
Pagi hari saatnya sarapan semua sudah berkumpul bersama dan ingin sarapan bersama.Namun,terlihat wajah Sita yang terlihat pucat dan layu.
" Taa..are you okey?" tanya Ray menatap wajah kekasihnya terlihat pucat.
" Ahh..nggak papa kok kak,cuma semalam kurang tidur saja." jawab Sita dengan sedikit terkejut karena tiba-tiba Ray bertanya kepada nya.
" Emang kamu ngapain sampai kurang tidur?" tanya Kala menatap sekilas sepupunya.
" Bi_biasa lah nonton drakor lagi seru jadi nggak inget waktu." ucap Sita sedikit terbata.
" Sudahlah..kamu habiskan sarapan kamu,setelah itu kamu balik ke kamar istirahat." ucap Senja dengan lembut.
" Betul itu,lagian juga hari Minggu gini..kita bisa santai." ucap Mama Diana
" Oh iya Al,Ja..mama,papa juga Oma sama Opa mau ke Subang tapi, kami mau ajak si kembar besok mereka ijin dua hari." ucap Papa Farhan pada anak menantunya.
" Emang mau ngapain,kok ke Subang nggak ada planning dari jauh hari..si kembar kan harus sekolah pah.." ucap Kala
" Mereka masih TK..biarlah,lagian mereka anak-anak cerdar langsung SD mereka juga mampu.Palingan di sekolah cuma nyanyi,mewarnai ,sama saja nanti mama sama papa yang ngasih tau apa yang mereka butuhkan." ucap Papa Farhan.
Kala dan Senja hanya bisa menghela nafasnya karena memang anak mereka sudah bisa baca dan menulis, menghitung pun mereka sudah lancar.Mang tak perlu di khawatir kan .
" Daddy aku sama Arsen mau ikut Opa please.." ucap Maira dengan menangkupkan kedua telapak tangannya dengan wajah yang lucu dengan merayu sang Daddy.
" Okelah,tapi..kalian harus janji jangan nakal ,inget selalu nurut sama Oma,Opa ,Uyut juga yaa.." ucap Kala memperingatkan kedua anaknya
" Okey.. thanks you Daddy.." ucap kedua anaknya dengan wajah senang.
.
.
Selesai sarapan semua kebutuhan sudah di siapkan oleh mama Diana untuk mereka ke Subang.
" Kalian jangan nakal yaa..nurut sama Oma,Opa juga uyut." ucap Senja saat melepas kepergian si kembar yang akan di bawa pergi mertuanya.
" Okey bunda." ucap sikembar dengan kompak.
" Adek,jagain bunda yaa..Abang sama kakak pergi dulu..jangan rewel di dalam perut bunda,kalau daddy nakal kamu pukul saja pantat nya...hihihi.." bisik Maira di depan perut rata Senja dan mencium perut rata sang bunda.
__ADS_1
" Adek ,inget tadi kata kakak yaa...Abang juga setuju.." ucap Arsen menimpali omongan sang adik dan melakukan hal yang sama dengan adiknya.
" Heiii...kalian ngomong apa sama adiknya?" tanya Kala dengan memicingkan matanya penuh selidik.
" Rahasia.." jawab si kembar dengan wajah meledek..
" Aisssttt...dua bocil ini..!!" gumam Kala geram dengan tingkah anak-anak nya menggemaskan.
" Sudahlah,Daddy jagain bunda sama adek..kalau daddy nakal,nanti akan adek hukum.. hehehe.." ucap Maira dengan wajah penuh ejekan.
" Sudah-sudah kalian kenapa senang sekali ledekin daddy nya sih,yuk..masuk mobil." ucap Mama Dian melihat kejahilan si kembar.
Semenjak tahu Senja hamil kemarin,kedua kembar itu serasa selalu suka menjahili daddynya.Apalagi dengan kata-kata yang membuat Kala geram juga gemas melihatnya.
Akhirnya rombongan yang ke Subang bergerak meninggalkan mansion milik keluarga Bahtiar.
" Al, jadi nggak?" tanya Athar
" Jadi kuy.." ucap Kala dengan santai.
" Mau kemana?" tanya Senja mendengar ucapan Kala dan Athar.
