CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 74


__ADS_3

suster tersebut kembali menghubungi nomor yang di berikan dokter alexa kepada nya. hingga beberapa detik terdengar suara nada tersambung.


" hallo. " jawab suara di sebelah sana.


" hallo, benar ini tuan yang bernama teo alamsyah. " tanya suster tersebut.


" benar saya sendiri, ada apa? " tanya teo .


" begini pak, kami dari pihak rumah sakit sudah berkali kali menghubungi nomor tuan alfino namun tetap tidak bisa terhubung, maka dari itu kami mencoba menghubungi tuan dan memberitahukan sebuah kabar yang tidak menyenagkan tuan. dan kami harap tuan bisa menerima nya dengan lapang dada dan kami mohon tuan juga yang memberikan kabar ini kepada tuan alfino. " jelas sang suster.


" hm, baik lah. kabar apa,? " tanya teo yang saat ini sungguh tidak enak perasaan nya. teo yang sudah tiba di mansion nya Al pun menunda untuk keluar dari mobil nya dan mendengarkan kabar dari pihak rumah sakit.


" kami mohon maaf dengan sebesar besar nya tuan, dan para dokter dan suster juga sudah berusaha dengan baik tapi takdir berkata lain tuan. dengan berat hati tuan, kami memberikan kabar duka ini tuan bahwa pasien wanita yang bernama fiona mon alester telah meninggal dunia tuan. kami mohon maaf tuan sekali lagi. ka. . " tut. tut. tut. panggilan langsung terputus.

__ADS_1


teo dengan wajah panik dan pucat nya langsung membuka pintu mobil nya seperti orang gila karna terburu buru berlari untuk masuk ke dalam mansion, teo pun tidak sadar bahwa benda pipih milik nya terjatuh ke tanah.


teo berlari seperti di kejar binatang buas, mata nya teo sedang mencari keberadaan sosok tuan nya di lantai bawah, namun tidak ketemu teo pun berteriak memanggil nama tuan nya tanpa sadar.


" Al . Al. Al. Al. Alfino " teo berteriak dengan kencang sambil berlari ke sana ke mari untuk mencari tuan nya. Al yang saat ini sedang berada di kamar nya karna selesai mandi pun tidak tau bahwa teo sudah datang dan sedang membawa kabar buruk untuk nya.


ceklek. pintu kamar Al terbuka oleh teo dengan kasar karna terburu buru.


" ada apa kau te. . " belum sempat Al berbicara teo berteriak memotong kata kata dari Al. " bodoh. kenapa handpone mu kau matikan, " kata teo dengan nada berteriak.


" ha. sudah lah. ayo kita kerumah sakit. pihak rumah sakit menghubungi ku tadi memberikan kabar tentang fiona. ayo cepat bergerak. " jelas teo dengan kata kata yang tergesa gesa.


Al terkejut, kabar fiona. kabar apa, aku tidak menda. . " ah hape ku mati total habis daya. " kata Al dengan nada cukup terkejut.

__ADS_1


Al menatap wajah nya teo yang terpancar raut panik dan gusar nya , " ada apa? " tanya Al dingin dengan debaran jantung yang cepat mendekat ke arah teo.


" ayo lah, cepat " teo menarik tangan nya Al dengan berjalan cepat, dengan perasaan yang tidak menentu pun Al juga berpacu dengan langkah kaki nya. tanpa berpikir panjang lagi Al mulai berlari dan di ikuti oleh teo di belakang. sampai di mobil teo mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


" ada apa? " tanya Al sekali lagi.


" kau akan tau setiba kita di rumah sakit. " jelas teo kembali.


" ada apa, kenapa teo tidak memberitahu kan pada ku langsung ada apa, apa terjadi sesuatu pada fiona. ah, apakah fiona sudah sadar, itu maka nya teo tidak memberitahukan nya pada ku. teo ingin memberikan aku kejutan. hahaha. tidak apa apa teo jika kau sekarang membuat aku sedikit kesal, aku akan memberikan hadiah untuk mu karna memberikan kejutan untuk ku tentang fiona yang sudah sadar. " monolog Al dalam hati yang berfikir positif tentang fiona.


" ha. maaf tuan, aku tidak sanggup untuk mengatakan nya secara langsung. lebih baik kau melihat nya sendiri secara langsung. " monolog teo dalam hati.


mereka berdua larut dalam pikiran dan perasaan masing masing. selang berapa menit, tiba lah mobil nya teo di rumah sakit dan Al pun keluar dari mobil nya teo dengan sebuah senyuman yang manis. dan di susul oleh teo di belakang nya dengan wajah yang panik dan pucat, para satpam dan suster yang melihat perbedaan dua wajah itu pun menjadi bertanya tanya, sebab berita tentang wanita yang bernama fiona tersebut sudah menyebar luas di rumah sakit itu.

__ADS_1


Al berjalan langsung menuju ke kamar rawat nya fiona, Al melihat semua nya berkumpul di depan meja resepsionis untuk menunggu kedatangan tuan Alfino tersebut dan di belakang nya di susul oleh teo.


para pihak rumah sakit yang sudah melihat sosok Alfino yang sedikit lagi mendekat hanya bisa menelan ludah nya kasar begitu pun pak direktur pemilik rumah sakit, yang sudah di beri kabar oleh pegawai nya. maka nya pak direktur tiba dengan cepat sebelum tuan Alfino tiba terlebih dahulu. mereka semua berwajah panik, beda hal dengan wajah nya Al yang memancarkan senyum bahagia. para semua yang berkumpul di sana pun mulai bertanya tanya dalam hati.


__ADS_2