
Kehidupan Senja dan Kala seakan sempurna untuk mereka nikmati. Mempunyai keluarga yang harmonis dan saling mendukung serta anak-anak yang sangat cerdas juga tak pernah menyusahkan orang tuanya.
Lebih dari enam bulan Senja kembali hidup bersama Kala dengan dua bocah kabar yang makin hari makin pintar dan cerdas.
Kini mereka tinggal di rumah dimana dulu Senja dan Kala berharap membawa anak-anak tinggal di rumah itu.
" Bunda..tolongin Miara..!!" seru bocah menggemaskan itu.
" Kenapa nak?"tanya Senja menghampiri putrinya yang sedang sibuk dengan rambut panjangnya.
" Aku mau rambut aku di kuncir kuda bun." ucap bocah itu dengan mencebikkan bibirnya.
" Hahh..sini sayang,bunda kuncirin..Abang mana sayang?"
Senja yang tidak melihat adanya putra nya tentu saja membuat dirinya heran,biasanya mereka selalu bersama.
"Masih mandi sama Daddy ,bun." jawab Maira
" Oke,kamu ke meja makan yaa..bunda mau lihat abang sama Daddy dulu."
Maira mengangguk dan melangkah menuju ruang makan.
Senja membuka pintu kamar sang putra terlihat dua laki-laki kesayangannya yang sudah terlihat segar dengan masih mengenakan handuk yang melilit di pinggang mereka.
" Astagfirullah..kenapa belum rapih,Maira sudah nunggu kalian tuh...,sini Abang..bunda pakain baju kamu dan cepet rapih biar nggak masuk angin kelamaan nggak pake baju." ucap Senja.
Namun,bukan mendekati Senja malah bocah itu tetap diam di tempat nya.
Senja menjadi heran dengan tingkah putranya.ada apa sebenarnya,apalagi melihat suaminya yang masih sibuk dengan rambutnya.
" Bunda ,kenapa punyaku sama punya Daddy beda?"tanya Arsen dengan meletakkan tangan nya di depan dadanya dengan ekspresi kesal.
" Hahh.. maksudnya?" tanya Senja dengan kebingungan nya.
Sementara Kala yang mendengar pertanyaan putranya tiba-tiba berhenti dengan kegiatan mengerikan rambutnya.
" Boy..kan tadi Daddy bilang,itu nanti kita bahas.Sekarang kamu pake baju seragam kamu adik kamu sudah nunggu di luar." ucap Kala menghampiri sang putra.
" Kenapa Daddy nggak jawab,emang pertanyaan Abang susah.Abang cuma nanya kenapa burung aku sama Daddy beda..?" tanya Arsen dengan berkacak pinggang.
Ambyar
__ADS_1
Senja yang mendengar perkataan putranya sontak membuat Senja terkejut dan langsung melihat ke arah suaminya yang membujuk putranya memakai seragam.
" Sayang..sini bunda bilangin.." ucap Senja dengan menarik tangan Arsen dengan perlahan dan lembut.
" Sayang,emm..gini..nanti kita ke dokter buat kamu sunat yaa..memangnya kamu sudah siap buat sunat?"tanya Senja dengan wajah yang terlihat sedikit ragu menanyakan hal itu pada putranya.
" Hahhh..kenapa harus ke dokter bun,kata Daddy burungnya bisa buat aku sama Maira.Terus punyaku juga nggak kayak punya Daddy.." ucap Arsen semakin membuat Senja geram dengan suaminya.
" Maasss...!!!" seru Senja dengan wajah geram
" Sorry sayang..tadi,Arsen lihat naga sakti bangun jadi dia nanya.." jawab Kala dengan senyum kaku.
" Arsen nanti bunda jelasin setelah sekolah,sekarang kamu sudah kesiangan dan juga kasihan Maira sama pak Minto supir Oma sudah nunggu di depan buat anter kalian sekolah.Pokoknya bunda janji jelasin yaa?!"ucap Senja membujuk putranya supaya mau untuk memakai baju seragam nya
Mendengar ucapan bundanya , membuat Arsen berfikir sejenak dan akhirnya Arsen setuju dengan ucapan Senja.
Senja merasa lega karena Arsen bisa menerima alasannya,dan kini tinggal biang kerok bikin Arsen menanyakan hal absurd yang buat Senja pusing menjelaskan pada anak cerdas itu.
Senja masuk ke dalam kamarnya mendapati suaminya yang sedang memakai dasi.
" Sayang... anak-anak sudah berangkat?" tanya Kala setelah melihat kehadiran istrinya dari cermin.
