
ayah nya fiona berjalan menuruni anak tangga dan mulai mencari sang istri yang berada di dapur yang sedang menyiap kan makanan untuk mereka santap.
" fiona kemana sudah dalam beberapa hari ini papa tidak melihat nya ? "
" papa ini macam tidak tau fiona bagaimana saja sih, susah di atur pa, apa lagi kalau mama yang bicara sama dia pasti di anggap angin lalu pa. papa tau sendirikan bahwa fiona itu sangat tidak suka sama mama apa lagi sama siska pa. "
"fiona tiap kali selalu saja mengajak siska untuk ribut dan bertengkar, padahal siska selama ini sudah banyak mengalah demi dia pa. apa lagi coba yang kurang pa. "
"kami selalu berkorban dan mengalah untuk fiona tapi fiona saja tidak pernah menganggap kami tapi fiona saja yang manja pa dikit dikit main keluar saja dari rumah ini tanpa mau bilang bilang ke mama ke mana dia akan pergi , toh ujung ujung nya nanti juga bakal kembali sendiri lagi ke rumah ini papa jangan di ambil pusing deh, fiona itu sudah besar pa jangan terlalu di kekang dan di manja " jelas istri nya panjang lebar "
mendengar istri nya yang sudah mengomel panjang lebar akhir nya tama memilih untuk diam dan mengalah.
" mungkin fiona keluar untuk mencari ketenangan dan kesenangan , setelah dia bosan nanti dia juga bakal balik sendiri. " itu yang ada di fikiran tama saat ini " .
mereka berdua pun mulai mengganti topik pembicaraan, lama kelamaan perut tama pun mulai merasa lapar.
karna hari sudah siang mereka pun mulai beranjak dari ruang dapur itu menuju ruang makan untuk makan siang bersama .
di sana telah tersusun rapi setiap menu yang berbeda yang di sajikan oleh para pekerja yang bekerja di sana. semua telah tersusun rapi sehingga feli pun berteriak untuk memanggil anak perempuan nya siska untuk makan siang bersama.
__ADS_1
siska yang mendengar teriakkan mama nya langsung keluar dari dalam kamar, menuruni anak tangga menuju ruang makan, sampai ke ruang makan siska pun langsung menyapa mama dan papa nya.
" hai ma. . hai pa. ."
" hai juga sayang "
sahut kedua orang tua nya, siska pun akhirnya duduk menghadap mereka berdua dan mengambil piring untuk menikmati sajian enak yang ada di atas meja makan tersebut.
papa tama pun bertanya pada feli istri nya atas keberadaan kevin sang kakak, yang tidak kunjung turun ke bawah karna biasa nya dia yang terlebih dulu berada di meja makan saat waktu makan sudah tiba.
" kevin mana ma, kenapa belum turun? "
"kevin sudah pergi dari tadi pagi pa ke kampus, kata nya tadi pamit mau belajar kelompok "
"mmmm tama sambil menganggukkan kepala nya tanda mengerti "
sedang asik menyupai makanan dan mengunyah nya papa tama mulai bersuara lagi dan bertanya kepada siska.
" sis apa kamu tidak melihat kakak mu fiona, sudah beberapa hari ini dia tidak ada di rumah papa pun tidak melihat batang hidung nya di rumah ini. apa kamu ada bertemu dengan kakak mu di luar rumah sayang. ? "
__ADS_1
tama berbicara dan bertanya dengan nada yang sangat lembut.
siska yang mendengar pertanyaan dari papa nya hanya terdiam dan berhenti sejenak dari rutinitas makan nya dan mulai meletakkan sendok garpu dan sendok makan nya di atas piring nya kembali. sebab selera makan nya tiba tiba hilang karna mendengar pertanyaan dari sang papa nya yang tidak bermutu menurut siska.
siska berdehem kecil sejenak diam dan menjawab pertanyaan dari sang papa.
" aku tidak tau kak fiona di mana dan ke mana pa, sebab aku sibuk mengurusi kuliah dan hal lain nya. di kampus pun aku juga tidak melihat kak fiona, dan aku mendapat kabar dari sesama teman kampus , kata nya kak fiona juga sudah beberapa hari ini tidak ada masuk pa. "
siska kemudian diam sesaat menunggu respon dari sang papa , tapi sang papa hanya diam membisu diam dalam pemikiran nya sendiri, karna ingin pamit dari sana karna mood nya yang tiba tiba menjadi buruk,
"aku pamit dulu ma, pa soal nya ada materi yang harus di kerjakan secara berkelompok takut nya jika tidak pergi sekarang aku akan telat, "
siska pun berdiri dan berlalu dari sana, tama yang mendapat jawaban seperti itu hanya bisa menghembuskan nafas nya kasaar.
" haa. . . kemana anak itu, kenapa tidak memberi kabar kepada ku sama sekali. "
feli yang mendengar suami nya mengeluh akan hilang nya fiona malah diam dan asik makan duluan tanpa menghiraukan kegundahaan hati suami nya sendiri.
tama yang melihat istri nya hanya enak enakan makan hanya bisa menggeleng gelengkan kepala nya.
__ADS_1