CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 94


__ADS_3

" haaahahahaha, kau benar benar ayah yang sangat baik. " ejek Al kepada tama.


tama hanya terdiam dan menatap ke arah feli istri nya. feli yang tidak suka akan tatapan tersebut pun mulai merasa risih dan tidak nyaman. " kenapa mas melihat ku seperti itu? " tanya feli .


" tidak ada, kenapa pula kau harus gugup seperti itu. " tambah tama kemudian lalu kembali menatap Al.


" haa, tatapan mas ke aku seakan akan. mas menduduh aku, apa itu yang mas fikirkan " kata feli merasa tidak terima dengan tatapan tama kepada nya.


" apa kah kau sudah gila " teriak tama mulai murka.


" sudah lah mas, jangan mengelak. sebenarnya kau tidak menyanyangi putri mu itu kan, itu lah kenapa kamu melupakan kan nya, " teriak feli tidak mau kalah.


" diam atau kau aku ceraikan. jangan pancing aku feli " teriak tama menggebu gebu karna emosi.


" hahahahahaha cerai kata mu. , jika bukan karna anak sialan mu itu, aku dan anak anak ku tidak akan menderita dan mendapatkan penyiksaan tersebut, gara gara anak sialan tersebut. semua ini terjadi. anak itu pembawa sial. " teriak feli dengan emosi.


deg. jantung fiona berhenti berdetak sesaat, sebegitu benci kah mama tiri nya kepada nya, karna terlalu banyak berfikir dan tekanan, nafas fiona mulai tidak stabil. dan alat monitor yang ada di samping nya fiona pun berbunyi dengan kuat. semua orang yang ada di sana pun menjadi diam dan panik , Al berdiri dengan cepat menghampiri fiona, " panggil dokter rian " teriak Al mulai putus asa. suara tersebut semakin berbunyi tanpa henti, nafas fiona menjadi cepat dan dada nya fiona menjadi naik turun. Al yang melihat itu pun hanya bisa menangis tanpa henti, " kamu harus kuat fiona, demi aku " kata Al sambil menggenggam sebelah tangan nya fiona dengan erat.


rian yang sudah keluar dengan langkah tergesa gesa pun memanggil dokter dengan suara yang kuat, feli hanya diam mematung. sedangkan tama merasa syok bukan main, karna pasien yang berada di satu ruangan bersama nya saat ini adalah anak nya sendiri. tama adalah ayah yang bodoh, tidak bisa mengenali anak nya sendiri.

__ADS_1


" bodoh bodoh bodoh. " gumam tama dalam hati penuh dengan penyesalan, tubuh tama bergetar hebat, tama berharap fiona bisa sadar dan sehat kembali.


Mereka tidak tau bahwa sedari tadi ada sepasang telinga yang mendengar kan pembicaraan mereka sadari tadi, sepasang telinga tersebut bukan lah milik rian tetapi melainkan milik fiona. fiona sudah mulai tersadar dari pengaruh bius tersebut tetapi belum bisa membuka mata nya karna masih terlalu berat, fiona hanya bisa pasrah untuk mendengarkan semua nya saja saat itu hingga tidak bisa menahan nya lagi, fiona mengalami ngangguan fungsi otak di kepala nya karna terlalu banyak berfikir dan tekanan. dokter dan rian pun masih belum tiba, Al semakin panik , hingga sebuah suara yang sangat pelan keluar dari bibir nya fiona, " ma. . ma. .af, aku. . men, , cin, , tai. mu, , hi. . dup. . lah, , de. , ngan. , ba. ,ha.. gia, , " fiona berkata kepada Al dengan mata yang masih tertutup dengan dada yang masih naik turun. dan sesaat kemudian alat monitor tersebut berhenti berbunyi dan memperlihatkan garis lurus yang tidak bergerak. fiona pun terdiam tidak ada lagi nafas yang keluar dengan cepat, tidak ada lagi dada yang naik turun. fiona terdiam tidak bergeming sama sekali, " fiona. jangan membuat aku takut " kata Al dengan suara yang bergetar.


" fiona " kata tama memanggil nama anak nya, tama hanya menangis dengan air mata yang jatuh dengan deras. karna tidak bisa bergerak dengan leluasa karna kaki nya yang lumpuh.


dan tidak lama setelah itu, rian datang membawa dokter.


dokter masuk dengan tergesa gesa, mulai memeriksa fiona, sesaat kemuadian dokter itu pun berhenti.


melihat itu pun Al berteriak " kenapa berhenti memeriksa nya, lanjutkan dan selamatkan dia. " teriak Al dengan suara bergetar nya menahan tangis nya dan perasaan campur aduk di dalam diri nya , dengan perasaan takut dokter itu pun berkata jujur kepada semua orang yang ada di ruangan tersebut " dengan berat hati saya mengatakan nya tuan dan nyonya, bahwa pasien sudah tiada " jelas sang dokter dengan rasa berat hati bercampur sedih dan takut.


