Cinta Pertamaku Jodohku

Cinta Pertamaku Jodohku
Berangkat


__ADS_3

"Kamu kemana aja sih?" Tanya Gilang sembari masih memeluk Celin. Dua orang itu sedang bertemu di cafe. "Dari Bogor hehe. Ini aku bawain oleh oleh buat Kakak sama Bunda juga." Jawabnya sambil terkekeh. Laki laki itu tampak menghela napas. "Kalau begitu ayo ketemu Bunda." Ajaknya sembari menggandeng tangan Celina.


Mama dan Zahra menghampiri Papa yang sedang duduk sendiri di ruang keluarga. "Celin mana Pa? Mama cari dari tadi kok nggak ada." Tanya sembari ikut duduk. "Keluar tadi. Nggak tau mau kemana. Nggak bilang. Paling juga ke cafe." Jawab Papa. "Papa kok biarin dia keluar sih. Kan baru pulang. Istirahat dulu gitu." Kesalnya sambil mencoba menelpon si putri bungsu. "Tuh. Nggak bisa dihubungi. Nanti kalau sudah keluar pasti pulangnya malam malam." Keluh Mama.


Celin kini sudah berada di rumah Gilang. "Kamu ke Bandung kok nggak bilang bilang sih sayang." Kata Bunda. "Maaf Bun. Dadakan juga. Lupa kasih kabar." Jawab gadis itu sambil tersenyum. "Oh iya. Kalian berangkat ke Jogja nya kapan?" Celin dan Gilang saling pandang sesaat. "Gimana kalau nanti malam kak? Pakai mobil aku aja. Nanti aku jemput kakak." Ia meminta persetujuan. "Kakak jemput kamu aja gimana?" Celin dengan cepat menggeleng. "Biar aku aja. Kan sekalian pamit sama Bunda." Jawab Celin.

__ADS_1


Papa mengerutkan keningnya heran. Pria itu menghampiri supirnya yang sedang memanasi Range Rover 3.0 Autobiography Long Wheel Base (LWB) milik putri bungsunya yang jarang digunakan. "Pak. Tumben di panasi. Kenapa?" Tanya Papa. "Oh. Ini yang suruh Nduk Celin Pak. Katanya mau dipakai ke Jogja malam nanti." Jawab Pria itu. "Celin ke Jogja. Mana anaknya?" Tanyanya kesal karena apa apa anak itu tidak izin dulu. "Masuk Pak. Baru pulang dari rumah temannya tadi. Itu motornya masih di depan." Papa mengangguk kemudian bergegas masuk setelah berpamitan.


"Kenapa Pa?" Tanya Mama melihat suaminya masuk rumah tergesa gesa. "Celin. Mau ke Jogja nggak bilang bilang." Jawab Papa melangkah menaiki tangga untuk menuju kamar putrinya.


Malam hari Devan datang ke rumah keluarga Miller karena ada hal penting yang akan dibicarakan. Laki laki itu duduk setelah di persilahkan sang tuan rumah. "Aku berangkat dulu ya." Kata Celin menghampiri mereka yang sedang duduk berkumpul di ruang keluarga. "Mau kemana?" Hanya Devan heran melihat gadis itu membawa tas punggung cukup besar. "Mau ke Jogja Pak." Jawab Celin. "Sama siapa?" Tanyanya lagi. "Sama kak Gilang." Mendengar nama laki laki yang di sebutkan membuat hati Devan tiba tiba memanas. "Aku berangkat dulu." Pamitnya. Mereka memeluk Celin bergantian termasuk Devan Juga. "Hati hati." Kata semuanya karena tak mungkin bisa mencegah kemauan gadis itu.

__ADS_1


Gilang terkejut melihat mobil mewah yang berhenti di depan rumahnya. "Mobil siapa Lang?" Tanya Bunda. "Belum tau Bun. Nggak ada yang punya mobil begini di kampus." Jawabnya.


Sosok gadis turun menghampiri kedua orang yang masih berdiri itu. "Kak Gilang. Bunda." Sapa Celin melangkah mendekati mereka. "Ini mobil kamu?" Tanya Gilang. "Pinjam saudara." Jawabnya sambil tersenyum. "Ayo berangkat." Lanjut gadis itu. Gilang mengangguk. Keduanya lalu berpamitan dengan Bunda. "Kalian hati hati ya. Kalau lelah istirahat jangan dipaksa untuk nyetir. Kabari Bunda selalu ya." Pesan Bunda sembari memeluk Celin dengan erat. "Iya Bun. Bunda baik baik di rumah." Jawab Celina.


"Kenapa Kak?" Tanya Celin saat mereka dalam perjalanan. "Enggak. Grogi aja naik mobil mewah." Jawab Gilang sambil terkekeh. "Bisa bisanya. Kalo gitu aku yang nyetir apa?" Gilang menggeleng. "Biar Kakak aja." Gadis itu mengangguk kemudian memperhatikan jalan di depan. "Eh. Lupa top up e tol. Tolong kamu top up lewat hp kakak dong." Pinta Gilang. "Nggak perlu. Punya aku ada." Jawab Celin. "Kok apa apa Kamu. Mobil, bensin, biaya tol, Kakak kan yang harusnya penuhi. Kakak kan laki laki." Ia merasa tak enak hati. "Kenapa sih. Biarin. Kalo kemana mana juga Kakak yang selalu bayarin aku. Sekarang gantian." Jawabnya. "Yasudah. Nanti hotel sama makan kakak yang bayar. Setuju?" Tanyanya di jawab anggukan. Gilang tersenyum. Bukan kali pertama mereka berlibur Seperi ini. Namun ini kali pertama hanya berlibur berdua. Biasanya bunda atau Sandra ikut. Tapi dua orang itu sedang tidak bisa karena alasan masing masing jadi hanya Gilang dan Celin yang berangkat.

__ADS_1


__ADS_2