
fiona yang sudah sampai di kost nya dan telah selesai berkemas, mencari benda pipih milik nya setelah ketemu fiona kembali memesan taksi online. sebelum taksi online nya datang, fiona memilih untuk duduk sebentar di kursi sofa nya untuk mengistirahatkan badan nya.
fiona masih memegang benda pipih nya itu dan mengutak atik hp nya untuk memberi kabar kepada sahabat nya tika, bahwa dia telah pindah dari kost nya dan mengirim alamat yang baru nya kepada tika.
selesai mengirim pesan singkat pada tika, terdengar lah suara klakson mobil dari bawah. mobil taksi online yang di pesan oleh fiona telah sampai.
mendengar suara klakson tersebut fiona bergegas menuju ke bawah dengan membawa tas nya bersama nya.
sesampai nya di bawah fiona langsung masuk ke mobil taksi oneline itu dan berjalan berlalu dari sana. fiona tidak sempat berkenalan dengan para penghuni lama di kost ini. sebeb dia baru beberapa hari ini di sini dan belum sempat bercerita atau bersenda gurau.
fiona sangat menyayangkan tapi apa lah daya. dia harus lebih pintar memilih untuk melangsungkan hidup, benar bukan.
Al yang sudah reda gairah nya dan sudah berpindah posisi ke dalam rumah sedang mencari cari keberadaan bibi ema, dia hanya ingin bertanya kepada bibi ema tentang siapa wanita tadi yang sedang bersama nya di taman.
rasa penasaran sudah tumbuh di dalam hati nya Al, apa lagi dia mendapatkan sesuatu yang luar biasa dan membuat nya seperti menjadi orang gila.
berjalan menyusuri rumah yang besar dan megah itu dengan sendiri nya mencari sosok ema yang sudah Al anggap sebagai ibu sambung nya itu. yah walau pun kadang Al hanya berbicara hanya sekedar nya tapi dia sangat sayang kepada bibi ema.
__ADS_1
" bibi, ,bibi, kamu di mana? ."
mendengar suara ada yang memanggil manggil nama nya bibi ema langsung keluar dari kamar nya menuju ruang dapur. dan di sana lah bibi ema telah mendapati tuan nya Al berdiri menunggu kedatangannya .
"ada apa tuan, ada yang bisa bantu ? ." tanya bibi ema kepada Al "
" bi siapa nama wanita yang bekerja hari ini bi, yang memakai baju kemeja putih. celana warna hitam. " Al bertanya dengan tidak sabaran kepada bibi ema ".
bibi ema hanya diam membisu sebab pertanyaan dari sang tuan membuat nya bingung karna wanita yang bekerja di mansion ini sangat lah lumayan banyak, ada lebih dari 10 orang atau bahkan bisa di kata kan lebih menurut bibi ema.
sebab bibi ema sudah tua dan dalam usia itu dia sudah gampang lupa dan kadang juga kembali ingat dengan tiba tiba. itu lah mengapa dia sudah mempunyai asisten sendiri guna untuk memperlancar pekerjaan serta meringankan tanggung jawab nya bibi ema.
" bi kok diam saja ." sela Al lagi. "
"Eeeh anu tuan. wanita yang mana yah tuan sebab yang bekerja di mansion ini wanita nya ada banyak tuan. di tambah ada pekerja baru yang bekerja di sini hari ini tuan. wanita yang mana yah tuan. ? ." bibi ema bertanya sekali lagi untuk memastikan wanita mana yang di maksud oleh tuan nya ini, takut takut salah dalam menjawab. "
Al yang mendengar penjelasan dari bibi ema mencoba menjelaskan cici ciri wanita itu.
__ADS_1
"bi wanita itu memekai kemeja putih, dan celana panjang warna hitam memiliki rambut yang panjang dan berwarna hitam, wanita itu mempunyai warna mata yang biru bi seperti lautan, kira kira panjang rambut nya sepinggang bi . dan yah bisa jadi juga wanita itu adalah pekerja baru bi soal nya aku belum pernah melihat wajah nya bi. " jelas Al panjang lebar kepada bibi ema. "
bibi ema mendengarkan dengan seksama kata kata tuan nya tadi hanya diam dan sambil berfikir.
bibi ema pun mulai bersuara, " bisa jadi tuan tapi yang mana satu tuan sebab ciri ciri yang tuan bilang barusan semua nya pada berpenampilan sama tuan. satidak nya ada lebih dari lima yang berpenampilan lebih akurat sama tuan karna tuan bilang wanita itu memakai celana. tapi saya tidak tau nama nama mereka tuan, jika tuan mau saya akan tanya kan satu persatu kepada mereka tuan , memang ada apa tuan ." jelas bibi ema. "
Al yang mulai frustrasi mengacak acak rambut bagian belakang kepala nya, walau sebenar nya tidak gatal, sebab dia juga tidak tau siapa nama wanita itu.
" aa, , sial, bisa bisa nya aku melakukannya tanpa tau siapa nama wanita itu , tapi jika di ingat ingat rasa nya aku pernah berjumpa dengan nya, tapi di mana yah a a a, , bodoh, bodoh , bagaimana aku bisa bertemu dengan nya lagi. kalau nama nya saja aku tidak tau, aah tenang tidak apa Al jika dia memang bekerja di sini, dia masih berada di rumah ini mudah bagi ku untuk bertemu dengan nya ."umpat Al dalam hati. "
melihat bibi ema yang menunggu respon dari nya, Al pun berbicara kepada bibi ema.
" yah sudah bi, tidak apa apa bi biar aku sendiri yang cari, bibi kembali lanjutkan istirahat saja. "kata Al "
" baik tuan, kalau begitu saya pamit undur diri dulu tuan. "sahut bibi ema kepada al. "
bibi ema sudah berlalu dari ruangan dapur itu meninggalkan Al seorang diri di sana dengan lamunan nya sendiri. karna Al selepas bibi ema pergi dia masih di sana dan dalam mode diam mematung, entah sedang memikirkan apa.
__ADS_1
" kau tunggu saja monyet rakus aku pasti akan mendapatkan dan menemukan mu cepat atau lambat, "
setelah berkata seperti itu Al pun mulai tersenyum tipis, senyuman yang tipis, yang mengerikan menurut orang yang tidak biasa melihat Al tersenyum walau sedikit pun.