CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 15


__ADS_3

di lain sisi Al yang baru bangun tidur menetralkan kesadaran nya dan melirik ke arah jam yang telah menunjukkan pukul 9 pagi karna hari ini hari minggu, Al mulai bermalas malasan dia pun bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.


setelah selesai mandi Al menuju balkon dan menatap pemandangan depan kamar nya dimana kamar nya Al menuju arah depan mansion, disana Al bisa memantau apa saja yang lewat dan ingin dipandang nya.


termasuk pohon apel yang bergoyang goyang sendiri padahal angin tidak terlalu kencang.


yaah posisi Al berdiri sekarang sangat pas memantau dari atas posisi fiona tadi. semua nya terlihat termasuk pohon apel yang bergoyang secara berbeda sendiri, Al pun bertanya tanya dan bermonolog dalam hati .


" kenapa pohon apel itu bergoyang goyang tak karuan sedangkan angin tidak terlalu kencang. apakah ada penyusup yang berani untuk masuk ke wilayah ku . " itu lah kata kata yang terlintas dalam benak Al " .


Al pun dengan seksama memperhatikan pohon apel tersebut, tapi sial nya karna terlalu rimbun nya daun apel tersebut dan terhalangi dengan pohon pohon yang lain nya membuat penglihatan Al ternganggu.


dari pada ambil pusing Al lebih memilih untuk turun dan menyusul ke sana selepas Al telah mengganti kimono nya dengan baju rumahan yang nyaman di pakai.


Al pun bergegas menuruni anak tangga dan keluar mansion untuk menuju ke depan mansion, Al berlalu langsung ke taman tersebut. dengan pelan pelan dan tanpa suara Al mendekati pohon apel itu lalu mengadah kan kepala nya ke atas pohon apel karna ingin tau benda apa yang membuat pohon apel tersebut bergoyang goyang tak karuan.


Al kaget tak menyangka yang membuat pohon apel itu bergoyang goyang ternyata adalah seorang perempuan, Al tatap perempuan itu sangat dalam dan memperhatikan tingkah laku fiona di atas pohon apel itu.


fiona yang belum menyadari ada nya sosok yang lain ditempat nya saat ini, masih asik memilih milih buah apel mana yang akan dia makan lagi. soal nya buah apel yang pertama fiona petik tadi telah habis masuk ke perut nya.


fiona ingin menambah nya lagi sebab perut nya masih terasa lapar, sedang asik milih memilih fiona di kagetkan dengan suara barinton khas nya laki laki yang mana membuat nya kaget dan beralih pandang ke bawah.

__ADS_1


" MATI AKU, " batin fiona "


setelah sekali berdehem tadi Al hanya diam dan menatap tajam ke arah fiona . mereka saling tatap dalam kesunyian, melihat fiona hanya diam saja. Al kembali bersuara .


" siapa kau , kenapa berada di perkarangan rumah ku dan mengambil seenak nya milik orang lain. DASAR PENCURI, "hardik Al kesal karna dia dicuekin oleh fiona tadi "


what. . what. .wah songgong ni orang gue dikatain pencuri, awas aja lo ya " batin fiona "


mendengar tak ada jawaban dari fiona Al kembali berteriak " CEPAT TURUN MONYET RAKUS, " teriak Al ".


saya bukan monyet yah tuan saya manusia " balas fiona cepat"


ha. . fiona hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan kasar sebab dia harus menahan emosi karna dia tak tau siapa laki laki ini, jika demi mengikuti kata hati dan emosi sesaat, sumpah demi apa pun saat ini juga fiona akan melemparkan buah apel ini semua ke arah laki laki tersebut.


tapi apa lah daya fiona hanya bisa ngedumel dalam hati, fiona yang masih diam pun mendapat bentakkan lagi dari Al.


" turun monyet susah yah ngomong sama ni monyet satu, " kata Al lagi. "


iya. . iya. . . singa jantan kata fiona pelan.


fiona pun hendak turun tetapi fiona tidak sengaja salah pijak dan akhirnya kaki nya fiona terpeleset dan pengangan tangan fiona pada pohon apel itu terlepas sehingga membuat badan fiona ingin terjatuh ke bawah .

__ADS_1


Al yang masih stay di tempat tadi tidak memperhatikan ke arah fiona sampai terdengar suara teriakkan dari arah fiona baru lah Al menoleh tapi naas nya selepas Al menoleh Al di kagetkan dengan badan fiona yang ingin jatuh menghantam badan nya.


dan dengan sigap dan gerakkan cepat Al menghindar dan mengulurkan tangan nya untuk menyambut tubuh fiona yang hampir saja menghantam tanah.


entah setan dari mana Al tiba tiba berbaik hati untuk menolong wanita satu ini, karna posisi yang tidak stabil dan Al pun tidak kuat menahan nya Al dan fiona jatuh bersamaan, dimana posisi mereka saat ini fiona yang berada di bawah kukungan Al.


tangan kiri Al refleks tepat berada di kepala bagian belakang nya fiona untung nya tidak membuat sakit yang terlalu saar jatuh, dan jatuh nya pun tidak terlalu tinggi.


kalo tinggi mungkin badan fiona sudah retak retak semua.


masih dalam posisi yang sama mereka masih diam dalam pandang yang tak bisa di artikan,


Al memperhatikan setiap lekuk wajah fiona, mulai dari kening, mata, hidung dan terakhir jatuh pada bibir ranum milik fiona. yang entah kenapa membuat Al berdesir hebat.


mata Al tak lepas dari sana.


" apakah rasa nya akan berbeda dengan yang lain atau apakah sama saja. kenapa bibir nya bisa begitu membuat ku terpikat dan menggoda nafsu ku. monolog Al dalam hati ."


fiona yang rish dengan pandangan itu pun langsung memilih untuk tegak namun Al belum juga beranjak. di dorong nya dada Al dengan tangan kiri nya fiona sambil berkata " minggir tuan saya mau berdiri "


Al hanya diam tak bersuara karna terlalu asik dengan penglihatan nya saat ini. yah Al masih betah memandang bibir fiona, pandangan Al melihat bibir itu yang berkomat kamit tak jelas membuat darah Al berdesir lebih hebat lagi dari tadi.

__ADS_1


__ADS_2