
selang beberapa jam mereka bersama membahas apa saja langkah yang akan fiona lakukan kedepannya, mereka pun beranjak dari cafe dan mencari kost kost untuk fiona. fiona tidak ingin menyusahkan tika walau pun mereka sahabatan, fiona hanya ingin mandiri.
dan dilain sisi seorang COE dan sekaligus seorang mafia telah bangun dari mimpi buruknya, bukan mimpi indah yah guys hehehehe.. setelah sadar sepenuhnya nya dan jiwa sudah terkumpul , dia beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi setelah dia melihat jam di dinding menunjukkan pukul 8 pagi, dia segera bergegas dikarenakan di kantornya pagi ini ada rapat penting yang harus dia hadiri .
sebelum dia keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dia beralih pandang ke sebuah dinding yang dimana didinding tersebut terpajang sebuah foto wanita yang telah menjauh dari hidupnya dan dunianya, yah dia sangat sangat mencintai wanita tersebut walaupun terpisah jarak yang jauh.
aku merindukan mu sayang ,
aku berangkat kerja dulu, dia mendekati bingkai foto tersebut dan mendekat kan wajah nya kesana agar bisa mencium pipi wanita yang ada di foto tersebut, sungguh sanggat lama ciuman tersebut berlangsung sebab dia amat sangat rindu pada wanita itu, sudah serasa nya puas melakukan ciuman itu, dia melepas ciuman itu dan barulah dia keluar dari kamarnya, karna dia telah berpamitan pada wanita itu walau hanya melalu foto.
dia keluar kamar dan menuruni anak tangga dan dalam beberapa langkah lagi dia telah melihat teo sang asisten sekaligus tangan kanan nya yang setia dan dia percayai ,telah berdiri tegak di sebelah kursi nya, dan di sana tak lupa pula ada oma dan opa nya alfina..
yaaaah,,.. ALFINO CAPRIO BARA seorang ceo yang dingin, keras kepala dan kejam yah walau pun memiliki sifat yang buruk itu dia adalah sosok yang bertanggung jawab dalam semua aspek kehidupan pribadi nya.
__ADS_1
yah yang sekarang berumur 28 tahun dan belum mempunyai anak, Al berjalan mendekati meja makan dan duduk dengan tenang dan mulai mengambil sarapan tanpa ada kata kata yang keluar dari mulut dingin nya itu.
oma yang merasa risih dan jengkel dengan sifat cucunya tersebut yang sering kali seperti ini karna kejadian masa lalu, membuat oma nya menjadi bosan dan muak.
lalu oma nya memberanikan diri berbicara dengan menyindir cucunya tersebut melalui teo sang asisten cucunya.
oh teo,, apakah kau selalu membawa kantong es kemana mana. ? " tanya oma meli pada teo "
teo yang tidak nyambung dengan sindiran oma meli tersebut untuk alfino cucunya itu hanya menampakkan expresi bingung dan kaku, bingung harus menjawab apa dan melakukan apa , dengan pandangan mata nya menghadap oma.
oma meli yang tidak mendapat respon seperti yang dia harapkan dari teo hanya bisa mendengus kesal dan melempar sendok garpu yang ada ditangan nya kebawah lantai dan menyuruh teo untuk mengambil nya.
teo tolong ambilkan garpu ku yang jatuh " pinta oma "
__ADS_1
baik oma " kata teo "
setelah mengambil garpu tersebut dan memberikannya pada oma meli., oma meli menjatuhkan garpu tersebut sampai teo berulang ulang kali mengambil dan memberikan nya lagi pada oma meli, pinggang teo yang sudah mulai sakit bungkuk tegak tersebut pun hanya bisa pasrah karna dia tak sanggup melawan beruang betina yang ada didepan nya tersebut .
oh tuhaan tolong lah hamba mu ini, hamba belum memiliki keturunan jangan sampai pinggang hamba yang berharga ini lepas dari tubuh hamba ini ya tuhaan " batin teo "
melihat teo yang menunjukkan expresi kesal oma meli hanya tersenyum diam, melihat kelakuan istrinya opa darma hanya geleng geleng kepala.
beda dengan al yang hanya asik menikmati menu sarapan nya tanpa memperdulikan tatapan teo sang asisten yang meminta bantuan pada nya, tapi bukan al nama nya yang mempunyai sifat dingin, dia tidak perduli pada penderitaan orang lain termasuk teo sendiri.
hiks.. hiks.. kau kejam tuan, setelah ku tatap pun kau acuh tak acuh pada ku. padahal aku lah bawahan mu yang paling setia hanya pada mu tuan " batin teo"
melihat teo yang kelelahan pun, oma meli merasa tak tega dan dengan baik hati mengucapkan terima kasih pada teo setelah terakhir kali nya teo mengambil dan mengembalikan garpu itu ke oma. mendengar kata indah yang keluar dari mulut oma meli itu pun teo mengeluarkan senyuman maut nya yang lebar dan berkata " terima kasih oma yang cantik bak berbie "
__ADS_1
dan lalu berkata dalam hati dengan senang nya" terima kasih tuhan pinggang ku selamat untuk keturunan ku yang akan datang namun ntah kapan "