" tidak, tidak. tidak mungkin, kau pasti berbohong. " teriak Al histeris.


" sudah tuan, susah. mungkin memang ini takdir nya. " jelas rian kemudian. Al hanya terdiam tidak jadi menyerang sang dokter. karna sudah nerasa aman, sang dokter pun berlalu dari sana tanpa bersuara.


Al merasa dunia nya hancur, Al tidak menyesal mencintai fiona, Al tidak menyesal karna telah mengenal fiona tetapi takdir mempermainkan diri nya dengan sangat kejam. merebut cinta nya dan kembali merasakan apa itu kehilangan lagi.


fiona benar benar di nyatakan telah tiada, dan sudah di kebumikan hari itu juga, oma. opa dan semua nya merasa syok karna kabar yang mendadak tersebut, tetapi mereka semua hanya bisa pasrah menerima jalan nya takdir. Al juga tidak banyak bicara semenjak Al berada di rumah sakit hingga fiona pun sudah di kebumikan,

__ADS_1


hingga waktu berubah menjadi gelap pun. Al masih diam tanpa mengeluarkan suara, Al mengurung diri nya di kamar, di mana tempat yang ada diri nya dan juga fiona. kenangan kenangan tersebut, masih ada di sini. di dalam hati nya Al. Al mulai bergerak mencari sesuatu benda milik fiona yang mungkin ada di dalam kamar nya, Al sibuk mencari ke sana ke mari. hingga Al menemukan sebuah buku diary milik fiona. Al berjalan ke sisi temoat tidur nya dan duduk di tepi ranjang.


Al mulai membuka nya, membaca nya satu persatu. Al mengetahui semua nya tentang fiona, penderitaaan nya di rumah, perasaan nya kepada Al, serta semua keinginan nya fiona. Al pun mulai berfikir untuk mengabulkan semua permintaan fiona yang ada di buku diary nya ini, dan mungkin melalui ini lah salah satu cara nya Al untuk memberikan cinta nya ke pada fiona.


Al bangkit dari keterpurukkan nya malam itu, dengan motivasi agar bisa mengabulkan semua keinginan fiona. dan berniat besok pagi melakukan nya. keinginan fiona ada lebih dari seratus keinginan. walau pun keinginan nya hanya lah hal hal yang sepele dan sederhana walau terkadang ada keinginan yang di luar jangkuan manusia yang hidup nya biasa atau pas pas, tapi bagi Al tidak masalah karna menurut nya keinginan fiona tidak lah sulit bagi nya yang kaya raya.


hari pun berlalu, Al pun mulai melakukan keinginan nya fiona satu persatu , hingga hari berlalu sudah dua minggu kemudian. Al telah selesai melakukan semua keinginan fiona.hingga keinginan fiona yang terakhir pun yaitu melihat matahari terbenam, Al yang sedang berada di sebuah pantai pun hanya duduk sendirian di pasir sambil memandang laut lepas dengan pemandangan matahari yang mulai terbenam. yah keinginan terakhir fiona. Al menatap ke arah matahari tersebut. dengan hembusan angin laut yang hangat.


" aku mencintai mu fiona, dan aku akan bahagia, terima kasih untuk cinta mu, " itu lah kata terakhir yang Al ucapkan sambil memandang matahari terbenam tersebut dengan sebuah senyuman yang lepas.


TAMAT.


" MENCINTAI BUKAN HARUS MEMILIKI, CINTA AKAN TERASA LEBIH INDAH. JIKA KITA TIDAK MENGGENGGAM NYA TERLALU ERAT, LEPASKAN CINTA ITU UNTUK BISA BERNAFAS DAN BERGERAK. DAN BERIKAN LAH CINTA YANG BENAR BENAR TULUS YANG KITA PUNYAI. KARNA CINTA AKAN SELALU ADA WALAU RAGA SUDAH TIADA. "


TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN SEMUA NYA. CERITA "CINTA UNTUK FIONA " AKHIR NYA SUDAH TAMAT YEEEEEEEEAY , TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR YANG MASIH PEMULA INI. 😘😘😘


AUTHOR PAMIT DULU, BYE BYE. SELAMAT MEMBACA KARYA AUTHOR YANG LAIN. " MENGGODA PAMAN TIRI " .DI TUNGGU KOMEN DAN LIKE NYA 😘😘💪


PELUK 🤗 CIUM 😘

__ADS_1


__ADS_2