
" Kamu sudah berhasil bangunin naga saktiku Senja." ucap Kala dengan wajah terlihat berkabut.
Suara yang tak biasa dari Kala membuat Senja merinding disko mendengarnya.
" Ma_maksud kamu,a_ak_ku nggak maksud gitu mas,aku nggak lakukan apapun." ucap Senja tergagap mendengar ucapan suaminya.
" Tangan kamu ini,kenapa harus menggoda sih, hemm..?" goda Kala
" Senjata..buruan !!" teriak Sita di depan pintu kamar Kala.
Sebelum Senja menjawab ucapan Kala ,Sita sudah berteriak memanggil dirinya.
" Mas,Sita ada di depan..tolong lepasin. Please?!" ucap Senja dengan wajah memohon.
'Astaga kenapa imut amat sih..' ucap Kala dalam hatinya.
" Mas,sudah yaa..nanti aku telat." bujuk Senja
" Baiklah aku lepasin kamu,lain kali kalau kamu menggoda ku lagi ,jangan harap bisa lepas dari ku." ucap Kala dengan penuh ancaman.
" Haishhh..kenapa mas ngancem gitu coba." protes Senja.
" Sudahlah ,kita sudah di tunggu di bawah." akhirnya Kala dengan terpaksa harus banyak bersabar untuk urusan naga saktinya.
Akhirnya setelah Senja ikut membantu memasangkan sepatu pada Kala ,kini mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama.
" Pagi semua.." sapa Kala dan Senja.
" Pagi.." jawab mereka yang ada di ruang makan itu.
Kala dan Senja duduk berdampingan.
Dengan cekatan Senja menyiapkan makanan untuk Kala dan juga kopi untuk Kala.
Semua itu tak lepas dari pandangan semuanya ,ternyata hubungan yang di mulai dengan terpaksa juga bisa terlihat manis.
" Kala ,kapan kamu bawa Senja honey moon?" tanya Mama Diana tiba-tiba
Kala dan Senja mendengar ucapan sang mama pun saling pandang.
" Aku belum tahu mah,lagian kan .. kemarin aku sama Senja sudah nginep di hotel,buat jualan madu kayaknya panding mah." ucap Kala.
" Papa sebenarnya nggak masalah kalian honey moon,tapi..lihat kegiatan kamu sangat padat Al .." ucap Papa Farhan.
" Iya schedule aku lagi padatnya,apalagi kita lagi ngurus rumah kan,bulan madunya di rumah aja nggak papa kan 'yang'?" tanya Kala dengan memegang tangan istrinya.
Uhuk uhuk uhuk
__ADS_1
Senja mendengar ucapan Kala dengan memanggil dia 'Sayang' membuat Senja terkejut di buatnya.
" Pelan_pelan dong, kamu kenapa..malu aku panggil sayang di depan semuanya, tenang.. mereka nggak masalah kok..?!"
Ucap Kala dengan santai dan masih melempar candaan pada Senja.
"Bisa nggak sih ,nggak usah meara_mesraan di depan jomblo..jiwa jomblo gue terluka..hiks hiks.." ucap Sita pura_pura sedih.
Namun,di sudut hati nya dia merasa senang karena sahabatnya di perlakukan dengan baik oleh sepupunya.
" Drama..lagian harusnya kamu lebih peka sama sekitar,ada yang siap halalin kamu tau..!!" ucap Kala.
" Ngarang ..!!" cicit Sita
"Sudah,kenapa malah Kelian ribut . sekarang selesai kan sarapan kalian ,dan langsung pergi kerja." ucap Oma Tika menengahi keributan dua cucunya.
Mendengar Oma yang mulai bicara akhirnya semua fokus dengan sarapan mereka.Setelah selesai mereka bergerak menuju tempat kerja mereka.
Walaupun tentunya dengan drama baru diantara Kala dan Sita yang merebutkan Senja.
Akhirnya Senja memilih untuk berangkat dengan Sita karena dia tidak mau para karyawan menggunjingkan dirinya yang satu mobil dengan Kala.
Kala pun akhirnya mengalah walau pun dia bilang belum ada cinta pada Senja namun,setidaknya bisa menunjukkan bahwa dirinya sedang mencoba untuk menjalani kehidupan Rumah Tangga yang semestinya.
" Senja, kamu sama Bang Kala oke kan?" tanya Sita
"Alhamdulillah kalau itu keputusan kalian ,aku yakin bang Kala sudah cinta sama kamu Senja.Tapi,karena dia gengsi nggak akan semudah itu menyatakan cinta sama kamu." ucap Sita.
