CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 85


__ADS_3

tidak berselang lama, keluar lah dokter yang merawat fiona dari ruang operasi tersebut.


ceklek.


Al melihat ke arah pintu dan langsung berdiri dengan cepat, sebab melihat dokter nya sudah keluar. " bagaimana keadaan nya dok ?" tanya Al merasa takut.


" tidak apa apa tuan, semua nya aman. hanya saja pasien tadi kekurangan darah dan semua nya sudah teratasi, kondisi pasien masih lemah. karna kondisi fisik yang lemah di tambah luka tembakan itu membuat tubuh pasien semakin lemah tidak berdaya. tapi pasien sudah melewati masa kritis nya. mungkin beberapa jam ke depan pasien akan sadar, karna pengaruh bius serta pengaruh kondisi nya. kami akan memantau nya. " jelas sang dokter.


Al merasa lega, karna fiona sudah dalam kondisi aman. " baik lah dok, terima kasih atas kerja keras nya " jawab Al ramah, fiona di rawat di rumah sakit yang berbeda dari sebelum nya, sebab rumah sakit yang merawat fiona pertama kali sudah mengalami pemunduran extrim. rumah sakit tersebut sudah mengalami kebangkrutan karna ulah nya rian beberapa jam yang lalu.


fiona pun sudah di pindah kan ke ruang rawat, agar lebih nyaman. fiona di rawat di ruang rawat yang VVIP, atas perintah Al. direktur rumah sakit pun sudah tau akan kedatangan nya Al ke rumah sakit nya. dan meminta para perawat baik para dokter semua nya bekerja dengan baik, karna yang mereka layani adalah lah tuan muda yang kejam jika bertindak. kabar dari rumah sakit yang menjadi musuh mereka itu pun sudah terdengar di telinga mereka termasuk pimpinan rumah sakit tersebut. tidak ingin menerima dampak seperti saingan nya tersebut, pihak pimpinan memberikan tugas kepada para semua pegawai nya, untuk mengutamakan urusan tuan Al.

__ADS_1


setelah sampai di ruang rawat nya fiona, Al masuk untuk melihat kondisi fiona. " ma'af fio, ma'af, cepat bangun sayang. " kata Al dengan lembut dan membelai pipi nya fiona dengan penuh cinta dan kasih sayang.


fiona tidak merespon karna masih tertidur karna selesai di bius. oma, opa dan silvia pun telah sampai di rumah sakit yang di beri tahukan oleh teo.


mereka berjalan masuk dengan tergesa gesa mencari ruangan nya fiona setelah tau posisi nya dari meja resepsionis yang ada di depan pintu masuk rumah sakit tersebut.


ceklek. pintu kamar rawat nya fiona terbuka, oma yang membuka pintu itu pun berjalan masuk dengan perlahan. oma melihat cucu nya yang begitu menyedihkan di mata nya. seakan akan kebahagian tidak pernah lama untuk singgah di kehidupan cucu nya tersebut.


" Al " panggil oma lirih dan menahan tangis.


" iya sayang ini oma " jawab oma Al, dan maju ke depan untuk mendekat ke Al dan tanpa meminta izin kepada Al oma langsung memeluk cucu nya tersebut.

__ADS_1


grep.


oma memeluk tubuh cucu nya dengan erat, memberikan semangat untuk cucu nya, Al yang mendapat kan pelukan hangat tersebut pun, tidak bisa memendam rasa gundah dan luka di hati nya . semua nya tumpah dengan sendiri nya. rasa sesak, sakit. putus asa serta kekhawatiran.


" hiks hiks hiks hiks oma. " tangis Al pecah dan terdengar begitu memilukan kan. oma semakin memeluk Al dengan erat. oma pun ikut menangis menemani cucu nya dan menangis bersama sama meluap kan semua rasa yang ada.


" hiks hiks, fiona oma. apa dia akan pergi meninggalkan aku oma. hiks hiks, aku takut oma. bagaimana kalau jika fiona tidak ingin menemani ku lagi. aku butuh dia oma, sangaat. hiks hiks " isak Al semakin menjadi dan semakin terdengar putus asa.


" sabar sayang. semua nya pasti baik baik saja. " bujuk oma nya.


beberapa lama menangis, Al pun mulai tenang begitu pun oma. mereka berdua sudah terlihat lebih santai dan tenang. oma yang penasaran pun mulai bertanya kepada Al. " ada apa sayang, cerita pada oma agar kamu lebih merasa tenang dan lega, jangan pendam semua nya sayang. ada oma. hm " bujuk oma kepada Al agar berbagi cerita kepada nya. sungguh sakit perasaan oma ketika melihat cucu laki laki nya seperti ini. sungguh sangat oma tidak tega melihat nya.

__ADS_1


Al yang sudah merasa tenang, dan tidak ingin menutupi apa apa lagi kepada oma dan keluarga nya, akhir nya Al menceritakan semua nya. mulai dari kejadian tentang orang tua nya. mendiang istri nya, serta keterlibatan paman angkat fiona dan keluarga fiona.


oma sangat terkejut dan syok, walau belum bisa menerima kebenaran yang ada,. oma hanya manusia biasa, rasa sakit dan dendam itu pasti ada dan di rasakan. dan itu kembali lagi kepada diri kita sendiri. oma pun dengan lapang dada menerima semua kebenaran yang ada. karna terlalu lama larut dalam kenangan buruk masa lalu tidak akan membuat kita merasa bahagia di masa depan.


__ADS_2