Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
# Servis


__ADS_3

" Sen, kamu udah tidur?" tanya Kala tiba-tiba


" Hemm.. kenapa? " tanya Senja masih merasakan debaran jantung yang begitu kencang dan masih membelakangi Kala.


" Sen, munggungi suami dosa tau." ucap Kala lirih.


Mendengar penuturan sauminya Senja dengan cepat membuka matanya dan memutar tubuhnya menghadap Kala.


Deg.


Padangan mata mereka saling bertemu dan terkunci beberapa saat.


" Kamu nggak bisa tidur?" tanya Kala masih memperhatikan wajah istrinya.


" I_iya..aku,nggak biasa tidur sama laki-laki." ucap Senja.


" Emang kamu pikur aku sering tidur sama wanita lain gitu,trus..kamu kenapa masih pakai kerudung.Emang nyaman pake kerudung?" tanya Kala


" Nggak nyaman sih, tapi.. takutnya..


" Heii.. aku suami kamu, semua dari ujung rambut sampai ujung kaki mu aku berhak buat aku miliki." ucap Kala


Mendengar penuturan Kala mendadak wajah Senja panas karwna memang dia malu.


" Kemarin aku bilang, kita coba jalani hidup rumah tangga seperti pasangan kebanyakan, trus.. aku seorang suami akan berusaha memberikan yang terbaik buat istrinya dan kamu istripun akan seperti itu kan? "tanya Kala


" I_iya Insyaallah aku akan mwncoba menjadi istri yang seharusnya.Dan aku juga akan melaksanakan tugas ku sebagai istri, mengabdi padamu sebagai suami." ucap Senja.


" Aku tahu kamu pasti masih canggung, karena memang kita nggak pernah dekat, anggaplah aku sebagai teman, walaupun awalnya selalu di bilang sebagai musuh. Kalau sekarang kamu hanya musuh di atas ranjang." ucap Kala yang membuat wajah Senja semakin merona.


" Kamu bisa aja." ucap Senja dengan tersipu malu.


" Kenapa, kamu malu?" tanya Kala


" I_iya.."jawab Senja dengan terbata.


" Sini, kemarin kan sudah mau buka kerudung di depan ku,sekarang aku buka yaa? " ucap Kala meminta ijin pada istrinya


Senja mengangguk, karena bagaimanapun suaminya berhak atas dirinya.


Tangan Kala perlahan terulur di atas kepala Senja, dengan debaran jantung yang berlari kencang keduanya dengan kasar menelan silvanya.


Kala perlahan membuka. kerudung yang menutupi mahkota indah milik istrinya.

__ADS_1


" Masyaallah. " batin Kala saat melihat rambut hitam yang mengeluarkan bau harum yang menenangkan indra penciuman seorang Kala.


Kala menarik ikat rambut yang masih mengikat rambut hitam panjang itu sampai terlepas dari rambut Senja menampakkan panjang rambut hitam berkilau milik Senja.


Bau wangi menenangkan pikirannya,Kala memegang dagu Senja dan mata mereka saling bersitatap mata yang sudah terhipnotis satu sama lain.


Kala mengikis jarak antara keduanya, bantal guling yang sedari tadi diantara mereka pun entah hilang kemana.


Kala yang masih normal dengan jiwa kelakiannya,dia memberanikan diri mengambil sari bibir lembut milik Senja, siap mendapatkan tamparan keras lagi dari istrinya


Kala mulai menempelkan bibirnya pada bibir merah Senja dengan sedikit lama, tak disangka respon Senja yang terlihat memejamkan matanya.


Walaupun bukan yang pertama mereka melakukannya, namun.. tetap menyisakkan rasa deg degan.


Kala melihat reaksi sang istriku pun tanpa ragu lagi tangan kirinya menekan tengkuk Senja dan memulai aksinya.


Senja tak melawan, alam bawah sadarnya mengatakan jika semua yang di lakukan Kala itu normal sebagai suami. Kala memperdalam aksinya menggigit kecil bibir manis itu. Sanpai Senja sedikit terkejut dan reflek membuka mulutnya memberikan jalan untuk si gesit menerobos rongga pengecap nya dan menari nari disana membuat sensasi memabukk*n untuk Senja.


Tubuh Senja yang mendapat perlakuan seperti itu yang pertama kali, rasanya tak seperti dulu saat SMA, Dia teringat saat terakhir kalinya dia merasakannya. Saat terakhir kalinya dia mendapatkan perlakuan itu Kala melakukannya dengan sabgat berbeda rasanya seperti sekarang seperti jantungnya ingin meledak.


Kala melakukannya dengan lembut namun, beberapa saat melakukan nya tanpa ada sambutan Kala mulai sedikit kuat untuk ber main di sana, dan tangan yang lain sudah aktif meremang ke dalam baju tidur Senja.menyusuri perut rata Senja dan beralih ke pungggung Senja dan membuka pengait temat sumber energi .


Senja yang sudah masuk dalam permainan Kala pun mulai membalas apa yang di lakukan Kala, dengan jiwa otodidaknya mulai terbuai dengan apa yang mereka lakukan.