"Ngaco..,yang ada dari dulu dia nggak pernah ada kata damai dalam hidup aku setelah kejadian itu Sita..!!" timpal Senja memilih menyangkal omongan sahabatnya.
'Apa benar omongan Sita ,tapi ..kenapa dia selalu berusaha buat aku nggak waras ngadepin ke absurd tan nya..?'batin Senja
Kalau memang Kala cinta padanya kenapa dia membuat Senja selalu merasa kesal jika berhadapan dengannya. Namun,saat dia sudah sah menjadi istri Kala sikapnya memang tak menyebalkan seperti dulu .Walaupun tatapan Kala padanya tak pernah berubah.Kala selalu memberikan tatapan dalam ke Senja .Tatapan yang terlihat sangat meresahkan hati Senja sejak jaman putih abu abu.Kala yang dulu selalu bersikap seperti musuh namun,pandangannya beda dengan apa yang dia lakukan pada Senja.
Senja baru sadar akan apa yang Sita ucapkan barusan ,apa yang sebenarnya Kala inginkan darinya.
"Woyy..Senja,malah bengong !!" tegur Sita.
" Hahh..apa sih Taaa?? " ucap Senja yang sempat terkejut dengan teguran Sita.
" Kita udah sampel nyonya muda Senja.." goda Sita pada sahabatnya itu.
Senja melihat sekeliling dari kaca mobil.
" Hehehe..yuk say,kita masuk.." ucap Senja dengan sok centilnya.
" Nggak pantes tau sok centil gitu.." ungkap Sita mendengar gaya bahasa Senja .
__ADS_1
Keduanya melangkah masuk dalam lobby kantor dan bertepatan dengan Kala yang baru turun mobilnya dan si sampingnya ada Marvin .
" Pagi Nyonya muda ..nona muda .." ucap Marvin dengan senyum lebar.
Kedua wanita yang Marvin tegur pun mendelik ke arah Marvin dengan tatapan mata yang membuat Marvin menelan ludah nya sendiri.
" Becanda..." Ucap Marvin dengan mengacungkan jari tengah dan telunjuknya bertanda damai.
Akhirnya Senja dan Sita melangkah di belakang Kala dan Marvin .
Hari ini memang hari yang selalu membuat para karyawan bekerja keras ,hari Senin yang selalu padat dengan tumpukan dokumen yang menggunung di meja kerja.
Seperti halnya dengan Senja dan Sita.Mereka serius dalam waktu bekerja .Walaupun memang mereka anggota dari keluarga Bahtiar.
Senja yang sedari masuk kantor terlihat serius dalam mengerjakan pekerjaanya tak menghiraukan apapun di sekitarnya.
" Senja..maaf ini laporan keuangan yang pak Rayyan minta ,tapi..tadi aku ke ruangannya ..katanya suruh kamu cek lagi terus kalau sudah ,kamu serahin pak Kala." ucap salah satu karyawan bagian keuangan .
" Haisstt..baiklah ,aku selesai kan ini dulu..kamu taruh di situ saja berkasnya.Nanti aku periksa." ucap Senja dengan masih fokus dengan layar komputer di depannya.
Setelah selesai memeriksa dokumen yang diserahkan salah satu karyawan , akhirnya Senja dengan cepat menuju ruangan CEO.
"mbak Bapak ada?" tanya Senja pada sekretaris Kala.
" Ada,masuk saja.." ucap nya dengan wajah ramah.
" Assalamualaikum.." ucap Senja.
" Wa'alaikumsalam.." jawab Kala yang masih fokus dengan laptopnya
Kala melirik ke arah pintu dan melihat sosok istrinya ,ada senyuman manis terbit dari bibirnya.
" Siang pak ..saya mau serahkan dokumen ini harap bapak periksa,jika ada kesalahan nanti biar bisa langsung saya revisi." ucap Senja.
Kala melihat Senja yang masih berdiri di depan meja kerjanya .
" Bisa nggak kalau kita hanya berdua bahasanya jangan formal gitu..?" protes Kala.
"Tapi kan...
" Nggak ada penolakan sayang..." potong Kala dengan memanggil Senja dengan kata Sayang.
Senja memandang wajah suaminya yang tersenyum manis padanya.Kali ini sangat nyata Kala memberikan senyuman manis nya pada nya .Kata sayang yang diucapkan di meja makan tadi pagi pun kembali dia dengar.
Hati Senja seperti ada kupu-kupu beterbangan yang membuat degub jantung nya kembali merasa tak normal.wajahnya pun mendadak terasa panas.
Entah mengapa Senja merasa sangat senang jika Kala dengan sikap manjanya.
__ADS_1
Bersambung.