Disisi lain,Kala dan Marvin ingin bertemu dua bocah kembar sebelum Senja menjemput mereka.Kini mereka berdiri di dekat gerbang sekolah dua bocah itu.Saat murid-murid berhamburan keluar Kala menoleh kesana kemari mencari dua sosok anak kesayangan nya.
"Arsen,Maira...!!" pangginya saat melihat dua anaknya yang bingung menoleh kanan kiri.
"Daddy...!!" seru keduanya
Kedua anak kembar itu dengan senangnya berlari ke arah sang Daddy dan menghambur dalam pelukan sang Daddy yang sangat mereka rindukan.Kala menciumi mereka menyalurkan rasa rindunya pada kedua bocah itu.
__ADS_1
"Geli dad...itu ada jenggotnya Daddy.. hehehe.."kekeh Maira yang sedari tadi Kala menciumi wajah putrinya.
Sementara Arsen yang tak suka di cium karena sudah merasa besar dan malu,Kala hanya mencakup pucuk kepala sang jagoannya
"Masa sih geli...bukannya senang di cium daddy,kayak bunda kan suka kalau di cium daddy begini..." ucap Kala dengan tak sengaja mengingat kembali waktu dua bulan di pernikahan nya itu sedang hangat-hangatnya Kala suka bercanda dengan Senja dan Kala yang selalu menggoda Senja dengan selalu menempel pada Senja .
"Oh ..no...itu bunda Dad,kalau bunda memang beda sama Maira,bunda memang manja sebenarnya..tapi,bunda juga kuat.." cerocos Maira
"Pastinya..bunda Kelian memang kuat,sampe Daddy makin sayang sama bunda ."ujar Kala.
"Daddy juga sayang sama kita?"tanya Arsen yang sedari tadi mengurai Atik rubik bersama Marvin.
"Tentu dong, Daddy sangat sayang sama kalian juga bunda,kalian hidup Daddy." ujar Kala memeluk kedua bocah kesayangannya.
"Arsen,Maira..!!"
Tiba-tiba terdengar suara lantang tak jauh dari keempatnya.
Terlihat sosok Senja yang menatap penuh kemarahan pada sosok Kala.
"Bunda..!!" seru dua bocah itu
"Masuk mobil..!!" bentak Senja pada dua bocah itu
"No, bun..Maira mau sama Daddy...!!" tolak Maira.
"Amaira Seka Bahtiar !!" bentak Senja
"Senja,kenapa kamu bentak-bentak Maira." ucap Kala yang juga terkejut dengan bentakan Senja.
Kala belum pernah melihat kemarahan Senja yang seperti saat ini.
"Arsenio Satya Bahtiar." ucap Senja dengan sedikit penekanan saat memanggil nama anak lelakinya.
"Ayo Maira..kasihan bunda ..."ucap Arsen dengan menarik Maira dari pelukan sang Daddy..
"Sorry dad.." ucap Arsen dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Nggak papa.. sekarang kalian ikut bunda,nanti Daddy nyusul." ujar Kala menenangkan kedua anaknya.
Mendengar jawaban sang Daddy akhirnya kedua bocah itu dengan cepat masuk kedalam mobil,dan Senja pun sudah di balik kemudinya.Tak butuh waktu lama Senja menggerakkan mobilnya meninggalkan tempat itu tanpa kata-kata yang terucap pada Kala.
Bersambung
__ADS_1