CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 38


__ADS_3

pagi hari yang cerah serta burung burung yang bersura saling bersahutan satu sama lain nya.


semua insan telah bangun dari tidur lelap mereka masing masing untuk kembali beraktifitas seperti biasa nya.


semua nya bangun dan sudah ada yang dalam keadaan rapi dan wangi . silvia sengaja berdandan dengan cantik untuk menarik perhatian nya teo. karna hari ini dia harus pergi kekampus. sebelum meninggalkan mansion utama ini. dia harus bisa melepas kan rindu nya.


mereka bertiga sudah berkumpul di meja makan. untuk melakukan sarapan bersama. oma. opa dan silvia kecuali yang belum berkumpul adalah Al dan teo .


melihat mereka berdua belum turun, oma meminta kepada pelayan untuk membangun kan mereka berdua.


" bi. . tolong bangun kan Al dan teo. untuk sarapan pagi bersama. "


" baik nyonya. "kata bibi.


tapi sebelum bibi berlalu dari ruangan makan itu. silvis langsung memotong nya.


" biar aku saja bi. bibi tunggu di sini saja. "


" baik lah non. " kata bibi singkat.


silvia pun berjalan menuju ke arah kamar nya teo terlebih dahulu yang berada di lantai satu. lalu setelah itu baru ke kamar kakak nya Al yang berada di lantai dua.


setelah sampai di depan pintu kamar nya teo. silvia memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar itu.


tok tok tok.


"kak. ini aku silvia, kakak udah bangun atau belum. ayo bamgun kak, kita sarapan bersama oma opa sudah menunggu. kakaaaaak. " panggil silvia teriak.

__ADS_1


tidak juga mendapat jawaban dari dalam, silvia yang sudah lelah mengetuk ngetuk pintu itu pun hanya bisa mendengus kecil karna tidak juga mendapatkan respon sama sekali dari sang pemilik kamar.


"aiish. tidur kebo nih kakak. "


silvia pun memilih untuk membuka pintu itu dan masuk ke dalam dengan langkah pelan . silvia melihat ke arah tempat tidur, di sana sang pujaan hati tidur dengan nyenyak nya berbalut dengan selimut tebal.


melihat itu, jantung silvia berdetak dengan cepat pemandangan indah ini terpatri di mata nya dengan jelas. ada rasa bahagia karna bisa melihat sang pujaan hati dari jarak sedekat ini.


posisi silvia saat ini sudah dekat di tepi tempat tidur nya teo. saat hendak mengulurkan tangan untuk membangun kan sang pujaan hati. silvia di kagetkan dengan sebuah tangan yang kokoh menarik tangan nya yang terulur ke depan itu .


silvia terkejut dan mengeluarkan suara teriakkan namun belum selesai silvia berteriak ada sebuah tangan yang kekar langsung membukam mulut nya.


sang pemilik tangan itu pun bersuara.


"sstttt. . jangan berisik. nantik ada yang dengar, mereka kira kita sedang melakukan hal hal yang tidak senonoh. "


mereka saling tatap dalam diam. dan tidak terlalu lama silvia kembali tersadar. saat dia ingin bangkit tangan kekar itu menghentikan nya lalu berpindah haluan berada di pinggang nya silvia.


detak jantung nya berdegup dengan cepat.


" ya tuhan. . momen ini, , ini yang aku tunggu tunggu. apa kah dia akan mencium ku, melakukan ciuman pertama , oh my god. oh my god. ,jika benar dia ingin mencium ku harus kah aku menutup mata ku. ah yah aku harus menutup mata ku. " silvia bermonolog dalam hati nya sendiri dan langsung melakukan apa yang ada di pikiran nya.


silvia langsung menutup mata nya.


satu detik. dua detik. tiga detik, dan seterus nya. namun tidak ada juga pergerakan , silvia mulai bosan menunggu dengan perasaan penasaran akhir nya Silvia kembali membuka mata nya. menatap ke arah manik mata nya teo.


teo yang melihat tingkah nya silvia hanya bisa menahan tawa , karna menurut nya lucu, entah apa yang ada di pikiran nya silvia saat ini karna sampai memejamkan mata segala di hadapan nya. itu menurut pemikiran nya teo.

__ADS_1


" kenapa kau menutup mata mu, apa kau berharap aku akan mencium mu nona. " tanya teo tetap sasaran .


silvia hanya bisa menelan ludah nya kasar.


" gleek. "


" tidak, maa. .na. .mungkin. . kakak jangan kege'eran jadi orang. "


" hmmm. . benar kah. " tantang teo.


" hmm. yah benar ." angguk silvia cepat .


"jadi jika seperti ini bagaimana. ? " tanya teo sambil membalikkan posisi tubuh mereka, yang saat ini silvia yang berada di bawah dan teo berada di atas.


silvia terkejut, karna melihat teo tidak memakai baju atasan, hanya menggunakan celana pendek boxer. dada kekar nya terlihat dengan nyata. dan kesempatan itu tidak di sia sia kan oleh silvia.


sambil menelan kasar saliva nya, silvia menggerakkan tangan kanan nya untuk menyentuh dada kekar milik nya teo, entah keberanian dari mana yang silvia dapat saat ini. dia hanya ingin mengikuti kata hati dan pikiran kotor nya saja saat ini.


tangan silvia sudah mendekat ke dada nya teo dan tap. tangan silvia tepat berada di atas dada nya teo sambil mengusap ngusap pelan dada nya teo.


teo yang hanya lelaki normal pun akan ikut terpancing dengan sentuhan sentuhan manja yang barusan di berikan oleh silvia .


sebab hormon nya saat ini sedang berada di puncak on. teo mengeluarkan suara tertahan nya , tubuh nya bereaksi karna tingkah nya silvia.


" hmmm.. " kata teo pelan sambil memajam mata nya.


silvia yang tidak tau dengan reaksi teo barusan masih terus saja melakukan aksi nya hingga sebuah tangan kekar menghentikan aksi gila itu lebih cepat. karna jika di terus kan akan terjadi hal yang tidak di inginkan.

__ADS_1


__ADS_2