
tap tap tap.
langkah kaki fiona yang berjalan ke arah kamar nya Al. setelah sampai fiona mengetuk pintu kamar itu.
tok tok tok.
" tuan. makanan nya sudah siap. mari tuan. " kata fiona yang memanggil Al. "
" hm. baik lah tunggu di bawah. " perintah Al
fiona pun segera turun ke bawah sebelum menunggu Al sebab itu yang di perintah kan oleh Al.
fiona yang sudah sampai di bawah dan berada di ruang makan itu hanya berdiri di samping meja makan itu sambil menunggu sang tuan nya dan tidak lama setelah itu Al datang dan langsung duduk di samping nya fiona.
fiona pun dengan gerakkan yang singgap menyiapkan semua nya. oma dan opa saat ini sedang tidak berada di mansion karna harus menghadiri acara rekan bisnis lama.
di mansion ini hanya tinggal Al seorang diri dan itu tidak membuat nya kesepian sebab Al sudah terbiasa dengan hati yang kosong dan hampa.
Al makan dengan lahap sebab apa yang di masak oleh fiona sangat pas di lidah nya. Al yang makan dengan lahap dan menambah hingga beberapa kali membuat fiona tersenyum manis. karna apa yang sudah dia lakukan tidak menjadi sia sia.
setelah selesai makan Al meminta fiona untuk menyusul nya ke kamar selepas membersihkan semua nya tentu saja.
fiona masih sibuk di bawah membersihkan sisa makanan tadi yang ada di atas meja makan. setelah selesai fiona pub berjalan ke arah kamar nya tuan Al.
tok tok tok.
__ADS_1
" saya tuan. " kata fiona.
pintu terbuka. " ceklek. "
" masuk " perintah Al
fiona hanya bisa mematuhi kata tuan nya jika menolak fiona takut. Al melangkah mendahului fiona lalu memberikan sebuah kertas di hadapan nya.
fiona merasa heran dan bingung, sambil menatap ke arah Al dengan tanda tanya besar.
" apa ini tuan? " tanya fiona .
" ambil dan baca " tegas Al.
" masa pinalti nya sebanyak ini tuan jika saya melanggar. ini nama nya mah pemerasan. " kesal fiona sambil menatap tajam ke arah Al.
" tanda tangan atau tidak. " tekan Al.
fiona sedikit ragu dan bimbang. banyak pertimbangan dan ragu namun dia tepis dengan cepat sebab gaji yang di berikan tidak lah main main. bahkan di bilang fantastis untuk seorang diri nya. akhir nya lama telah menimbang fiona memilih untuk mendatangani kertas itu.
melihat itu pun Al tersenyum puas.
" kau berada di tangan ku. " kata Al dalam hati sambil mengeluarkan senyum tipis nya.
fiona tidak menyadari jika hidup nya akan sulit setelah ini.
__ADS_1
Al merasa senang sebab sang wanita sudah berada di tangan nya. tidak lama setelah itu benda pipih milik nya Al berbunyi. Al mengambil benda pipih itu dari dalam saku celana nya.
Al mendapatkan sebuah pesan yang membuat nya naik darah.
" bagaimana kabar mu, apa tidak ingat pada ku " isi pesan itu sambil mengirimkan gambar reta sang istri nya Al.
" ****. " umpat Al kesal.
karna gambar foto yang di kirim kan oleh si pengirim itu adalah foto reta saat masih dalam keadaan kacau dan saat kejadian naas itu terjadi. " kenapa foto ini ada dengan nya. apa jangan jangan dia adalah orang nya. " pikir Al sambil berputar mengingat kejadian masa lalu.
fiona yang melihat Al yang sedang di landa emosi pun terkejut dan takut. Al menjadi orang yang berbeda. aura yang di berikan nya adalah aura membunuh. fiona memberanikan diri untuk bersuara. " tuan kenapa? " tanya fiona pelan.
" pergi lah " bentak Al pada fiona.
fiona terkejut karna suara bentakkan dari Al tidak menunggu waktu lama fiona sudah berlalu pergi meninggalkan seorang diri di kamar nya.
Dengan perasaan yang tidak tenang Al menyuruh teo untuk melacak nomor sialan itu. sambil mengirim nya ke teo sesuai perintah Al.
teo yang sibuk dengan laptop nya terkejut ada pesan masuk dari tuan nya ke benda pipih nya. teo pun sudah mengerti setelah membaca pesan itu dan teo langsung melakukan nya saat itu juga.
esa masih sibuk dengan kegiatan nya di mansion itu. menjaga dengan baik tanpa ada kesalahan.
Hingga sebuah kiriman yang mendadak mengejutkan nya, karna ada sebuah mobil van berwarna hitam yang berhenti mendadak tepat di depan mansion. dengan melemparkan sebuah kotak yang cukup besar. yang tertulis di atas kota itu " untuk tuan mu " dan langsung pergi dengan cepat.
esa pun langaung menghubungi teo dengan benda pipih milik nya dengan tergesa gesa.
__ADS_1