
esa pun duduk tepat di sebelah fiona, fiona memutar badan nya menghadap ke depan . setelah mereka duduk bersama dan mulai tenang.
" kamu tau dari mana, jika kakak mau mengejutkan mu. " tanya esa penasaran .
fiona menoleh ke kanan ke arah esa, lalu kembali lagi menghadap ke depan. fiona menggerakkan dagu nya ke arah depan dan berkata.
" dengan itu. " fiona menunjuk cermin yang saat ini berada tepat di hadapan mereka berdua. esa pun menepuk jidat nya pelan. dia lupa akan keberadaan benda sial tersebut.
" kenapa aku bisa lupa akan cermin itu yah, padahal aku yang lebih dulu kerja di sini dari pada kamu fio. " aneh esa tidak habis fikir kenapa dia bisa lupa, apa jangan jangan dia sudah semakin tua dan cepat mengalami pikun. iiih. . . esa bergidik ngeri dengan diri nya sendiri sambil mengusah ngusap kedua lengan tangan nya.
" jika aku kecepatan tua nya silvia bakal gak mau lagi dong sama aku. gak ini gak boleh terjadi , aku harus rajin rajin perawatan mulai hari ini. " batin esa. "
esa berkata seperte itu di dalam hati nya sambil menggeleng gelengkan kepala nya. fiona yang melihat itu pun hanya bisa melotot karna terkejut melihat esa bersikap seperti itu.
" kak, apa masih ada yang sakit. ? " tanya fiona merasa khawatir .
__ADS_1
esa yang mendengar suara fiona lantar terkejut.
" hmm. gak aa. da fio. kakak kuat kok heheheh. "
mereka bersenda gurau bersama menghabiskan waktu istirahat siang bersama.
di lain tempat.
di rumah nya tika. tika saat ini dalam keadaan kacau sebab kedua orang tua nya sedang dalam masalah. karna mendapatkan penyerangan dari orang yang tidak di kenal.
itu lah kenapa fiona tidak bisa menghubungi tika sahabat nya.
" ya tuhan tolong lindungilah mama dan papa ku di sana. jika semua nya sudah aman aku akan ke sana menyusul mereka. " kata tika berdo"a penuh harap.
Al yang saat ini sedang di dalam pesawat yang telah lepas landas sedari tadi. hanya bisa senyum senyum sendiri karna masih memikirkan wanita yang berada di mansion nya itu.
__ADS_1
teo yang melihat itu hanya bisa diam tidak berkutik. teo sebenarnya penasaran tetapi dia lebih sayang dengan nyawa nya. akhir nya dia memilih untuk tetap diam. hingga nanti nya akan tau sendiri karna tugas yang di beri Al pada nya untuk mencari tau siapa wanita itu.
Silvia dan oma nya saat ini sedang berada di sebuah mall yang besar di kota itu. mereka berjalan jalan dengan senang. berbelanja dengan banyak. bahkan tangan mereka berdua sudah tidak mampu lagi menampung. oma yang sudah merasa lelah akhir nya mengajak silvia untuk beristirahat .
" silvia. ayo kita istirahat dulu. oma sudah lelah sayang. nanti kita lanjut lagi yah. oma isi tenaga dulu. "
silvia yang merasa kasihan kepada oma nya pun menyetujuinya dengan cepat.
" oke oma. ayo oma, kita cari tempat istirahat yang nyaman. bagaimana kalau kita ke kafe aja oma .? " ajak silvia.
" hmmm. . ide bagus sayang. oma bisa sekalian pesan minum. "
" oke oma, let's go omaa. " ajak silvia.
mereka memilih mencari sebuah cafe untuk menghilangkan rasa lelah dan dahaga mereka.
__ADS_1
mereka hanya berdua. opa ingin tinggal di mansion saja untuk beristirahat . karna tidak kuat untuk berjalan jalan terlalu lama . hari semakin berlalu dengan rutinitas mereka masing masing.