
" takdir yang kau beri sungguh kejam tuhan. kenapa kau tak bawa aku sekalian untuk ikut bersama mereka. hati ini tidak kuat tuhan. orang yang ku cinta. satu darah dengan baji*ngan itu. apa yang harus aku lakukan? . harus kah aku membenci nya atau haruskah aku melanjutkan rasa cinta ku pada nya. tolong beri aku jawaban. " hiks hiks Al menangis dengan lirih di lorong rumah sakit tersebut. hati nya retak saat mengetahui semua nya.
Al juga masih menunggu kabar tentang fiona, yang masih dalam perawatan di dalam ruangan tersebut. Al terduduk dengan lesu di bangku tunggu di depan ruangan nya fiona di rawat. Al menundukkan kepala nya ke bawah dengan kedua tangan nya menjadi tumpuan di kepala nya.
tak tak tak.
bunyi langkah kaki mendekat ke arah nya Al . dan sebuah tangan yang keriput menepuk pundak Al pelan.
oma, opa dan silvia sudah berada di sana.
FLASBACK ON.
saat fiona hendak di bawa ke ruangan perawatan. Al mengambil benda pipih milik nya, untuk menghubungi oma nya dan memberitahukan kabar tentang fiona.
nada dering tersambung.
" hallo Al, ada apa sayang? " tanya oma lembut.
" aku sekarang berada di rumah sakit oma. aku sudah menemukan fiona. tapi keadaan nya cukup parah. " jelas Al sambil menahan sesak di dada nya.
" astaga. bagaimana bisa Al. baik lah oma akan ke sana sayang. kamu tunggu oma yah, yang kuat yah sayang. " oma pun langsung memutuskan panggilan tersebut, dan menghadap ke arah suami nya. sebab sang suami tepat berada di sebelah nya saat mereka menonton bersama di ruang keluarga.
" sayang ayo, kita harus ke rumah sakit . fiona sudah di temukan dan Al juga berada di sana. cepat sayang. " oma pun menarik tangan nya opa dengan kuat agar suami nya tersebut bergerak dengan cepat. karna perasaaan oma saat ini sangat tidak tenang. begitu pun dengan opa yang sempat terdiam karna terkejut. tapi mereka berdua pun mencoba untuk menepis perasaan was was mereka dan berharap semua nya akan baik baik saja.
" mang, ayo siap kan mobil. " teriak opa memanggil supir nya.
__ADS_1
" baik tuan. " kata mang supir.
saat mereka sibuk bersiap siap tak jauh dari mansion tersebut, terlihat lah mobil silvia yang hendak masuk ke dalam halaman mansion untuk bertemu dengan oma dan opa. sebab sudah 4 hari dia tidak ke mansion ini.
" saat oma dan opa hendak berjalan ke arah mobil nya, silvia yang baru tiba di mansion tersebut pun terkejut melihat oma dan opa nya yang terlihat terburu buru untuk pergi. silvia pun dengan gerakkan seribu bayangan langsung keluar dari mobil nya, tanpa membawa tas bahkan kunci mobil nya untuk mendekat ke arah oma dan opa untuk bertanya.
" oma, opa. " panggil silvi.
oma dan opa pun terkejut sebentar, lalu kembali ke mode terburu buru dan berlalu melewati silvia. silvia hanya menatap bingung.
" oma. opa. ada apa,? kenapa kalian terburu buru? " kata silvia sambil mengekor di belakang oma nya.
" ayo ikut saja sayang. " kata opa nya pelan dan membukakan pintu depan untuk silvia.
silvia yang tidak bisa menahan penasaran nya pun kembali bersuara menghadap kebelakang untuk menatap oma dan opa nya.
" sebenarnya ada apa opa? " tanya silvia.
" kakak mu di rumah sakit. kita sekarang ke sana. " jelas opa nya gamblang.
" apa. " pekik silvia kuat.
sampai oma, opa dan mang supir pun terkejut.
" nona copot jantung saya. " kata mang supir pelan.
__ADS_1
" heheheh. maaf mang. " kata silvia cengengesan sambil menatap ke arah mang supir.
silvia pun kembali menatap ke arah oma dan opa nya secara bergantian. untuk menanyakan kepastian.
" opa serius ? " tanya silvia sekali lagi.
" iya untuk apa opa bohong. " jelas opa lagi dengan enteng nya .
silvia hanya bisa menangis. " hiks hiks hiks. . bagaimana bisa kakak di rumah sakit opa. kakak kenapa. hiks hiks hiks. bahkan aku dan kakak belum berbaikan. hiks hiks. oma aku takut kak. . " belum sempat silvia berbicara oma langsung memotong nya.
" buang fikiran negatif mu itu. kakak mu baik baik saja. hapus air mata yang tidak penting itu. opa hanya mengerjai mu. " jelas oma nya. dan itu langsung membuat silvia menatap ke arah opa nya dengan tatapan tajam.
" oppaaaaaaa" teriak silvia kuat.
opa nya hanya tertawa. oma hanya bisa menggeleng gelengkan kepala nya melihat tingkah suami nya yang masih sempat sempat nya untuk bercanda saat ini.
beberapa lama di perjalanan . akhir nya mereka bertiga sampai di rumah sakit, mereka pun bergegas masuk ke dalam untuk mencari Al. dan akhir nya mereka menemukan Al setelah tadi bertanya ke meja resepsionis .
FALSBACK OFF.
setelah oma menepuk pundak nya Al dengan lembut, oma pun duduk di samping nya Al. dan di sini lah mereka bertiga. berada di samping Al. siska yang sudah di kerjain oleh opa nya masih bersikap merajuk.
" bagaimana sayang ? apa sudah selesai? " tanya oma dengan raut wajah yang cemas dan khawatir.
Al hanya memberi kan jawaban tanpa suara. Al hanya menggeleng kan kepala nya pelan.
__ADS_1