Senja dan Kala semakin merapatkan tubuh mereka tangan Kalapun sudah bermain di puncak gunung berapi milik Senja.


Begitu menikmati sumber mood buster baginya Senja hanya bisa menahan suaranya supaya tak keluar namun, sekeras apapun Senja tak mampu lagi untuk tidak mengekspresikan apa yang Kala lakukan.


" Masss.... stop, kamu lupa.. aku palang merah..!!" tegur Senja.


Mendadak Kala diam dan mendongakkan kepalanya pusing itu yang dia rasa, wajah frustrasi terlihat jelas di wajah tampan Kala.


" Yaaahhhh... lupa yang.. " ucap Kala lemas.


' Yang' sebutan yang membuat Senja tersipu.


" Maaf.. aku bantu..


" Nggak deh, kita tidur yaa..? " ucap Kala merengkuh tubuh Senja dalam pelukannya.


" Tapi, nasib naga gimana? " tanya Senja membuat Kala terkekeh dengan tingkah sang istri yng menggemaskan.


" Nggak papa, aku ingin kamu istirahat. besok kita akan sangat sibuk." ucap Kala

__ADS_1


Akhirnya mereka tidur dengan saling memeluk walaupun Kala dengan kebiasaanya tidur dengan bertelanj" ng dada.


Pagi hari, Senja membangunkan Kala untuk sholat subuh, dengan malas Kala bangun namun.. karena tarikan Senja tiba-tiba rasa jahilnya pada san istri mulai kumat.


Kala menarik Senja kekamar mandi dan memanjakan Naga Saktinya nya yang tak mau mengalah. Senja yang sudah dua kali bertemu naga Sakti pun mulai tahu cara menjinakkannya, berkat bimbingan suami mesyum nya itu.


Kala bersorak senang saat mendapat servis yang di berikan sang istri. Kala melangkah keluar dari kamar mandi dan memakai baju koko dan sarungnya dan melaksanakan sholat subuh.


Sementara Senja yang selesai memanjakan sang Naga, waaupun dengan susa payah karena dia masih berusaha saling memahami antara dia dan Kala, setelah mandi Senja gantu baju dan keluar dari dalam kamar mandi. Terlihat suaminya kembali memejamkan matanya dia keluar kamar tampa mengganggu suaminya yang terlelap.


Senja menuju dapur dan melihat dua ART yang biasa masak di rumah utama baru masuk dapur.


" Assalamualaikum bi, Mbok." ucap Senja.


" Wa'alaikum salam." ucap kedua orang itu


" Non cari apa? " tanya bibi


" Senja mau bikin sarapan buat semuanya bi, mbok. Senja minta bantuannya yaa?" ucap Senja


" Waduh, baiklah.. memang nggak salah pilih den Kala nikahin non Senja, matanya jeli banget lihat perempuan baik,langsung samber jadiin istri." canda si mbok.


" Bisa aja sih mbok.. udah yuk, kita buat sarapan.. jam sembilan Mami sama papi harus berangkat ke bandara." ujar Senja.


Dengan cepat dan luwes Senja meracik semua bahan yang ada di dapur untuk membuat masakan buat sarapan mereka. Karena mertuanya terbiasa sarapan dengan nasi. Jika suaminya dengan roti bakar pun jadi tapi, kalau mertua dan juga sang opa harus makan nasi.


Setelah selesai Senja dengan cepat kembali ke kamarnya, dan saat pertama masuk kamarnya terlihat suami nya sudah rapih dengan pakaian yang sudah dia siapkan sebelum turun kebawah.


" Kamu dari mana? " tanya Kala melihat istrinya yang masih menggunakan baju tidurnya.


" Aku dari dapur, mas turun dulu aja.. aku mau bebersih lagi ganti baju. " ucap Senja dengan cepat masuk dalam kamar mandi.


Kala duduk di sofa dan memainkan ponselnya, sambil menunggu sang istri menyelesaikan mandinya.


Lima belas menit Senja keluar dari work in closet dengan pakaian gamis simple nya.


Senja tak menyadari suaminya yang masih ada di Sofa, memperhatikan tingkah nya yang terlihat sangat cekatan.


Senja merapihkan tempat tidurnya tak perlu menunggu ART dan membuka jendela kamar nya dengan lebar supaya pencahayaan dan sirkulasi udara dalam kamarnya pun berkerja dengan baik. Setelah selesai dengn itu akhirnya Senja sedikit memoles wajahnya dengan bedak tipis dan mengoles lipstik yang warnanya soft, selesai memakai make up dia memakai pasminanya dengan cepat. Semua kelakuannya tak lepas dari tangkapan indra Penglihatan Kala, melihat tingkah istrinya terlihat cantik dan kadang di sela kegiatanya dia bersholawat.


" Sudah selesai?"


" Astaghfirullahal'azim masss...!! " pekik Senja dengan menjingkit karena terkejut.

__ADS_1


Kala yang melihat tingkah istrinya tersenyum manis dan meraih tangan Senja untuk keluar kamar mereka, turun ke lantai bawah


Bersambung


__ADS_2