" Sudah...mas ,bisa nggak sih..jangan racunin anak kami sama hal absurd yang selalu kamu lakukan." ucap Senja dengan wajah yang ditekuk
Plak..
" Ausssttt...sakit yang...kamu kenapa nabok aku sih..?" ucap Kala dengan mengusap lengannya yang di pukul lumayan keras oleh Senja.
" Stop..!! nggak usah terusin apa yang kamu omongin sama Arsen,hahh...buat aku pusing saja." ucap Senja dengan duduk di di pinggir tempat tidur.
" Maaf sayanggg...habisnya,si Naga emang semalaman kan lembur sama si apem montok,jadi..gitu deh.." ucap Kala dengan mengerlingkan sebelah matanya.
" Genit ...!! sudah ayok,sarapan terus kerja ..!!" ucap Senja membawa tas kerja dan jas milik suaminya
Namun, sebelum jauh melangkah Kala menahan tubuh Senja dengan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
" Sebentar Sayang.." ucap Kala memeluk erat tubuh Senja.
" Sudah..jangan begini,kamu harus kerja kan..yuk..!!" Senja kembali mengajak suaminya keluar dari kamar nya
Dengan perasaan yang sedikit kecewa,Kala mengikuti Senja menuju ruang makan.
__ADS_1
Senja menyiapkan sarapan untuk suaminya dan Kala dengan wajah datarnya mulai menikmati makanan yang di masak sang istri.Namun,setelah tiga suap Kala menyudahi sarapannya.
" Kenapa,nggak enak?" tanya Senja melihat Kala yang sudah selesai dengan sarapan nya.
" Sudah kenyang,aku juga ada meeting pagi di restoran.Nanti bisa makan lagi kok.." ucap Kala dengan mengambil jas dan tas kerjanya.
" Nggak kamu pakai jasnya?" tanya Senja heran karena tak biasa Kala yang langsung keluar rumah tanpa mengecup kening Senja.
" Nanti saja ,aku berangkat kamu hati-hati dirumah.Soal Arsen jangan khawatir aku akan menjelaskan apa yang terjadi pagi ini." ucap Kala dan langsung masuk dalam mobil dan melesat pergi begitu saja.
Senja yang melihat kejadian itu sontak membuat dirinya bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah.Apa ada yang salah dari perkataan nya barusan.Apa dia tersinggung dengan kata-kata Senja.
Entahlah Senja hanya bisa menghela napas panjang.
.
.
Benar saja Arsen menagih jawaban pada sang bunda tentang apa yang dia tanyakan tadi pagi dan Senja pun memberikan penjelasan dengan pelan dan dengan bahasa yang bisa di mengerti.
.
.
Jam makan malam sudah lewat dan anak-anak pun sudah tidur di kamarnya masing-masing.Namun,malam ini Kala belum pulang dari kantor nya .Saat Senja menghubunginya pun ponselnya tidak aktif.Senja pun akhirnya menghubungi tiga cecunguk dan juga Sita menanyakan Kala.Namun,kata mereka Arsen tadi sore meeting langsung pulang.
Senja tak mau berburuk sangka, cuma di hati Senja hanya khawatir takut terjadi apa-apa dengan suaminya.Jam sebelas malam terdengar suara mesin mobil.Senja merasa lega ternyata suaminya baik-baik saja pulang sampai rumah dengan selamat.
Kala melangkah masuk ke dalam rumah saat Senja membuka pintu rumah,dan mencium punggung tangan suaminya.
" Mas sudah makan,kalau belum Senja panasin lauknya atau mas mau .?" tanya Senja saat melihat suami melangkah masuk begitu saja.
" Nggak usah,tidurlah..aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." ucap Kala.
" Mas tunggu,mas Al kenapa ..apa Senja punya salah sama kamu, tolong jangan begini.Kita omongin baik-baik yaa.." ucap Senja dengan menyusul suaminya masuk dalam kamar.
Kala tak menggubris nya dan masuk kedalam kamar mandi,namun..baru saja masuk ke dalam kamar mandi dia kembali lagi dan melempar sesuatu di atas tempat tidur dan itu membuat Senja terkejut.
" Mas kamu..?!" seru Senja
Belum juga selesai perkataannya Kala mengangkat tangannya pertanda untuk Senja diam.Senja melihat mata suaminya yang sudah memerah dan terlihat air matanya yang sudah menggenang di sudut matanya.
__ADS_1
Bersambung.
Dukung cerita ini terus yaaa..jangan lupa like juga vote ...🙏