CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 54


__ADS_3

setelah fiona berbalik ingin turun ke bawah menuju ke ayah nya. fiona menatap ke arah kevin. " ku mohon kak, hapus perasaan itu dan lupakan perasaan itu. semoga kakak nanti bahagia dengan pasangan kakak. " kata fiona pelan sambil mendo'akan kakak nya dengan tulus.


fiona pun berlalu dari sana meninggalkan kevin di kamar nya sendirian. kevin ingin menangis namun kevin tahan sebab bukan waktu yang tepat untuk bersedih saat ini.


kevin pun nemilih untuk keluar dan turun ke bawah untuk bertemu dengan sang papa.


mama feli, siska fiona serta kevin sudah tiba di teras menunggu suami, papa atau ayah dari panggilan mereka masing masing untuk turun dari mobil.


1 detik. . 2 detik. . 3 detik tidak ada yang turun. fiona yang tidak sabaran pun menghampiri mobil milik ayah nya itu. saat telah mendekat yang fiona lihat dari luar hanya sang sopir sedang kan orang yang mereka tunggu tunggu sedari tadi tidak ada di dalam mobil.


fiona menjadi heran sendiri dan mengetuk kaca depan milik sang supir dengan ketukan yang cepat. karna perasaan gelisah tidak menentu itu datang menghampiri hati nya sekali lagi.


sang supir yang merasa ketakutan pun hanya bisa pasrah dengan nasib nya saat ini. sang supir pun memilih keluar dari mobil dan langsung menundukkan kepala nya dengan tubuh yang sudah bergetar.


" ayah mana paman? tanya fiona.


sang supir pun semakin takut dan semakin gugup. mama feli, siska dan kevin masih dengan posisi nya tadi di teras.


" ma. . aaf nona. . tu. . an. . tu. . an. . tama di culik. " jelas sang paman supir.


" apa " teriak fiona kuat. dengan tubuh yang mulai bergetar dan terhuyung ke belakang beberapa langkah.


mama feli, siska dan kevin pun juga terkejut dan langsung mendekat ke arah supir itu dengan bersamaan. kevin pun dengan singgap langsung mendekap tubuh nya fiona agar tidak ambruk ke tanah.


" apa kamu bercanda mang, ? " tanya mama feli kepada si mamang.


" tidak nyonya, saya berkata jujur. tadi saat di jalan menuju pulang. kami di cegat oleh orang orang asing dan membawa tuan nyonya. saya tidak bisa melawan sebab mereka menggunakan senjata nyonya. " jelas si mamang tukang supir.

__ADS_1


mama feli dan siska menjadi syok dan terkejut. dengan helaan nafas, fiona mulai meredakan rasa keterkejutan nya untuk sang ayah yang saat ini entah ada di mana.


" kejadian nya dimana paman, apa paman sudah melapor ke polisi ? " tanya fiona.


" sudah nyonya. "


" ha. baik lah paman. terima kasih. " fiona pun berlalu dari sana untuk mencari ayah nya dengan sendiri.


mama feli yang masih syok pun masih terasa lemas begitu pun siska. mereka berdua memilih untuk masuk ke dalam rumah tapi tidak bagi fiona. sebelum ayah nya ketemu fiona tidak akan berdiam diri. kevin pun ikut untuk mencari sang papa, kevin dan fiona memilih untuk berpencar.


di lain sisi


Al yang sudah sampai di markas milik nya langsung masuk dengan terburu buru. dan di dalam rian sudah menunggu kedatangan tuan nya.


" mari tuan " ajak rian kepada Al menuju ke ruang tawanan.


" hahahahahaah. " Al tertawa dengan lepas sambil mencabut penutup mulut nya tama agar tama bisa berbicara membalas perkataan nya Al.


" siapa kau? " tanya tama dengan nada yang kuat .


" aku dari masa lalu mu. jadi nikmti lah masa masa mu sekarang. " ejek Al dengan suara yang dingin.


" pindah kan dia ke ruang penyiksaan rian. aku ingin bersenang senang dengan nya hari ini. " kata Al sambil tertawa.


" baik tuan " kata rian dengan cepat.


tama pun di pindah kan oleh rian serta di tolong oleh satu rekan nya, dan Al pun telah kesana duluan untuk menunggu kedatangan tama.

__ADS_1


tama telah sampai di ruang penyiksaan itu, tama hendak melawan dan meronta ronta namun dengan sigap Al memberi bogem mentah ke sisi perut nya tama dengan pukulan yang keras. tama meringis kesakitan mencoba untuk memegang perut nya namun tidak bisa karna tangan nya telah terikat. kaki nya juga terikat posisi tama saat ini berdiri dengan tangan tergantung di ikat dan kaki juga di ikat.


" lepaskan aku Breng*sek aku ingin pulang dan menemui keluarga ku. apa salah ku kepada kalian. ? " tanya tama mulai putus asa.


" kau mempunyai keluarga yang harmonis. aku akan membawa mereka ikut bersama mu ke sini. "


" jangan. jangan kau nganggu mereka. biar kan me. . " belum selesai tama berbicara. bogem mentah milik Al telah mendarat ke pipi nya tama. tama meringis kesakitan. Al merasa puas dan senang.


" akhir nya, kau akan tamat. " kata Al penuh dengan ancaman dan tekanan.


Al memberi bogeman mentah serta pukulan pukulan bertubi tubi ke tubuh nya tama tanpa ampun dan belas kasih. semua nya Al lampiaskan. rasa sakit, benci. marah serta dendam ini. Al lampiaskan semua nya ke tama. sampai tama menjadi babak belur dan berdarah darah ,serta tangan dan kaki nya tama yang terasa patah karna benturan benda keras yang di lakukan oleh Al ke tubuh nya tama.


setelah puas melakukan nya Al menyuruh rian untuk membawa semua keluarga laki laki ini ketempat ini untuk di siksa seperti tama.


" baik tuan " kata rian dengan cepat.


" dan satu lagi rian, panggil dokter kemari untuk mengobati laki laki itu. setelah dia mendingan aku ingin dia lebih menderita lagi. paham " tekan Al.


" baik tuan. " jawab rian cepat.


Al pun memilih untuk membersihkan diri nya terlebih dahulu lalu menyuruh rian untuk membeli baju yang baru untuk nya, karna baju yang Al pakai saat ini penuh dengan noda darah milik tama.


" rian, sebelum kau bergerak melanjutkan perintah ku, belikan aku baju baru. "


" siap tuan. " jawab rian dengan cepat.


Al pun menuju kekamar mandi untuk mandi serta Rian menuju keluar untuk membeli baju untuk tuan nya.

__ADS_1


fiona dan kevin masih sibuk di luar untuk mencari keberadaan sang ayah atau sang papa di tempat yang berbeda.


__ADS_2