Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
# Des*Han di Kamar Mandi


__ADS_3

Senja mendadak seperti orang body*h hanya diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri dan mengatur detak jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya.


Meneriaki hatinya yang begitu mudah baper dengan kata manis yang diucapkan Kala padanya.


Pletak ..


"Ausssttt.. Apa_apaan sih kamu,sakit tahu..!!" pekik Senja saat merasakan sentilan di keningnya yang membuyarkan lamunan nya.


" Kenapa,kok bengong..awas Kesambet !!" gurau Kala melangkah duduk di sofa .


" Kamu nyumpahin aku.. ngeselin !!"


" Siapa yang nyumpahin kamu Senja..,aku cuma bilang Kesambet doang..kenapa sih,kamu dari dulu itu selalu negatif thinking sama aku..helm?"


"Siapa yang mikir negatif, kamu lebay.."


" Terserah lah,kamu mau makan apa..kita makan siang bareng di sini."


" Hahh...nggak ah,nanti apa kata orang..aku lama_lama di ruangan kamu,nanti yang ada pada mikir aku godain kamu lagi." tolak Senja


Kala mendengar ucapan istrinya akhinya menarik Senja dibatas pangkuanya.


Bruk..


" Ausssttt..mass..,bisa nggak sih jangan begini,nanti ada orang masuk gimana? aku nggak mau aku dituduh jadi wanita peng____"


Cup


Belum juga selesai perkataannya Kala lagi_lagi membuat Senja syok , tiba-tiba tanpa aba-aba Kala mengecup bibir milik Senja.


" MAS KALAA !! " pekik Senja


Senja yang spontan memukul dada bidang Kala bukannya kesakitan malah membuat Kala terbahak dengan tingkah istrinya.


"Kenapa,mau protes..kan udah sering di cium kenapa masih protes sih..heemm" ucap Kala dengan menangkap tangan lembut Senja.


" Kenapa sih selalu nyuri cium*n aku.."


" Kan memang itu kerjaan sampingan aku,curi cium*n kamu,setelah ini ..aku curi hati kamu.."


Ucap Kala dengan sikap konyolnya membuat memandang jengah pada Kala .


"Dasar Pencuri..!!" ucap Senja menggerakkan tubuhnya ingin turun dari pangkuan Kala.


Namun,siapa sangka karena ulah Senja itu, ada sesuatu yang berhasil bangun dari tidurnya.


" Sayang,bisa nggak diem..jangan gerak_gerak begitu.Kamu sudah membangunkan dia." bisik Kala mengeram menahan gejolak yang dia rasakan dalam tubuhnya.

__ADS_1


Bagaimana pun Kala pria normal dan terbilang tak tahan menahan gejolak jiwanya,tak di pungkiri kehidupan yang dia jalani diluar membawanya dalam dunia bebas. Namun,hanya sebatas untuk mengeluarkan encunya walaupun memang harus dengan bantuan cewek sexy tapi hanya sekedar menservice tombak nya saja ,tak ada kegiatan saling memu*skan.


" Mas,jangan bilang...


" Iya..Naga sakti bangun,karena goyangan kamu.." goda Kala.


" Iihh...mas ,aku serius.."


"Aku juga serius,emang kamu nggak kerasa kalau dia sudah siap tempur?" ucap Kala dengan senyuman yang menggoda.


" Mass...jangan sekarang,aku nggak mau..mak_sud aku...ini di kantor..eh..Mak...


" Kalau nggak di kantor berarti mau, please..lama_lama aku nggak tahan buat nggak bobol gawang kamu." ucap Kala dengan suara yang sudah menahan gejolak jiwanya.


Kala dengan wajah sudah memerah akhirnya menyerah.Kala mendudukkan Senja di sofa dan Kala segera ke dalam kamar pribadi nya di dalam ruangan nya.


Senja yang melihat sang suami buru_buru masuk ke dalam ruangan hanya bisa bengong.Sudah lima belas menit Kala belum keluar membuat Senja khawatir namun,dai bingung harus bagaimana.


Akhirnya dia memberanikan dirinya untuk masuk keruangan tersembunyi itu dan mengedarkan pandangan di ruangan itu.Namun,sosok suaminya tak ada di sana..


Saat akan kembali ke depan tiba_tiba terdengar suara aneh dari balik pintu diruang kamar .


"Senja.. Aaaahhhh....." lenguhan panjang terdengar jelas di telinga Senja ,mendadak terasa otaknya blank,dan bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


Mendengar lenguhan Kala mendadak hatinya merasa bersalah .Senja bukan tak paham akan hal dan kewajiban nya .Dia sudah resmi menjadi istri Kala namun, sampai sekarang dia belum rela menyerahkan kesuciannya untuk suaminya. Walaupun belum ada kata cinta namun, dia tahu itu hak dari suaminya.


