
bibi yang telah sampai di halaman mansion itu pun menyuruh untuk para pekerja yang berada di dekat nya untuk mencari fiona. sebab dia tidak sanggup memutari halaman yang luas ini untuk mencari fiona dengan kaki nya yang sudah keriput dan lamban ini.
" hai. . kamu cepat kemari. " perintah bibi.
" saya bi. ? " tanya pekerja wanita itu.
" iya kamu. sini, cepat . " kata bibi dengan tidak sabar nya.
pekerja wanita itu berlari menghadap ke bibi dengan badan yang sedikit tertunduk.
" ada apa bi? " tanya nya.
"kamu tau posisi fiona ada di mana sekarang. ? panggil dia kemari. cepat . saya tunggu di sini " perintah sang bibi .
" tau bi. . baik bi. " wanita pekerja itu pun pergi berlalu dengan terburu buru.
esa dan fiona masih di tempat yang sama bersenda gurau dengan santai dan akrab nya. hingga mereka di kejutkan oleh sebuah suara dari wanita yang tidak jauh dari posisi mereka berdua.
" fiona, " belum pekerja wanita itu sampai ke arah fiona tinggal beberapa langkah lagi pekerja wanita itu memilih untuk berteriak memanggil nama nya fiona .
deru nafas pekerja wanita itu terengah engah karna berlari ke arah nya fiona karna sang bibi menyuruh dengan cepat. setelah sampai wanita pekerja itu yang bernama siti pun berbicara dengan nafas yang naik turun sambil membungkuk kan badan nya untuk mengambil dan mengatur nafas nya agar kembali normal
" ha. . ha. .ha. . fiona. . ka. .mu. . di panggil. . oleh. bi. bi. ha. .ha. huuuuft. .untuk bertemu dengan nya secepat mungkin di samping mansion. " jelas siti dengan nafas yang sedikit sudah teratur normal.
" ada apa sit ? " tanya fiona penasaran.
" aku tidak tau. ayo kesana. " ajak siti.
" hmmm. ayo . "
fiona pun beralih menatap esa.
" kak maaf aku harus pergi. "
"yah. tidak apa apa. aku juga akan kembali ke pos. "
fiona dan siti pun berlari menuju ke arah samping mansion untuk bertemu dengan bibi. sesampai nya di sana nafas mereka beradu dengan cepat karna berlari hingga sampai di tujuan.
__ADS_1
fiona dan siti pun mengatur nafas mereka agar lebih tenang dan menghembuskan nafas mereka dengan perlahan.
" huuuuft. . " begitu pun juga dengan siti.
mereka mendekat ke arah bibi yang sedang duduk di kursi. dengan takut takut fiona lebih mendekat ke arah bibi.
" ada apa bibi? " tanya fiona pelan.
bibi yang terkejut mendengar suara fiona hanya tersentak pelan , sebab posisi duduk nya bibi membelakangi fiona dan siti
" aah. . kamu sudah datang. kesini duduk. " perintah bibi.
" hmm. . dan kamu. . siapa nama kamu. ? " tanya bibi sambil menujuk ke arah siti.
" saya siti bi. "
" hmm. . iya. dan maaf. bukan maksud melupakan , harap maklum sebab saya sudah tua. terima kasih telah menolong orang tua ini, sekarang kamu bisa kembali bekerja. " jelas bibi kepada siti.
" hmm. . baik bi. " siti menjawab dengan senyum simpul di pipi nya.
" kalau begitu saya permisi bi. "
fiona pun bersuara kepada siti.
" terima kasih sit. "
" iya sama sama. " siti pun berlalu dari sana meninggal kan bibi ema dan fiona berdua saja.
jantung fiona tiba tiba berdetak dengan cepat. sebab dia tidak tau alasan apa sang bibi memanggil nya. fiona sibuk dengan pemikiran nya sendiri dengan wajah yang tertunduk lesu ke bawah.
" fiona. " panggil bibi.
suara bibi membuat nya terkejut dan tersentak.
" yah bibi. " jawab fiona pelan .
" bagaimana rasa nya bekerja di sini? " tanya bibi ema kepada fiona.
__ADS_1
" hm. kalau boleh jujur, aku senang dan nyaman bekerja di sini bibi . " jelas fiona.
" hm baik lah. jika itu jawaban mu. dan mulai hari ini kamu tidak usah bekerja lagi. kamu saya pecat. " goda bibi ema kepada fiona, bibi hanya mencoba menguji fiona reaksi apa yang akan dia tunjukkan.
" haa. " fiona melonggo dengan kata kata yang bibi ema keluarkan. fiona mengulangi kata kata bibi ema lagi.
" saya di pecat? " tapi apa kesalahan saya bi. selama ini saya bekerja dengan baik. " fiona tertunduk lemah. air mata mulai bergenang dipelupuk mata nya, tanpa sebab dia harus di pecat.
" kamu tidak ada salah apa apa. saya hanya ingin memecat kamu. " jelas bibi lagi.
fiona menghembuskan nafas nya pelan. kecewa iya sangat malah namun apa lah daya, dia tidak bisa memaksa, dia harus terima sebab dia bukan orang yang memilik kuasa tinggi di dunia ini. mungkin takdir kembali mempermainkan nya.
" huuuft. . baik lah bi. jika itu sudah konsekuensi yang harus saya terima. saya akan pergi dari sini saat ini juga. "
fiona yang hendak berdiri pun langsung dicenggah oleh bibi ema. bibi ema menahan tangan kanan nya fiona.
" saya belum selesai berbicara , duduk. " tegas bibi.
fiona menelan ludah nya kasar. " apa lagi ini tuhan. " kata fiona dalam hati.
setelah fiona duduk, bibi ema kembali bersuara.
" saya memeng memecat kamu, tetapi memecat kamu dari pekerja di mansion ini. dan sekarang kamu akan bekerja sebagai pelayan nya tuan Al. kamu khusus akan melayani tuan Al, APA PUN ITU ! ." tekan bibi ema.
" karna ini perintah langsung dari tuan Al. kamu tidak bisa menolak, masalah gaji tuan Al akan mengatakan nya pada mu. hari ini kamu sudah bisa bekerja. " jelas bibi ema.
" maksud nya apa pun itu bagaimanakah bibi ? ." tanya fiona memastikan. dia tidak ingin berfikir buruk terlebih dahulu .
" huuuft. . " bibi ema pun menjelaskan.
" apa pun itu. mulai dari pakaiannya , baik di rumah mau pun pergi ke kantor , makanan nya, tempat tidur nya , apa pun yang menyangkut tentang tuan Al harus kamu prioritas kan. dan segera siap kan. paham! "tekan bibi ema.
" ooh begono. paham bi. " sahut fiona.
" sekarang kamu ke dalam. langsung menuju ke kamar tuan Al di lantai dua di kamar paling ujung "
" baik bi. " fiona bergegas pergi berlalu masuk ke dalam mansion.
__ADS_1
fiona berdecak kesal namun merasa beruntung, sebab dia akan mendapatkan pundi pundi yang lebih.
" ck. . tidak apa apa fiona anggap saja sedang mengurus bayi koala. " fiona berjalan sambil ngedumel sendiri.