
tap tap tap.
suara langkah kaki Al yang berjalan mendekat ke arah mereka semua. dokter alexa yang berada di barisan depan pun. tidak bisa untuk menyembunyikan rasa takut serta tegang di wajah nya, wajah nya sudah pucat tidak berdarah.
" kenapa kalian berkumpul di sini. apa ada kabar baik. ? " tanya Al dengan senyum manis nya, dan itu malah membuat orang orang yang ada di sana semakin tegang dan terdiam.
" kenapa diam? " tanya Al kembali, Al pun yang melihat ada keanehan kepada semua nya, serta melihat wajah mereka semua pada dalam ketakutan dan pucat. langsung menatap tajam ke arah dokter alexa. yang berada tepat di hadapan nya Al.
" katakan. " kata Al dengan nada dingin nya dan penuh penekanan.
semua nya terkejut dan tubuh mereka semua nya gemetaran karna ketakuatan. masih belum ada yang berani bersuara, hening seperti kuburan .
" katakan, atau aku bunuh kalian semua yang ada di sini. " kata Al dengan nada tinggi dan aura dingin nya, mencekam suasana.
" i. . i. . itu tuan Alfino. hmm. " jawab dokter alexa yang merasa takut luar biasa, detak jantung berdegup dengan cepat.
karna merasa geram dengan tingkah dokter itu yang bertele tele, ada seorang suster yang berani kan diri untuk berkata dengan jujur tanpa basa basi, karna suster itu tertarik kepada Al selama Al berada di rumah sakit menunggui fiona . suster itu tidak tau siapa Al karna dia hanya suster baru. suster itu tidak tau ada hubungan apa wanita yang sudah meninggal itu dengan Al, suster itu tidak perduli pada apa pun, yang dia ingin kan hanya Al menjadi milik nya. karna ketampanan yang di milik oleh Al membuat suster tersebut memiliki cinta yang gila hanya untuk Al.
__ADS_1
" wanita itu sudah meninggal. " teriak suster itu kuat dan posisi nya berdiri hanya beberapa meter dari posisi nya nya Al saat ini.
" apa. wanita yang mana, katakan " teriak Al , Al tidak dapat menahan emosi dan sesak di dada nya.
" kau. katakan dengan jelas. " bentak Al menatap ke arah suster itu dengan menunjuk ke arah nya.
para yang lain nya menatap suster itu dengan tatapan tajam dan melotot. " suster bodoh. " umpat direktur itu pelan.
" haa, mati lah. " sambung yang lain nya bergumam.
" keberanian berujung petaka. " gumam dokter alexa pelan.
suster itu pun tersentak sebentar, namun entah kepercayaan diri dari mana. dia malah tidak takut, dan malah memberanikan diri menatap mata nya Al dengan berani nya. sedangkan yang lain nya sudah tertunduk takut.
" he, manusia bodoh. lihat aku, aku akan segera berhenti dari sini, dan bersama dengan lelaki tampan ini. dan kelihatan nya dia adalah orang yang kaya. hahahahaha. kalian akan berada di bawah kaki ku saat ini. lihat saja, aku akan membalas kalian semua yang telah menindas ku di sini selama ini. " monolog suster itu dalam hati dengan memperlihatkan wajah sombong nya.
sadar dari lamunan nya suster itu pun berjalan untuk mendekat kepada Al beberapa langkah dan hanya menyisakan jarak 2 meter antara diri nya dan Al.
__ADS_1
" wanita yang di rawat di ruangan XX atas nama fiona mon alester tuan, telah meninggal dunia hari ini tuan. maaf atas kelalaian dari para pekerja serta dokter di sini tuan. semua nya terjadi karna kelalaian dari yang bertanggung jawab tuan. maka nya wanita itu meninggal tuan. " jelas sang suster itu tanpa takut dan masih berani menatap mata nya Al .
jedder.
berita itu membuat tubuh Al melemah, jantung nya berhenti berdetak. wanita yang dia cintai pergi meninggalkan nya, apa apaan ini. sungguh tidak lucu, pikir Al yang sudah tidak berdaya.
melihat tuan nya yang akan tumbah teo berjalan dengan cepat dan membopong tubuh nya Al agar tidak terjatuh ke lantai.
" apa ini bercanda teo? " tanya Al kepada teo sambil melihat wajah nya teo menunggu jawaban.
" tidak tuan. " jawab teo singkat dengan menggeleng gelengkan kepala nya.
sekali lagi, kenyataan pahit harus Al telan, dada nya sesak, teramat sakit. " aaaaaaaaaakh " Al berteriak dengan histeris di sana.
" bunuh semua nya teo. aku tidak mau semua yang ada di sini hidup bahagia sedangkan fiona harus menderita sendirian. " bentak Al dengan emosi berapi api dengan tatapan tajam nya, dan melepaskan tubuh nya dari tangan teo.
Deg. jantung semua orang orang yang ada di sana berhenti mendadak, mendengar perkataan Al barusan. semua nya mulai menangis histeris dan berkata dengan memohon kepada Al agar di lepaskan.
__ADS_1