
" tidak, tidak. diam kau bangsat " teriak surya histeris.
surya lalu melirik ke arah meja nya, dan mengambil pistol milik nya yang berada di dalam laci, sebab pistol yang ada di atas meja sudah di ambil oleh rian.
" bangsat " teriak surya tidak terima.
" bagaimana bisa, bagaimana bisa. aku tidak terima , kau berbohong. " teriak surya meluap luap karna amarah.
" hahahaaha, aku akan mengirimkan bukti nya ke kediaman mu saat ini juga. teo " panggil Al dengan nada dingin nya.
" kirim kan data tersebut ke tempat bajingan itu setelah ini. " perintah Al.
" baik tuan. " jawab teo santai.
" nah sekarang kau mau apa lagi. ? " tanya Al mulai kesal.
posisi Al masih membidik ke arah nya surya, begitu pun surya. mereka saling membidik.
" hhahahahaha, baik lah baik lah. tidak perlu mengirimkan kekediaman ku. langsung kirim kan sekarang. " teriak surya menatap Al tajam.
" ambil laptop cadangan di dalam " perintah surya kepada salah satu anak buah nya.
" baik tuan " jawab anak buah nya surya dengan singkat . dan berlalu dari sana masuk ke dalam untuk mengambil sebuah laptop.
selang berapa lama tiba lah anak buah nya surya yang membawa laptop di tangan nya. "bawa kemari " perintah surya dingin.
laptop tersebut sudah berada di atas meja, sedang kan posisi surya masih berdiri di dekat fiona.
" sambungkan serves laptop itu dengan laptop ini, setelah kau buka pasti muncul alamat email nya. dan kirim semua nya kesana agar aku percaya . " kata surya dengan dingin.
" teo. " panggil Al.
" baik tuan " jawab teo tanda mengerti. teo pun mulai bereaksi untuk melakukan tugas nya.
tik tak tik. beberapa lama setelah itu, teo pun mengirim kan semua berkas tersebut ke laptop nya surya, surya yang sudah menerima nya pun mulai membuka file yang di terima nya.
__ADS_1
surya membaca semua nya dengan fokus, lama kelamaan raut wajah nya surya menjadi gelap. yah, ada amarah yang besar terpancar. karna semua perkataan Al adalah kebenaran nya. semua bukti tentang korupsi yang di lakukan oleh mereka, serta kejahatan kejahatan yang lain nya. " dan karna ambisi mereka pula, kak rania malah menikah dengan lelaki bajingan tersebut, dan akhir nya dia malah meninggal di tangan wanita mainan ku. haa. hahahaha, takdir memang benar benar lucu. " teriak surya kembali.
" haa, haahahahahha" surya tertawa keras.
" jadi selama ini kalian hanya menganggap ku boneka yang bisa di suruh, kalian beri aku rasa kasih sayang, tetapi dengan tega nya pula kalian menusuk ku dari belakang. dasar keluarga laknat. aaaaaakkkh " teriak surya yang semakin histeris dan mengamuk.
surya melihat ke arah nya fiona. " bagaimana dengan mu fiona, apa salah kita sehingga kita berada di posisi ini. " gumam surya pelan.
" dan ternyata aku bukan lah paman kandung mu. hahahaha " surya kembali tertawa karna mendapatkan takdir yang begitu lucu.
" yah lagi pula. tidak ada guna nya aku hidup. lebih baik kita mati bersama. " gumam surya pelan. dan tanpa aba aba, surya melepaskan tembakkan beruntun ke arah nya Al.
Al pun mencoba mencari perlindungan, berlari berpencar menuju drum drum yang ada di sana. suara tembakkan terdengar bergema di ruangan tersebut. pihak dari lawan tidak berani menembak saat ini. karna di posisi surya masih berdekatan dengan fiona.
" keluar lah Al, jika tidak aku akan lobangi kepala nya " teriak surya yang sudah putus asa karna semua kebohongan tersebut. surya membidik kepala nya fiona.
" aku keluar, jangan sakiti dia. " teriak Al,
" baik, buang pistol mu dan berjalan mendekat ke arah ku. " teriak surya kembali.
" diam lah " perintah Al.
mereka berdua terdiam. Al dengan sigap meletakkan senjata nya ke lantai dan mulai berjalan mendekat ke arah nya surya.
" hahahaha bagus. "
dan tanpa ba bi bu. suara tembakkan terdengar.
" ma'af fiona " batin Al. sambil memejamkan mata nya,
dan dor.
tetapi Al tidak merasakan sakit, tubuh nya telah di halangi oleh tubuh seseorang. Al membuka mata nya .
dor dor dor. tiga tembakkan tepat bersarang di tubuh nya surya dari rian, tubuh surya pun ambruk ke lantai dengan bersimbah darah.
__ADS_1
" tuan, " teriak rian dan teo.
" bagaimana, bagaimana bisa. " gumam Al tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
tubuh fiona telah menjadi pelindung untuk Al, dan fiona lah yang tertembak di bagian bahu kanan nya. keajaiban telah terjadi untuk fiona. fiona hidup kembali .
FLASBACK ON.
saat terdengar suara tembakkan untuk pertama kali nya, fiona sebenar nya sudah sadar, semua terdengar ribut, dan lama makin lama semua nya terdengar jelas di telinga nya fiona . dengan mata yang masih tertutup. fiona mencoba memahami situasi. fiona masih tidak berani untuk membuka mata nya.
" ada apa ini, aku dimana. itu suara Al, dan suara siapa itu. bundaaa fio takut. bagaimana ini bunda " monolog fiona dalam hati, dengan degup jantung berdebar.
padahal dokter sudah menyatakan bahwa fiona sudah tiada, tetapi menurut fiona saat ini , dia merasa hanya tertidur untuk beberapa jam saja.
hingga saat nyawa Al dalam bahaya fiona bergerak tanpa berfikir panjang. menggunakan tubuh nya untuk melindungi Al.
FALSBACK OFF.
" tidaaaaak fiona. " teriak Al histeris.
" bodoh, kenapa kau lakukan ini, cup. terima kasih sudah kembali sayang " kata Al lembut.
" aku mencintai mu " kata fiona pelan tapi masih di dengar oleh Al.
" yah, aku juga. aku juga mencintai mu sayang, jadi bertahan lah agar kita bisa bersama " kata Al dengan memohon dan tanpa di duga oleh Al, air mata nya jatuh membasahi pipi.
fiona tersenyum dan berkata " terima kasih sudah membalas cinta ku " fiona pun menutup mata nya, karna sudah tidak tahan. dengan kondisi yang lemah di tambah ada nya luka tembakan. membuat kondisi fiona dalam keadaan kritis.
" fiona bangun. bangun, ku mohon sayang. " teriak Al histeris.
fiona yang telah mendengar apa yang selama ini ingin dia dengar pun merasa bahagia di dalam dada nya, walau untuk terakhir kali nya mengutarakan perasaan yang diri nya miliki. itu tidak apa apa, asal kan hati nya merasa lega.
teo pun mendekat ke arah tuan nya, dan dengan gerakkan cepat membantu fiona. memberikan pertolongan pertama. teo melakukan tugas nya, sedangkan Al hanya terduduk di lantai dengan lemas sambil memengang tangan kiri nya fiona.
selesai memberikan pertolongan pertama, teo pun memberi isyarat kepada tuan nya untuk segera membawa fiona ke rumah sakit. tanpa membuang buang waktu Al dan teo bergerak. tinggal lah rian dan anak buah nya yang lain untuk mengurus kekacauan.
__ADS_1