CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 86


__ADS_3

oma dan opa masih di dalam ruangan nya fiona, untuk menemai Al dan menjaga fiona, saat Al ingin makan atau pulang berganti baju. dan saat ini teo dan silvia sudah bertemu dan sedang duduk di kursi tunggu rumah sakit tersebut.


" ayo ke taman, " ajak teo dan menarik tangan nya silvia untuk mengikuti nya,


tap tap tap, langkah kaki mereka yang terdengar, saat menuju ke halaman taman rumah sakit tersebut, silvia hanya bisa menurut tanpa melawan. walau pun masih kesal tetapi di dalam dada jujur silvia sangat merindukan teo.


teo pun menghentikan langkah nya karna sudah sampai di taman dan di tempat duduk, teo menyuruh silvia untuk duduk. " duduk lah, kita bahas di sini saja " kata teo lembut.


" hm " jawab silvia singkat lalu duduk dengan nyaman. dan setelah itu di susul oleh teo, mereka pun duduk berdampingan dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


" ma'af " kata teo singkat namun dengan nada lemah, karna teo sadar apa yang dia lakukan itu salah. mengabaikan silvia dan mementingkan pekerjaan nya.


" untuk apa? " tanya silvia jutek.


" untuk hal yang membuat mu merasakan sakit serta rindu. aku tau. aku salah karna mennomor dua kan kamu dan lebih mementingkan pekerjaan ku untuk tuan ku, yaitu kakak mu Al. yaah, kamu tau dari dulu nya aku penggila kerja. tidak perduli pada hal apa pun. termasuk untuk urusan cinta. " jelas teo dengan pandangan lurus ke depan.


" , hm aku tau itu. itu lah awal mula nya aku mempunyai rasa terhadap mu. kagum akan sosok diri mu yang konsisten dalam segala aspek. dan perlahan mata ini serta hati ini hanya tertuju kepada mu, semua nya berubah dengan sendiri nya karna berlalu nya waktu demi waktu, aku juga tidak tau kapan rasa kagum itu berubah menjadi cinta dan rindu. " jelas silvia jujur terhadap perasaan nya.


" yah. kamu memang benar. itu lah cinta, aku juga merasa kan hal yang sama. perubahan diri ku juga berawal karna mu. perasaan dingin ku berubah juga karna mu. rasa cinta itu tumbuh dengan sendiri nya karna hanya diri mu yang ku lihat dan mampu menggetarkan hati ku saat itu dengan tingkah konyol mu, ma'af jika aku masih belum bisa membahagiakan diri mu di usia hubungan kita yang masih terbilang baru. aku memang tidak peka, tidak juga romantis. tetapi semua hal yang ku rasakan pada mu, itu semua adalah nyata. aku benar benar mencintai mu. hanya kamu yang ada di hati ku. ma'af kan aku karna sudah membuat mu menunggu beberapa hari ini. aku akan merubah nya mulai dari sekarang dan akan mengutamakan diri mu dari apa pun. " kata teo dengan tulus dan jujur sambil menatap lekat wajah nya silvia.

__ADS_1


silvia yang melihat keseriusan dalam mata nya teo pun merasa bergetar dan tersentuh. ternyata cinta yang selama ini dia miliki tidak bertepuk sebelah tangan, " aku bahagia mendengar nya, terima kasih sudah membalas cinta ku dengan tulus, walau aku sempat ragu. tetapi kamu meyakinka aku lagi. dan aku percaya sekarang . " kata silvia dengan air mata yang mengalir, dengan perasaan yang sangat sangat bahagia.


cup.


teo mencium pipi nya silvia dengan lembut. silvia terdiam karna serangan yang tiba tiba dari teo, silvia tidak melanjutkan tangis nya. " kakak " kata silvia karna merasa malu.


" hahahahaha. jangan malu. kamu akan terbiasa dengan itu. " ledek teo.


" iih, apa sih kakak. malu tau " gambek silvia.


" hahahaaha. oke oke. tapi jangan panggil aku kakak lagi, panggil baby, atau honey, atau bisa juga sayang, atau apa pun. karna aku bukan kakak mu jangan panggil aku seperti itu. aku tidak suka. " kata teo dengan tegas .


cup.


silvia mencium bibir teo dengan lembut, dan kembali di lepas nya setalah di ***** nya sebentar, teo pun tidak membuang waktu. dengan tangan kanan nya teo meraih tengkuk leher nya silvia, dan menahan nya agar tetap di posisi tersebut. sebab teo masih ingin menikmati ciuman tersebut dengan waktu yang lama.


cup cup cup, suara ciuman tersebut saling berbalas, tidak memperhatikan di sekitar. apakah ada orang atau tidak. mereka berdua sama sekali tidak perduli karna hasrat melepaskan rindu sudah membesar. ******* demi ******* mereka bagi dengan panas, dan suara kecapan kecapan itu pun mulai keluar.


karna mulai kehabisan nafas, serta mulai sadar akan tempat nya saat ini, teo pun melepaskan pangutan bibir mereka. dengan nafas terengah engah kedua nya saling melemparkan sebuah senyuman bahagia.

__ADS_1


teo pun mendekat kan wajah nya ke telinga nya silvia " jika kita berada di kamar. kamu akan habis aku makan. " bisik teo di telinga nya silvia.


silvia hanya melototkan mata nya. dan teo pun mebalas dengan tawa yang besar karna melihat expresi silvia yang menurut nya lucu serta menggemaskan.


" hahahahahaaha, baik lah. jangan marah aku hanya bercanda. " sambung teo kemudian.


silvia dan teo pun saling memeluk untuk melepas rasa rindu. setelah selesai teo pun mulai berbicara dengan serius. " ada yang ingin aku katakan, jadi dengarkan baik baik. " kata teo kepada silvia.


" hm. ceritakan semua nya apa saja yang sudah sayang ketahui, aku akan mendengarkan nya " jawab silvia dengan patuh. teo pun mulai menceritakan semua nya kepada silvia tentang kakak nya dan fiona yang saat ini kembali mendapatkan perawatan di rumah sakit. juga tentang mendiang istri nya. tentang keluarga tama . serta perselingkuhan reta dengan surya paman angkat nya fiona, silvia yang mendengarkan itu pun hanya bisa menggeleng tanda tidak percaya dengan hal apa yang telah di lalui kakak nya.


" kenapa begitu tega. kak reta kepada kakak ku Al, padahal kami semua memperlakukan nya dengan baik, kenapa dia tega selingkuh di belakang kakak. hiks hiks hiks " silvia hanya bisa menangis karna baru mengetahui kebenaran nya sekarang. sungguh tidak mudah untuk kakak nya menerima ini semua.


" tenang lah sayang, semua nya baik baik saja. karna Al sudah menemukan cinta yang baru untuk nya. kita hanya bisa berdo"a tentang mereka. " kata teo sambil membujuk kekasih nya agar berhenti menangis.


" hm, kamu benar sayang. aku percaya jika fiona adalah takdir cinta untuk kakak ku Al. aku akan mendukung mereka. karna pengorbanan nya begitu besar kepada kakak ku. " jelas silvia.


cup. teo kembali mencium kening nya silvia. selesai bercerita, melepas rindu. mereka berdua pun kembali ke dalam rumah sakit menuju ke ruangan nya fiona .


waktu terus berlalu hingga malam menyapa. silvia dan oma serta opa pun sudah berlalu pergi dari rumah sakit. tinggal lah teo dan Al di sana untuk menjaga fiona.

__ADS_1


__ADS_2