CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 88


__ADS_3

teo yang tidak merasa bersalah pun masuk dengan santai nya, tap tap tap. suara langkah kaki teo, teo yang sudah berada di dekat nya rian pun tertawa dengan jahil.


rian yang merasa kaget betulan pun, " ck. jantungan aku yo, jahat benar. nantik tuan bangun baru tau rasa lo. sialan " bentak rian menahan kesal.


" hahahahaahaha, syukurin. lagian lo sih, duluan duluan buka ajha. tuan belum liat jugak. " kata teo yang tertawa dengan senang nya karna berhasil membuat rian terkejut.


Al yang tidur dengan nyenyak itu pun, mulai bergerak dan perlahan membuka mata nya karna merasa ternganggu dengan suara bising yang ada di sekitar nya.


rian dan teo langsung terdiam.


" mampus gue " batin mereka berkata secara bersamaan, dan saling pandang.


" ck, apa apaan kalian berdua. kalau mau ribut, di luar jangan di sini. aku mau istirahat " bentak Al dengan nada kesal. dan langsung bangun untuk duduk.


" hahahaaha, ma'af tuan, aku ke sini untuk mengantar ini tuan " kata rian sambil tertawa untuk menghilangkan atmosfer yang terasa tertekan tersebut, dengan berdalih ke leptop agar tidak kena marah terlalu lama. dan menyerah kan leptop tersebut kepada Al.


Al pun menerima nya tanpa berbicara, sedangkan rian dan teo sudah menelan saliva mereka dengan kasar.

__ADS_1


" ma'af tuan. saya salah. saya sudah memesan sarapan tuan, apa tuan mau sarapan? " kata teo dengan gugup. karna sedari tadi tuan nya hanya diam. dengan pandangan yang melihat ke arah leptop dan berpindah melihat ke arah nya fiona, begitulah untuk kesekian kali nya hingga suara teo mengalihkan pandangan Al, " tuan " panggil teo .


" hm " jawab Al menatap teo, " siap kan lah. aku juga sudah lapar. kau juga sarapan rian " kata Al kemudian dan berniat untuk berdiri menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya. leptop tersebut Al letakkan di atas sofa terlebih dahulu.


" haaaaa" bunyi helaan nafas rian dan teo secara bersamaan.


teo dan rian pun menata makanan yang di bawa oleh teo itu di atas meja. dan tidak lama setelah itu Al keluar dari dalam kamar mandi.


tap tap tap. suara langkah kaki Al, dan Al pun sudah duduk di tempat nya semula. dengan posisi rian yang ditengah tengah antara Al dan teo. .


teo dan rian hanya melihat tuan nya seperti itu tanpa berani mengumpat bahkan untuk berbicara, karna entah kenapa saat ini atmosfer yang di sekitar Al sedang tidak baik dan bersahabat.


" ada apa dengan tuan? " bisik rian kepada teo.


" ntah lah,, aku tidak tau. ketika aku meninggalkan nya, tuan baik baik saja sedang tertidur. " jawab teo dengan bisikkan pula.


" apa jangan jangan tuan kesambet yo. ih serem yo kalau memang benar " bisik rian kembali.

__ADS_1


" huus, jangan sembarangan tu mulut, nih makan cabe biar sadar " bisik teo di telinga rian sambil tangan nya teo mengambil cabe di dalam tempat wadah tersebut dan memasukkan nya dengan cepat ke dalam mulut nya rian.


rian pun merasa kepedasan, karna yang di masukkan teo ke dalam mulut nya rian tersebut, adalah cabe setan bukan cabe biasa. rian sangat kepedasan hingga air yang ada di depan mata nya langsung tandas dalam beberapa teguk oleh rian.


"bangsat kau yo, cabe setan tuh bukan cabe malaikat. pedas gila. lidah gue mau ke bakar ni. " amuk rian kepada teo.


"haaaaaaaa, syukurin lo. emang enak " ledek teo kepada rian hingga tertawa terbahak bahak.


Al hanya terdiam tidak ikut bergabung dengan rian dan teo untuk bercanda. di pikiran Al saat ini hanya tentang keselamatan fiona. berfikir apakah fiona akan kembali sadar atau tidak, pikiran pikiran buruk tersebut masih terus memasuki otak nya Al hingga sekarang.


Al sudah selesai dengan sarapan nya, tinggal teo dan rian yang masih sarapan, karna asik bercanda rian dan teo selesai sarapan nya lama. Al berdiri menuju ke samping nya fiona, Al memilih duduk di kursi tersebut sambil memengang sebelah tangan nya fiona, " sayang kapan kamu akan sadar, aku merindukan mu, bangunlah sayang. aku janji, setelah kamu sadar kita akan menikah. " kata Al pelan tetapi dapat di dengar oleh teo dan rian.


" hus, jangan bercanda lagi. cepat habiskan sarapan. kita bantu tuan " kata teo kepada rian.


"hm " jawab rian singkat tetapi setelah itu rian makan dengan cepat dan lahap. begitu pun dengan teo. mereka tidak ingin bermain main atau bercanda canda lagi.


selesai mereka berdua makan, teo mendekat ke arah Al dan meletakkan sebelah tangan nya di pundak Al. " tuan, lebih baik kita buka leptop tersebut, kita akan tau bagaimana cerita nya tuan " kata teo dengan lembut kepada tuan nya untuk membuka bukti tersebut.

__ADS_1


__ADS_2