Ceklek.


Kala melangkah keluar kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya menampakkan dada bidangnya. Kala tak menyadari jika di kamar itu ada sosok Senja yang duduk dengan menundukkan wajahnya karena melihat pemandangan tak biasa .


" Se_senja kamu...


Kala tergagap melihat sosok istrinya di kamar itu,untung saja dia tak langsung membuka penutup yang ada di pinggangnya.


" Mas,kamu kok mandi siang_siang gini? tanya Senja dengan menatap sekilas suaminya yang masih berdiri di samping lemari pakaian nya.


" Aku gerah aja ,tadi meeting juga kan." ucap Kala memberikan alasan.


"Owhhh..terus tadi aku dengar,kamu ..


" Emm.. Senja kenapa kamu ikut ke kamar ,kamu lelah?"potong Kala dengan mengalihkan pembicaraan


Senja mengernyit kan dahinya,menatap wajah suaminya yang sudah terlihat lebih segar.


" Mas,maaf..kalau aku sudah buat kamu seperti ini." ucap Senja dengan menurunkan pandangannya.


" Maksud kamu apa Senja ,aku nggak ngerti?"

__ADS_1


Ucap Kala pura_pura tak mengerti kemana arah pembicaraan sang istri.


Dalam hati Kala tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.


" Mas lebih memilih menuntaskan di kamar mandi sendiri dari pada meminta hak mas sama aku,aku ngerasa..


Kala melangkah kan kakinya mendekati Senja dan meletakkan jarinya di bibir Senja ,mengisyaratkan untuk diam.


" Sssssttt...jangan bilang begitu,aku nggak mau kamu memberikan nya dengan terpaksa. Aku ingin kamu dengan ikhlas memberikan nya pada ku tanpa paksaan dan tanpa embel-embel hanya berkedok hak dan kewajiban kita sebagai suami istri.Jangan terlalu di pikirin ,aku nggak papa .. sekarang kamu keluar dulu ,aku ganti baju kita makan siang bareng ." ucap Kala


" Baik lah,aku tunggu di luar." ucap Senja dan langsung keluar kamar itu.


Kala bernapas lega dengan kepergian istrinya ,dia menggeleng gelengan kepala nya.Sempat terlintas dalam otaknya mereka melakukan di kamar itu. Kala merasa otaknya sudah Gil* karena memikirkan hal mesu* bersama Senja .


Kala dengan cepat mengganti pakaian nya dan segera keluar dari kamar itu,saat melangkah ke kamar melihat istrinya sudah menunggu nya untuk makan siang ,dimeja pun sudah tertata rapi menu makan siang Kala.


" Sen , kenapa ?" tanya Kala saat melihat Senja yang sedang melamun.


" Eh ..mas ,udahan ..kita makan." ucap Senja sedikit terkejut dengan kedatangan suaminya.


Akhirnya mereka berdua makan siang bersama ,dan menikmati tanpa ada suara sedikitpun .Mereka larut dalam pikiran mereka masing_masing.


Sementara Ketiga sahabat semprul Kala sedang makan siang di salah satu restaurant dekat kantor bersama Sita.


" Kenapa Ta ,kok cemberut gitu?" tanya Ray melihat Sita sedari tadi melihat ponsel nya.


" Ini gara_gara sahabat kalian ,bikin mood aku drop..dia mulai posesif sama Senja .Seenak nya dia sampe nahan Senja di ruangannya.Dari jam Sepuluh sampai makan siang belum juga di lepasin." gerutu Sita.


" Namanya juga pengantin baru,maklum lah..kalau kita sudah nikah juga akan begitu Ta.." timpal Ray dengan santai.


" Ihhh..no,apaan sih Kak..nggak ada aku kamu..pokoknya end.." ucap Sita dengan nada kesal.


Rayyan hanya bisa menghela nafas panjang,Cinta nya sedari dulu tak pernah di anggap oleh Sita.Cintanya dianggap angin lalu..


Ohh..Cinta beginilah cinta ..


Deritanya sungguh tiada akhir..


Bersambung.


Ngarep unboxing yaa..??


Sabar yaa,memang author mah gitu,sudah nyuruhnya malu malu mau..


Semoga author di kasih sehat ya,biar bisa double up 😍🤲


Maaf jika masih banyak typo bertebaran ,karena memang ngetik nya dadakan terus ngebut juga,langsung di setor ke editor biar cepet review..

__ADS_1


__ADS_2