
teo yang mendapatkan tugas dari tuan nya seperti itu hanya bisa menghela nafas nya pelan, lalu menghadap ke arah rian dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
" haaa. . nasib mu yan yan, apes bener. " kata teo pelan.
" kenapa yo, ? kenapa nasib gue. atau jangan jangan tuan ada ngasih tugas ke lu. serius yo. " kata rian mulai ketakutan akan nasib nya.
" ck. lu sih, uda tau gue uda ngumpul t bukti. tapi gak lu tanya dulu, apes kan lu kena amukkan tuan ntar. " jelas teo bersunggut kesal terhadap rian.
" aa. . mati gue yo. tolongin gue yo. please. " mohon rian dengan wajah memelas.
" ck. ribet hidup lu. terima ganjaran nya. " ledek teo sambil tersenyum mengejek ke arah rian.
" aa elah. kacau hidup gue, kacau kacau. aaa. mak aku belum mau mati. tolong bawa aku. " kata rian sambil meraung raung memanggil ibu nya.
__ADS_1
teo yang melihat itu pun hanya menggeleng gelengkan kepala nya, " ck. mafia tapi hati Barbie , cupu lu. " ledek teo ke rian.
rian tak menghiraukan ledekkan dari teo, sebab rian hanya memikirkan bagaimana nasib nya ke depan. jika tuan nya benar benar marah. " habis gue. " gumam rian pelan.
teo pun menyuruh rian untuk menghubungi anak buah nya yang ada di markas untuk membawa semua keluarga tama ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang baik. dan ini atas perintah tuan nya.
" yan, hubungi anak buah lo di markas, dan suruh mereka mengantar keluarga tama semua nya ke rumah sakit. untuk mendapatkan perawatan yang baik. karna ini perintah langsung dari ruan. " jelas teo kepada rian.
" dan yah satu lagi perintah tuan, lo gue awasi. jangan berbuat macam macam atau kabur, tuan akan menemui lu dalam waktu dekat ini. " jelas teo ke dua kali nya.
rian hanya menggeleng gelengkan kepala nya pelan tanda tak percaya dan juga bingung.
" jadi sia sia dong usaha anak anak buah ku selama ini. menemukan mereka, menganiaya mereka, dan sekarang malah membawa mereka ke rumah sakit pula. sebenarnya karna apa? . apa karna satu wanita itu. tuan menjadi plin plan seperti ini. " rian yang sudah mulai kesal pun terbawa emosi karna ke plin plan nan tuan nya, dan karna itu semua rian lah yang harus menanggungnya.
__ADS_1
dan rian pun sungguh tidak merasa adil, sebab semua yang rian lakukan adalah semata mata hanya mengikuti perintah dari tuan nya, dan setelah ketahuan tentang wanita tersebut. malah diri nya lah yang akan di salahkan dalam posisi ini.
" ck. karna hanya satu wanita, tuan ingin berbuat seperti ini pada ku. ha, jadi sia sia rasa setia ku pada nya. aku hanya menjalankan perintah nya. karna aku tidak sengaja dan tidak tau akan identitas wanita itu, berbuat kejam kepada wanita itu dan sekarang malah jadi aku yang di salahkan. jika aku tau pun, aku tak akan berbuat bodoh untuk mempertaruhkan nyawa ku berbuat begitu menyiksa orang yang di cintai tuan. " jelas rian pada teo meluap kan kekesalan hati nya saat ini.
" ha. kita tunggu aja yan. gue akan bantu lo , gue yakin tuan hanya emosi sesaat karna fiona. " bujuk teo.
" semoga saja begitu. " gumam rian pelan.
di rumah sakit.
Al yang masih menunggu dokter keluar dari ruangan nya fiona pun. masih dalam keadaan kalut dan serba salah. Al sudah memberi kabar kepada oma dan opa nya. oma dan opa nya sedang berada di jalan menuju ke rumah sakit.
" tuhan aku mohon selamat kan fiona. aku tak bisa hidup tanpa nya tuhan . aku mohon jangan ambil dia dari ku. " Al menangisi diri nya yang bodoh. bodoh karna tidak bisa berbuat apa apa untuk fiona, bahkan menjaga fiona saja Al masih lengah. Al juga menangisi keadaan yang tidak berpihak. karna apa, karna waktu fiona menghilang, Al begitu lama untuk menemukan nya dan menyebab kan fiona mengalami ini semua, Al kembali menangisi takdir nya yang begitu kejam. takdir memang begitu kejam dalam mempermainkan , Al sudah tau jika fiona adalah anak nya tama. pria breng*sek yang sudah menghancurkan kebahagiaan keluarga nya dahulu. Al bukan orang yang lugu untuk terlambat mengerti situasi. Al sudah tau identitas fiona yang sebenarnya tanpa mencari tau. saat Al menemukan fiona di markas dan teringat akan perkataan rian.
__ADS_1
Al sempat merasa benci , marah kepada fiona namun di dalam hati nya, Al tidak bisa untuk memperlakukan fiona dengan kejam. rasa cinta nya begitu besar hingga tidak bisa untuk melihat fiona dalam keadaan tersakiti.