CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 77


__ADS_3

setelah selesai semua nya, teo pun keluar dari sana dan menghampiri tuan nya Al.


"tuan " panggil teo.


" apa? " bentak Al, yang saat ini terduduk dengan lemas di kursi rumah sakit tersebut.


" nona fiona, di. . a di culik tuan. saya masih belum tau siap dalang nya tuan. ini tuan " teo pun menunjukkan vidio tersebut kepada Al.


FLASBACK ON.


" tuan, apa jalan yang akan kita ambil saat ini? " tanya seorang anak buah kepada surya.


" lakukan tindakkan. sekarang dan bergerak dengan cepat tanpa celah. " perintah surya kepada bawahan nya. yang saat ini posisi mereka sudah berada di parkiran rumah sakit.


mereka sudah berada di sana, sebelum Al sampai. mereka belum bertindak karna masih memantau pergerakkan. dan saat Al dan teo lengah mereka bergerak untuk menculik fiona,


ceklek.


" ini dia , ayo kita angkat dengan cepat. "


mereka pun membawa tubuh nya fiona, dan meninggalkan rumah sakit tanpa di ketahui oleh Al.


FLASBACK OFF.

__ADS_1


sesampai nya di rumah surya, fiona di letakkan di sebuah kamar, dan di periksa oleh dokter , setelah di periksa dengan seksama oleh sang dokter.


dokter itu pun keluar dan menemui surya di bawah. " dia sudah tidak bernyawa tuan, kenapa tuan membawa nya kesini. " kata sang dokter bertanya karna penasaran.


" apa, sudah tidak bernyawa. " kata surya tidak percaya.


" be. . nar tuan " jawab sang dokter terbata bata.


" ha, sia sia usaha ku. kenapa aku malah menculik seorang mayat, " rutuk surya dengan kesal.


"ya sudah kau pergi lah" usir surya kepada sang dokter tersebut.


" terima kasih tuan, saya permisi tuan " tunduk dokter itu dan berlalu dari kediaman nya surya.


Al yang melihat vidio itu, menggeram dengan kuat, menahan emosi di ubun ubun nya.


" siapa mereka, berani berani nya cari gara gara dengan ku. temukan mereka teo. aku ingin secepat nya bertemu dengan fiona. " bentak Al kepada teo.


" baik tuan. " jawab teo langsung menjalankan perintah.


" dasar anak buah bodoh, kemana penjaga yang ku suruh untuk menjaga di depan kamar nya fiona. dasar laknat. " umpat Al dengan emosi.


rian yang sudah sedari tadi sampai disana, masih di sibukkan dengan urusan nya yang mengurus masalah rumah sakit serta para pekerja. , rian membuat pilihan di antara mereka. pilihan pertama mati tanpa tersisa. pilihan ke dua jadi budak untuk selama nya tanpa di beri upah atau hal lain nya.

__ADS_1


para semua pegawai rumah sakit yang ada di sana mau tidak mau hanya bisa mengambil pilihan yang ke dua. dari pada harus mengambil pilihan nomor 1. masalah belakangan bisa di perhitungkan. itu lah pikiran pikiran para orang orang yang ada di sana. dan malah mendatangani surat perjanjian tanpa brfikir panjang dengan embel embel nyawa terjamin aman. hehehehe, padahal sama saja. mereka akan habis dengan semestinya. pilihan ke dua mereka akan mati dengan perlahan. jika memilih pilihan yang pertama. mereka akan mati dengan cepat tanpa ada rasa sakit.


" saya pilih pilihan nomor satu. " kata alexa dengan mantap, setelah lama bermenung memikirkan nya dengan matang.


" oke, tanda tangan perjanjian nya. " kata rian yang sambil menunjuk ke arah meja yang terletak sebuah kertas di sana dengan menggunakan dagu nya.


alexa pun maju dengan tegap tanpa ragu di mata nya. ini alexa lakukan karna sebuah rasa bersalah, baik untuk keluarga nya atau untuk diri nya sendiri karna merasa gagal dalam menolong nyawa seseorang. padahal dalam pandangan yang luas ini semua bukan lah salah mereka hanya takdir yang berkata lain. karna berhadapan dengan raja neraka mau tidak mau mereka harus menjalankan apa pun perintah nya tanpa bisa di bantah.


beda hal dengan dokter alexa yang memilih pilihan nomor pertama, dan itu membuat rasa kagum di dalam dada nya rian. " cewek yang berani " gumam rian pelan. melihat alexa mendatangani surat perjanjian tersebut tanpa beban.


selesai semua nya dengan rapi tanpa ada keributan, rian bergegas menyusul teo. rian pun menghubungi nomor nya teo .


nada dering tersambung.


" kau dimana, ? aku akan menyusul mu " kata rian, sambil berjalan menuju ke parkiran. sebab rian juga sudah mencari posisi tuan nya di rumah sakit tersebut namun tetap juga tidak bertemu. maka dari itu rian langsung berjalan menuju ke parkiran .


" aku di kantor, sedang meretas CCTV di jalanan dan di setiap gedung. kemari lah dan bantu aku. " kata teo dengan nada sedikit khawatir.


" oke. " jawab rian singkat dan memutuskan panggilan mereka dan berlalu menuju ke kantor nya Al.


Al yang tadi terduduk lesu di kursi rumah sakit sedang bergerak ke suatu tempat, karna Al mendapatkan sebuah pesan dari orang asing tentang fiona. dan menyuruh Al untuk datang sendirian . ke lokasi yang telah orang asing itu kirim kepada Al.


" aku tidak akan mengampuni kalian. " gumam Al pelan sambil memengang setir kemudi mobil nya dengan genggaman yang kuat. menempuh jalanan untuk cepat sampai di lokasi yang sudah Al tau di mana posisi nya tersebut. tanpa ada rasa takut dan ragu ragu sedikit pun hanya untuk demi menyelamatkan nyawa wanita yang dia cintai.

__ADS_1


__ADS_2