
kevin sudah tiba di ruangan penyiksaan. dengan kondisi terikat seperti tadi. rian masuk ke ruangan itu dan menatap ke arah kevin.
" nikmati lah siksaan ini boy. " kata rian tersenyum sinis ke arah kevin. dan di sana lah rian memulai nya. mulai dari bogem mentah. tendangan. pukulan serta pukulan tanpa henti. pukulan dari benda tumpul, kevin berteriak. meringis kesakitan, meminta ampun dan tolong namun tidak ada yang perduli. suara teriakkan kevin sampai ketelinga nya fiona, siska serta mama feli. wanita ketiga itu pun merasa ketakutan serta gemetar hebat di tubuh mereka masing masing karna ketakutan. menangis sejadi jadi nya. karna menunggu giliran untuk di siksa.
selesai dengan kevin. rian menyuruh anak buah nya untuk membawa kevin ke dokter untuk di obati seadanya. sebab jika diteruskan rian takut keenakan menghajar kevin hingga tidak bernyawa. demi menjaga tugas dari sang tuan rian pun berhenti. dan memanggil giliran selanjut nya. giliran selanjut nya adalah mama feli. rian menunggu di ruangan penyiksaan itu. dan tak lama tiba lah mama feli. mama feli meronta ronta, berteriak teriak minta di lepaskan. namun tidak ada yang perduli.
" sekarang giliran mu " kata rian.
mama feli pun kembali di ikat.
" lepaskan aku. aku mohon. aku akan beri kau uang berapa pun. , asal kau lepas kan aku. " bujuk mama feli kepada rian namun rian tidak menghiraukan nya.
rian pun memulai penyiksaan nya. mulai dari tamparan. jambakkan. pukulan benda keras begitu lah seterus nya terhadap mama feli. karna pesan dari tuan nya tidak boleh melecehkan tahanan wanita. rian pun menuruti nya.
selesai dari mama feli beralih ke siska. siska juga mendapatkan perlakuan yang sama seperti mama feli. berteriak dengan kuat karna menahan rasa sakit. menangis sejadi jadi nya.
fiona yang hanya berdua saja dengan ayah nya pun hanya bisa pasrah. mungkin ini takdir nya untuk berada di tempat ini. " kenapa keluarga kita jadi seperti ini yah. ada apa sebenar nya. bunda fiona takut, fiona harus apa bunda. hiks hiks hiks. " fiona berkata sambil menangis melihat sang ayah dan menatap langit langit ruangan tersebut.
selesai dengan siska rian berlanjut kepada fiona. fiona sudah berada di ruangan penyiksaan tersebut hanya berdua dengan rian.
__ADS_1
" kau cantik. namun harus tersiksa disini tanpa tau kapan bisa bebas. hmm. . terima lah semua nya " kata rian sambil menatap ke arah nya fiona.
rian pun memulai penyiksaan nya. fiona meringis kesakitan. " auuuuuh iiish. " karna mendapat kan tamparan dari rian. telinga nya berdengung dengan kuat. tamparan yang rian berikan bukan tamparan ringan. berbeda tenaga jika para lelaki yang menampar. tenanga nya yang kuat membuat telinga fiona mengeluarkan darah. serta di sudut bibir nya.
" tuhan tolong bebas kan kami. siapa pun tolong kami. kuat kan aku tuhan. kuat kan aku, aku mohoon. " fiona berdo'a dalam hati nya sambil menerima pukulan pukulan dari rian. fiona menahan sakit, meringis kesakitan.
fiona yang tidak sadar kan diri itu pun langsung di bawa oleh anak buah nya rian ke dokter untuk mendapatkan perawatan seada nya. rian pun sudah selesai dengan tugas nya dan berlalu pergi dari sana.
rian pun memilih untuk beristirahat. karna tubuh nya yang lelah sehabis menyiksa para tahanan nya.
waktu berlalu dengan cepat.
Al yang sudah bangun dari tidur nya memilih langsung ke bawah setelah mencuci wajah nya dan sikat gigi tadi. Al tidak tau kenapa hati nya merasa tidak tenang di pagi hari ini.
di tambah Al juga belum melihat wajah nya fiona. dari semalam hingga pagi ini. Al merasa gelisah memikirkan fiona.
setiba nya di meja makan. Al melihat sekeliling mencari keberadaan nya fiona. bibi yang datang dari belakang untuk meletakkan makanan pun terkejut oleh suara tuan nya Al bertanya kepada nya tentang fiona. " apa fiona sudah pulang bi? "
" belum tuan " jawab bibi singkat, lalu pergi meninggalkan tuan nya menuju ke dapur.
__ADS_1
" ****. kemana dia. kenapa hati ku jadi gelisah begini. apa yang terjadi dengan nya. akkh. " Al menggosok gosok kepala belakang nya yang tidak gatal dengan suara teriakkan kecil.
" apa aku suruh teo untuk menjemput ke rumah nya. yah begitu lebih baik. " dan Al pun menghubungi teo untuk segera menjemput fiona ke rumah orang tua nya.
nada dering tersambung.
" kau di mana segera bawa pulang fiona ke mansion sekarang juga. " perintah Al.
" saya lagi di kantor tuan, saya berangkat pagi pagi tadi tuan karna ada meeting di kantor. saat ini saya berada di ruangan meeting bersama nona silvia tuan. " jelas teo kepada tuan nya Al.
" tinggalkan meeting itu. biar silvia yang menghandel nya sekarang kau jemput fiona ." perintah Al dengan tegas.
" baik tuan. " jawab teo singkat.
teo pun berbicara kepada silvia menjelaskan bahwa dia harus pergi untuk menjalankan tugas dari tuan nya. dan tak lain adalah kakak nya silvia. silvia pun memahami itu dan membiarkan teo pergi.
yah mereka berdua yang selama ini mengurus perusahaan di bantu oleh opa jika mereka tidak ada yang di mengerti di saat kondisi Al memburuk. padahal Al sakit hanya pura pura tapi yang lain nya pada belum tahu.
semenjak berdua mengurus perusahaan. teo dan silvia menjadi dekat, pergi dan pulang bersama. makan siang bersama. begitu lah perkembangan hubungan nya silvia serta teo.
__ADS_1
teo pun berlalu dari ruang meeting itu untuk menuju rumah nya fiona. teo sudah tau dimana fiona tinggal karna teo sudah menyelidiki nya, namun teo tidak ingin memberitahukan kepada tuan nya. karna fiona adalah anak kandung dari tama. orang yang selama ini di cari cari oleh tuan nya. selama teo tidak memberitahukan kepada tuan nya, tuan nya tidak akan tau identitas fiona yang asli. semua nya akan aman menjadi rahasia. teo tidak tau saja bahwa semua nya sudah di jalan kan oleh rian dan telah mengurung fiona dengan menyiksa fiona serta keluarga nya. bodoh nya teo tidak menempat kan mata mata untuk menajaga keselamatan mereka. maka nya sampai sekarang teo tidak tau perkembangan nya.