" Sudah lama mas nggak main golf sama mereka ,jadi mas mau pergi sebentar main golf sama mereka.Nggak papa kan kamu di rumah sama Sita,cuma sebentar aja kok." ucap Kala
" Kak Ray kenapa?" Senja setelah Kala masuk ke dalam rumah untuk mengambil perlengkapan golf.
" Ehhhh..nggak papa,kenapa Senja?" tanya Rayyan??
" Nggak papa ,cuma aku lihat dari tadi saat sarapan kakak kayak mikirin sesuatu " pancing Senja.
" Iya..bener kata Senja,Lo ada masalah?" timpal Marvin.
" Nggak kok.. perasaan kalian saja." elak Rayyan
" Syukurlah kalau kakak tiamdak ada apa-apa yang serius." ucap Senja.
Tak lama Kala muncul dengan Athar membawa perlengkapan untuk mereka main golf.Mereka berpamitan untuk jalan ke tempat mereka main golf biasa mereka main.
Setelah Kala the geng pergi,Senja akhirnya memutuskan untuk ke kamar Sita.Senja ingin melihat sahabatnya itu.
__ADS_1
Tok tok tok
" Taaa..?" panggil Senja
Tak lama pintu kamar Sita pun terbuka melihat Sita dengan wajah kuyu.
" Boleh aku masuk?" tanya Senja dan diangguki oleh Sita.
Senja masuk ke dalam kamar Sita dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk sahabatnya.
" Kenapa kamu lesu gitu?" tanya Senja menelisik
" Aku semalam nggak bisa tidur Senja,aku kepikiran omangannya Arga." ucap Sita
" Dia ngomong apa?"
" Dia bilang,kalau aku ngomong setuju buat kembali sama dia, dengan cepat dia akan lamar aku." jawab Sita.
" Terus,itu buat kamu galau?" tebak Senja dan Sita pun mengangguk.
" Taa..sorry bukan aku nggak setuju kamu kembali sama Arga,tapi..coba deh kamu pikirin perasaan kak Ray,dia begitu sayang sama kamu.Dia nggak pernah buat kamu sedih bahkan dia selalu berusaha bahagiakan kamu,apa kamu tega tinggalin dia demi orang yang dulu pernah ninggalin kamu tanpa alasan jelas mutusin kamu, sebaiknya kamu selidiki dulu apa maksudnya dia bisa minta balikan sama kamu." jelas Senja berusaha menyadarkan sahabatnya.
" Terus terang aku kalau sama Ray itu gimana yaa..dia itu nggak pernah mau nolak keinginan aku,kayak semalam aku bilang dia jangan ganggu aku dulu..dan dia langsung setuju dan tau nggak dia sama sekali nggak chatt aku hari ini." ucap Sita
" Sita..kamu aneh,sedari semalam kita semua sudah satu rumah otomatis tahu lah kamu lagi ngapain dia lagi ngapain, masalah chatt ..kenapa bukan kamu dulu yang chatting dia,jangan pasif dong..aku pikir kamu terlalu ingin dia duluan yang memulai semua,Sita semua itu butuh timbal balik..kamu ingin di perhatikan,dia pun sama..jadi jangan egois,dan jangan bandingkan dia sama Arga." ucap Senja dengan sedikit tegas.
" Ahhh..aku pusing Senja,aku nggak tahu aku cinta atau nggak sama Kak Ray,tapi..buat sama Arga debaran itu masih ada Senja." ucap Sita dengan mengacak rambut nya,pikirannya terasa bercabang.
" Debaran jantung bukan berarti kamu cinta sama dia ,Sita..kita selidiki Arga gimana?" usul Senja.
" Maksdnya?" tanya Sita.
" Biar aku yang atur,kamu tinggal ikut aturan main ku,gimana?" ucap Senja.
" Kamu yakin?" tanya Sita.
" Percaya sama aku, secepatnya kamu bisa ambil sikap bertahan dengan kak Ray atau lepaskan kak Ray,dan aku pastikan kamu tahu arti debaran kamu pada Arga itu cinta atau sebatas firasat." ucap Senja.
Senja sengaja membuat Sita menilai sendiri ketulusan hati Rayyan dan segera mengetahui maksud dari Arga.
__ADS_1
Bersambung
Maaf yaaa...kemarin nggak bisa up karena seharian mati listrik...🙏