CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 40


__ADS_3

fiona yang sudah merasa lega dan tenang karna sudah mendapatkan kabar dari sang sahabat. akhir nya memilih untuk melanjutkan pekerjaan nya dengan cepat dan penuh semangat.


teo dan silvia yang duduk bersebelahan di dalam mobil yang mewah. hanya diam seribu bahasa tanpa kata, karna mereka terlihat canggung satu sama lain karna kejadian sesaat itu.


karna susana yang hening dan mencekam teo akhir nya memilih untuk bersuara lebih dulu.


" khem. . nona kenapa tidak menghabiskan sarapan mu tadi? " tanya teo.


" aku sudah kenyang. dan bisakan jangan panggil aku dengan sebutan nona. panggil nama saja kak. " pinta silvia kepada teo sambil menatap ke arah nya.


" yah. . kadang kadang aku memanggil nama kadang kadang aku memanggil nona. kan jelas karna aku bahawan kakak mu. "terang teo.


" ck. . bawahan tapi berani mencium adik tuan nya. " sindir silvia.


" haahaha. . kenapa, kamu mau lagi.? " goda teo.


" iih ogah. gak nafsu. week. " cibir silvia.


teo yang melihat itu hanya bisa tertawa pelan.


mereka menyisir kota dengan suasana yang hening kembali , selang berapa menit tiba lah teo di depan kampus nya silvia. silvia yang sudah mulai gerah pun buru buru turun dari mobil tanpa menoleh dan berbicara kepada teo.


melihat silvia yang terburu buru. teo berteriak keras.


" hati hati sayang. jangan nakal. " goda teo.


silvia langsung berbalik. lalu mengulur kan lidah nya mengejek ke arah teo. teo hanya tertawa pelan melihat tingkah silvia yang menurut teo semakin lucu.

__ADS_1


teo pun langsung memutar kemudi nya menuju pulang ke mansion tuan nya karna ada tugas yang harus dia selesai kan. .yaitu tentang fiona.


esa yang kembali bekerja karna sif nya telah datang pun. bekerja dengan penuh semangat. karna dia pikir dia akan bertemu dengan silvia. ( kemane aje lu bung) heheheh.


esa menjalani tugas nya seperti biasa, berpatroli memutari setiap sudut mansion agar aman. selang asik berputas putar, esa melihat fiona bekerja serta pekerja pekerja lain nya yang tidak jauh dari posisi fiona.


esa berjalan mendekat ke arah nya fiona.


"hay fio fio. " sapa esa sambil menepuk pundak fiona dengan cukup keras.


" haaa. copot kau. " fiona terkejut dan reflek terlatah.


esa yang medengar nya pun tertawa keras. dan mengejek fiona.


" latah neng. " sambil tertawa pelan.


" ee, , kak esa. kagetin ajha tau gak. jelas fio lagi fokus kerja biar cepat selesai. " rutuk fiona kesal.


" hm. .baik kak. kakak sendiri gi mana? " Fiona balik bertanya.


" cukup baik dan selalu baik. " jawab esa yakin.


" hmmm yakin kata fiona. "


" yaaap. " jawab esa sambil menganggukkan kepala nya mantap .


padahal esa tidak tau sakit apa yang akan dia terima nantik. sakit atau bahagia yaah hanya takdir yang berbicara.

__ADS_1


( eiiits salah bukan takdir. tapi tangan author. heehheehhe. )


esa dan fiona asik bersenda gurau sambil fiona mengerjakan pekerjaan nya dengan santai sebab pekerjaan nya tinggal sedikit. yaitu meyapu halaman yang luas karna daun daun yang gugur berserakkan.


teo yang telah sampai di mansion tuan nya langsung mencari keberadaan nya bibi, untuk membicarakan masalah fiona yang akan bekerja sebagai pelayan pribadi tuan nya.


teo yang mencari bibi ema. menyelusuri area mansion dari depan menuju ke belakang. rupa nya sang bibi ema berada di lantai paling atas, memberi petunjuk kepada sang asisten nya bagaimana menata barang yang sedang di ganti dengan barang yang baru. begitu lah setiap saat. jika ada barang yang lama tidak sesuai selera lagi akan segera di ganti oleh sang pemilik mansion yang tinggal di dalam nya.


teo pun beranjak menuju ke lantai paling atas mansion itu serta memanggil manggil nama nya bibi ema.


" bibi emaa. . bi. bi emaa. " seru teo bersuara cukup keras.


bibi ema yang sedari tadi sibuk langsung menoleh ke sumber suara. dan melihat teo yang mulai mendekat ke arah nya.


" ada apa tuan teo. " tanya bibi.


" bibi pekerja yang bernama fiona mon alester segera pindah kan menjadi pelayan pribadi untuk tuan Al, sebab perintah ini turun langsung dari mulut nya tuan Al. "


bibi pun manggut manggut serta sedikit terkejut. tuan nya Al tiba tiba meminta wanita menjadi pelayan pribadi nya. biasa nya tuan kan tidak suka. bibi ema sedikit ragu dan kembali bertanya.


" apa tuan teo serius. ? "


"of course ." sahut teo.


" hmmm. baik tuan. " kata bibi sambil mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.


" oke. saya ke bawah dulu. "

__ADS_1


" baik tuan ." sahut bibi.


bibi yang mendapatkan perintah itu pun. langsung turun ke bawah untuk menemui fiona. dan memenuhi perintah sang tuan dengan cepat.


__ADS_2