CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 59


__ADS_3

menempuh beberapa menit di perjalanan, akhir nya teo sampai di kediaman nya fiona.


teo pun masuk dan mengetuk pintu nya. tok tok tok tok. terbuka lah pintu rumah itu, menampilkan seorang wanita paruh baya.


" ada apa tuan? " tanya wanita paruh baya tersebut.


" begini bu. saya ingin berjumpa dengan nona fiona. apa nona fiona nya ada? " tanya teo kepada sang wanita paruh baya itu.


" maaf tuan. semua pemilik di rumah ini sedang tidak ada tuan, dan saya adalah penjaga di rumah ini tuan. saya pembantu di sini tuan. dan tuan bisa memanggil saya dengan panggilan bibi. " jelas sang bibi kepada teo.


" ooh baik lah bi. hmmm maaf bi. tapi kemana semua penghuni rumah ini bi? " tanya teo lagi.


" itu saya juga tidak tau tuan. karna istri dan anak perempuan nya dari tuan tama mereka pergi dengan beberapa lelaki tuan tapi saya tidak tau mereka siapa dan ke mana tujuan nya tuan. " jelas bibi.


" apa anak nya itu bernama fiona atau siska bi? " tanya teo kembali


" hmm. .nona siska tuan. " jawab bibi.


" kalau begitu. nona fiona kalian kemana? " tanya teo sekali lagi.


" hmm. . kalau nona fiona dan tuan kevin sedang di luar tuan, karna sedang mencari tuan tama. sampai saat ini juga belum kembali tuan. " jelas bibi lagi


perkataan sang bibi membuat teo menjadi bingung, " ada apa ini? " tanya teo pada diri nya sendiri di dalam hati.


" hmmm. . apa bibi tau apa yang terjadi di sini? " tanya teo.

__ADS_1


saat bibi hendak ingin menceritakan apa yang bibi itu lihat dan dengar ,pembicaraan mereka ternganggu karna suara telvon dari dalam rumah milik nya fiona dan itu pun membuat teo mau tidak mau harus pergi dari sana.


" hmm. baiklah nanti aku akan kesini lagi. saya permisi bi. " kata teo sambil berlalu pergi dari sana.


" baik tuan. " kata bibi sambil menganggukkan kepala nya. dan menutup pintu lalu berjalan ke arah telvon.


teo yang sudah berada di dalam mobil nya pun memilih untuk menghubungi tuan nya Al.


nada dering tersambung.


" hallo tuan. nona fiona tidak ada di rumah nya tuan. " jelas teo.


" apa, tidak ada bagaimana. apa kau serius teo? " tanya Al.


" saya serius tuan. bahkan kata pembantu di rumah nya nona fiona keluar bersama sang kakak nya untuk mencari ayah nya yang hilang tuan. dan sampai sekarang nona fiona belum pulang tuan. " jelas teo kembali.


" ba. . baik tuan. " kata teo gugup.


teo pun memilih kembali ke kantor untuk mencari keberadaan nya fiona melalui retasan CCTV di ruangan kerja nya nantik.


Al yang mendengar kabar fiona barusan semakin tidak karuan. perasaan sakit. gelisah semua nya menjadi satu.


" kamu di mana fio. " gumam Al pelan.


di tempat rian saat ini.

__ADS_1


penyiksaan itu kembali terjadi. gilir bergantian. mereka semua mendapatkan hadiah dari rian. tidak bisa tidur dengan nyenyak karna luka yang sakit. serta perasaan takut kian bertambah. kondisi fiona sangat buruk. bukan hanya luka fisik namun mental nya juga ikut terluka.


hari berlalu dengan cepat hari demi hari, dan sekarang sudah 3 minggu fiona di sekap dan di siksa. Al pun masih belum dapat kabar dari teo tentang fiona. karna posisi fiona saat itu sering berpindah pindah jadi tidak tau di mana posisi terakhir nya fiona. sedang kan di taman waktu itu tidak ada CCTV itu lah mengapa teo susah mencari keberadaan nya fiona hingga sekarang.


Al pun menjadi merasa was was, hati nya menjadi semakin sakit. rasa sesak di dada nya menjadi lebih kuat hingga rasa nya Al tidak bisa bernafas dengan normal.


asik dengan lamunan nya Al di kejutkan ada nya suara dari benda pipih nya dan ternyata rian lah yang menghubungi nya.


" hallo tuan. apa tuan tidak ingin kemari melihat kondisi mereka. ? " tanya rian.


Al terdiam sesaat. entah mengapa perasaan Al saat ini hanya merasa biasa saja. bahkan tidak ada semangat nya untuk melihat atau ada niatan untuk menyiksa mereka yang sudah menghancurkan hidup nya dulu. Al tidak mementingkan itu lagi yang Al pikirkan saat ini hanya tentang fiona.


"tuan. " panggil rian sekali lagi.


" hm. baik lah aku kesana. " jawab Al singkat.


dan panggilan pun terputus. tut. tut. tut.


Al bersiap siap menuju ke markas nya, oma dan opa Al hanya menjalani hari seperti biasa saat ini. mau menangis pun percuma sebab sudah 3 minggu ini juga mereka ikut mencari keberadaan nya fiona namun tetap saja nihil.


oma dan opa tidak bisa leluasa untuk bergerak karna usia mereka yang sudah tua. mereka berdua hanya bisa menghabiskan waktu di dalam mansion. kadang berkebun. berjalan jalan santai di mansion. begitu lah oma dan opa menghabiskan hari hari mereka.


Al berlalu meninggalkan mansion nya untuk menuju ke markas nya.


**pantolin terus yah gusy. next episode berikut nya.

__ADS_1


terima kasih bagi yang sudah mendukung. 😘😘💪**


__ADS_2