CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 69


__ADS_3

teo yang sudah sampai di rumah sakit , masuk dengan sedikit terburu buru berjalan ke tempat nya silvia.


silvia yang masih duduk dengan betah di lorong rumah sakit tersebut hanya bisa bermain dengan benda pipih nya, karna merasa bosan tidak ada teman.


saat sedang asik bermain dengan ponsel nya, silvia terkejut karna tiba tiba seorang laki laki duduk di samping nya tanpa permisi .


" ahk " pekik silvia.


" sttt. " kata teo pelan sambil menutup bibir nya silvia dengan tangan nya.


silvia melepaskan tangan teo dari mulut nya, menatap tajam ke arah nya teo. " kaget tau kak. " kata silvia dengan pelan lalu memukul lengan nya teo beberapa kali .


" hahaha. sorry " jawab teo singkat dengan senyuman manis di bibir nya.


Deg.


jantung silvia berhenti berdetak, karna melihat sesuatu yang luar biasa. rasa nya lumer lumer gi mana gitu. pemandangan yang indah.


" manis " gumam silvia pelan yang di dengar oleh teo.


" apa yang manis? " tanya teo penasaran.


" ah. tidak ada kak, " jawab silvia salah tingkah lalu membuang wajah nya ke sembarang arah.


" bagaimana fiona? " tanya teo sambil melihat ke arah pintu rawat nya fiona .


" kak fiona, dia koma kak. " jawab silvia tertunduk sedih.

__ADS_1


" ah, kamu serius sil? " tanya teo tidak yakin.


" hm " jawab silvia dengan menganggukkan kepala nya pelan.


" astaga. " gumam teo tidak percaya.


" apa sebegitu parah nya rian menyiksa fiona, hingga fiona mengalami koma. luka apa yang di derita oleh fiona. haaa, rian ,. rian. kenapa kau begitu kejam , fiona tidak bersalah. kasihan tuan " teo bermonolog dalam hati sambil menatap ke arah langit langit rumah sakit. sebab diri nya merasa lemas dan bersandar ke kursi tersebut. karna mendengar berita tentang fiona.


" rian harus tau, aku akan menyuruh nya ke sini. agar semua nya cepat selesai. " gumam teo kembali.


teo pun mengambil benda pipih milik nya untuk menghubungi rian.


nada dering terhubung.


" hallo, kenapa yo? " tanya rian yang saat ini sudah sampai di apartemen nya.


" hm. baik lah, aku kesana. " jawab rian lalu mematikan panggilan tersebut.


rian yang sudah bersiap siap, pun tajam gas menuju ke rumah sakit, jujur rian takut tapi sebagai laki laki yang berani . rian harus tanggung jawab.


tak berapa lama tiba lah rian di rumah sakit dan sudah berkumpul bersama teo dan silvia. selama teo berada di rumah sakit Silvia hanya mendiamkan teo tanpa berbicara . namun teo tidak mempermasalahkan nya sama sekali. karna teo tau silvia saat ini sedang malu berduaan dengan nya.


" bagaimana ini? " tuan sudah lama di dalam tapi tidak keluar keluar juga, sampai kapan kita akan meunggu di sini. " kata rian dengan tidak sabaran.


" sabar yan. mungkin sebentar lagi " jawab teo .


" lebih baik kau panggi tuan, bilang aku ada di luar. aku sudah tidak tahan yo lama lama di gantung begini. jika tuan memang ingin marah. maka sekarang lah saat nya. jangan sampai buat jantung gue deg deg ser karna menunggu keputusan yang kelamaan. karna lebih cepat lebih baik yo. " jelas rian kepada teo dan itu membuat teo menganggukkan kepala nya tanda setuju.

__ADS_1


" baik lah, kau tunggu di sini bersama silvia " kata teo yang sudah mulai beranjak untuk masuk ke ruangan nya fiona untuk berbicara kepada tuan nya.


teo melangkah dan. .


ceklek. pintu kamar fiona terbuka, tapi bukan teo yang membuka nya melainkan Al sendiri lah yang membuka nya. karna Al hendak keluar untuk menemui adik nya silvia. yang sedang sendirian berada di luar ruangan, jelas sang nenek sebelum pulang ke mansion. namun Al malah melihat teo dan rian yang menemani adik nya.


helaan nafas yang berat Al keluarkan karna melihat wajah nya rian. Al menutup pintu ruangan nya fiona dan duduk di sebelah nya silvia tanpa menoleh ke arah teo atau rian.


Al memejamkan mata nya sambil menyandarkan tubuh nya ke belakang, mencoba untuk menerima semua nya. namun susah, tidak mudah sama sekali. apa lagi posisi rian sangat dekat dengan nya saat ini. ingin rasa nya Al menghabisi rian sekarang juga. namun semua nya bukan salah rian. Al sadar semua ini terjadi karna perintah dari nya. rian hanya menjalankan tugas nya sebagai bawahan yang setia.


" tuan, saya minta maaf. saya salah. saya tidak tau tentang wanita itu , kalau dia adalah wanita yang tuan cintai saya tidak akan menyakiti nya tuan. " jelas rian kepada tuan nya.


Al masih terdiam tidak memberikan respon. sedang kan rian masih menunggu jawaban dari tuan nya.


" silvia, kau pulang lah. " perintah Al.


" teo kau antar silvia pulang, lalu kau kembali ke sini lagi. " perintah Al kembali.


" baik tuan. " jawab teo.


" mari nona " ajak teo.


silvia hanya terdiam dan memilih untuk pulang saja, lagian jika dia masih ngotot untuk menunggu, diri nya tidak akan di anggap dan berguna untuk kakak nya Al.


dan sekarang tinggal Al dan rian berdua saja setelah teo dan silvia pergi dari sana. Al masih terdiam dan rian masih betah menunggu.


#tunggu sampai jamuran yah rian. heheheheheeh.

__ADS_1


__ADS_2