
setelah selesai memejam kan mata nya tama kembali melanjutkan cerita nya . " saya pun mulai bertanya kepada surya ada apa, dan surya hanya menjawab nya dengan tawa yang mengerikan saat itu, tanpa banyak basa basi, surya menyuruh saya untuk membalas budi atas pertolongan nya kepada fiona, surya memaki saya saat itu karna saya sudah menikah lagi dan berfikir bahwa saya sudah melupakan kakak nya rania. surya mengancam saya saat itu, jika saya tidak mau menuruti nya, surya akan menghabisi keluarga saya, saya tidak mau. maka nya saya pun menuruti permainan nya surya saat itu tanpa tau hal apa yang akan saya terima di masa depan. surya menyuruh saya untuk tetap diam di posisi saya saat itu, saya melihat nya dengan mata kepala saya bagaimana surya menyiksa reta, reta hanya bisa menangis dan berteriak, memohon untuk di lepaskan , tidak tega rasa nya dan ada niat untuk menolong. tetapi saya hanya lelaki pengecut dan takut, dan saat itu juga saya berfikir bahwa cinta bisa menjadi benci dan dendam. setelah selesai dan puas menyiksa reta tanpa henti dan reta pun sudah tidak berteriak lagi, baru lah surya beralih kepada saya. memberikan sebuah senjata api kepada saya dan menyuruh saya untuk menembak kepala nya reta, pertama saya menolah tidak bisa melakukan nya, tetapi saya teringat dengan ancaman nya surya. jadi mau tidak mau saya mau melakukan nya, surya pun tertawa dengan puas saat itu dan meninggalkan saya hanya berdua di sana bersama reta , saya tidak tau bahwa surya sedang mengintai dari jauh dan saya juga tidak tau asal urul reta dan siapa suami nya saat itu, saat hendak mengacungkan senjata ke arah nya reta saat itu saya belum melakukan nya, saya belum bergerak tetapi sesaat kemudian terdengar suara tembakan. senjata yang saya pengang pun terjatuh, dan saya lebih terkejut lagi ketika melihat kepala reta sudah tertembak padahal saya belum melakukan nya. saya melihat ke sekeliling, dan tidak jauh dari posisi saya dan reta, ada sosok laki laki yang memegang senjata api dengan sebuah teropong. dan di samping laki laki tersebut ada surya dengan senyuman yang membuat bulu kuduk saya berdiri. dan tidak lama setelah itu ada suara yang berteriak dengan keras memanggil nama reta, saya yang terkejut pun reflek membalikkan tubuh saya ke arah sumber suara. dan saya melihat tuan yang berlari dengan raut wajah yang tidak bisa saya ungkapkan. tuan tidak melihat ke arah saya tuan hanya fokus melihat ke arah reta dan saya pun memilih untuk menjauh dari sana, melihat tuan dari jarak yang tidak terlalu jauh, tuan yang menangis sambil memeluk reta dan menciumi nya tanpa henti tuan terus melakukan hal tersebut berulang ulang kali, hati saya juga merasa sedih saat itu, kenapa harus berbuat kejam seperti ini, dan tanpa saya sadari ada seseorang yang datang dari arah belakang saya berjalan dengan cepat ke arah tuan, saat itu saya fikir laki laki itu adalah anak buah tuan karna saya tidak melihat kayu balok yang dia bawa,, dan tanpa ba bi bu laki laki tersebut memukul bagian belakang tuan dengan kuat hingga tuan jatuh tersungkur ke lantai dan kepala tuan pun mengeluarkan darah dengan banyak, lelaki yang memukul tuan melihat ke arah saya yang mematung saat itu, dan menyuruh saya pergi dari sana dengan menggunakan ancaman juga, mau tidak mau saya pun memilih untuk menuruti nya, saya pergi dari sana meninggalkan tuan dengan kondisi yang terluka dan saya juga tidak tau bahwa tuan selamat atau tidak saat itu, karna rasa takut saya pun tidak menceritakan kepada siapa pun tentang hal yang saya alami, saya memendam nya sendiri hingga sekarang. fiona juga tidak mengetahui nya. " itu lah penjelasan dari tama, Al hanya bisa memejamkan mata nya sesekali membuang nafas nya kasar .
__ADS_1
" kau tau pak tua, surya dan rania bukan lah saudara kandung. dia hanya pion dari kelurga angkat nya, yang sebenar nya anak kandung mereka adalah rania, surya hanya melakukan hal yang sia sia. " jelas Al kembali dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
" apa " teriak tama kaget.
__ADS_1
" he, jika kau tidak percaya juga tidak apa apa, tidak ada guna nya aku memaksa orang yang tidak berguna seperti mu, apa lagi sebagai seorang ayah. kau bahkan tidak tau kemana anak mu fiona saat ini, benar kan. " tebak Al langsung.
__ADS_1
deg. jantung tama berhenti, " benar kata nya, aku sudah melupakan fiona , yang aku fikirkan hanya keluarga baru ku. hingga aku melupakan anak kandung ku setelah kejadian yang menimpa rania, aku melupakan nya " gumam tama denga perasaan bersalah. pada saat penyekapan terjadi tama tidak sadar kan diri jadi tidak tau bahwa fiona juga ikut di siksa, dan saat masa pemulihan tama terjadi pun feli sang istri tidak menceritakan dengan jujur semua nya bahwa fiona saat itu juga ikut di siksa. dan sampai saat ini pun tama tidak tau apa apa tentang fiona, .
__ADS_1