
fiona berjalan menuju kelantai atas mansion itu untuk ke kamar nya Al.
tok tok tok.
" tuan. " panggil fiona.
tok tok tok.
" tuan Al, saya pelayan pribadi anda tuan. apa saya boleh masuk. ? " tanya fiona dengan nada kuat.
Al yang sedang tertidur pun merasa terganggu , dan Al hanya berdecak kesal.
" ck, masuk lah. " perintah Al.
" baik tuan. permisi " jawab fiona.
Al yang melihat fiona masuk pun langsung menatap ke arah nya dengan posisi yang masih tertidur di atas tempat tidur dengan keadaan telungkup. karna arah nya Al tidur posisi nya persi menghadap ke pintu.
fiona yang melihat wajah yang tidak asing bagi nya hanya tersentak terkejut.
" haa. dia laki laki itu. " monolog fiona dalam hati. sambil melotot kan mata nya tidak percaya.
" jadi dia tuan di rumah ini. mati aku . apa dia ingin membalas ku karna tidak sopan kepada nya. " monolog fiona lagi di dalam hati.
fiona hanya terdiam mematung menatap ke arah nya Al karna terlalu dalam dari lamunan nya. hingga dia tidak sadar Al saat ini telah berdiri dan berjalan ke arah nya.
fiona masih sibuk dengan pikiran nya dan lamunan nya hingga sebuah tangan memukul kening nya dengan cukup kuat dan dengan jarak yang di bilang cukup dekat.
__ADS_1
" pletak. " Al memukul kening nya fiona.
"auuuuh iish. ." fiona meringis kesakitan sambil memegang kening nya dan mengelus ngelus dengan tangan kiri nya. fiona menatap tajam ke arah Al sambil bersuara.
" kenapa tuan memukul kening saya. memang apa salah kening saya kepada tuan. " fiona berbicara dengan nada kesal dan menahan sakit.
" tidak ada. tapi salah mu karna melamun di depan ku, jika terulang lagi bukan hanya kening mu yang aku pukul namun juga bibir mu. " goda Al sambil sedikit memainkan rambut nya fiona.
fiona yang tiba tiba mendengar kata kata itu hanya bisa mundur beberapa langkah dengan menajam kan tatapan nya. seakan Al adalah musuh besar nya.
" kalau tuan berani Saya akan lapor kan atas tindakkan pelecehan. " ancam fiona.
" oh yah. " kata Al enteng.
fiona yang melihat Al berjalan ke arah nya berniat untuk mendekati nya, fiona refleks mundur ke belakang hingga dia mentok ke pintu kamar nya Al yang telah tertutup otomatis. hanya Al yang tau sandi kode nya.
fiona mulai merasa cemas, dengan apa yang akan terjadi. dia di sini untuk bekerja dengan baik baik bukan untuk hal yang macam macam. apa lagi sampai melayani tuan gila nya ini.
" aduuuuh mati aku. aku harus kabur. tapi gi mana. hiks hiks. . tolong siapa pun. " batin fiona.
" kenapa kau melamun lagi monyet? ." tanya Al
" aA. .ppa. anda memanggil saya dengan sebutan monyet. hee. .benar benar. kalau saya monyet anda king kong. paham. " kata kata fiona yang penuh tekanan .
" hahahaaha. " Al tertawa.
" berarti king kong dan monyet bisa menikah dong. " goda Al lagi dengan posisi yang masih sama.
__ADS_1
" haaa. . " fiona melotot dengan mulut ternganga .
" waaah. .waah. . tuan sudah gila. " kata fiona pelan.
Al hanya menahan tawa nya. lalu melepaskan pegangan kedua tangan nya dari pintu itu lalu menatap fiona dengan dalam.
" apa kau masih ingat dengan ku wanita monyet. ? " tanya Al penasaran .
" hmm. tapi saya bukan monyet. anda yang king kong. " kesal fiona sambil melihat ke arah lain dengan wajah yang menahan kesal.
" hahahaha. . haaa baik lah. jika kau sudah ingat aku akan mengulang nya kembali. " kata Al tidak jelas yang membuat fiona sedikit kebingungan .
" maa. .ksud tuan apa? " tanya fiona dengan sedikit gugup.
" apa yang akan di lakukan laki laki ini. apa dia akan bertindak gila. oh tidak tidak. aku harus cepat cepat kabur, " kata fiona dalam hati.
Al yang melihat fiona dalam mode melamun langsung dengan cepat mendekati wajah nya fiona dan mencium bibir nya dengan lembut dan dengan singkat.
" cup "
fiona yang mendadak mendapat kan serangan mesum itu hanya bisa tersentak terkejut dari lamunan nya. dengan mengangkat kepala nya dan menatap dengan tatapan yang jengkel ke arah tuannya.
dengan rasa yang kesal dan emosi fiona berbiacara kepada Al " kenapa tuan melakukan itu. aku bukan pem. ." belum selesai fiona menyelesaikan kata kata nya Al kembali ******* bibir nya fiona.
tangan Al segera mengunci kedua tangan nya fiona dengan menahan nya di atas kepala nya fiona. Al mulai merindukan bibir ranum milik nya fiona.
fiona meronta dengan kuat, berharap ciuman ini lepas. dia tidak rela sungguh tidak rela rasa nya. sudah dua kali laki laki ini melakukan nya.
__ADS_1