
selang bebarapa menit di perjalanan, rian, tama dan feli pun telah sampai di parkiran rumah sakit, rian turun terlebih dahulu dan di susul oleh feli. rian mengeluarkan kursi roda yang ada di bagasi mobil nya dan membawa kursi roda tersebut ke hadapan nya tama, rian pun membantu tama untuk duduk di kursi roda tersebut. feli hanya membantu dengan menahan pintu mobil itu, setelah selesai pun mereka bertiga berlalu dari parkiran menuju ke ruangan nya fiona.
tama yang duduk di kursi roda hanya bisa diam di dorong oleh istri nya feli. sebab tama tidak bisa berjalan lagi karna penyiksaan tersebut. selang beberapa lama sampai lah mereka di depan pintu rawat nya fiona.
" kalian hanya perlu jawab dengan jujur apa yang si tanyakan oleh tuan ku, " kata rian dengan dingin.
" jangan ada yang ditambah jangan ada yang di kurang. jika kalian ketahuan berbohong. kalian akan tau akibat nya " sambung rian kembali dengan tatapan yang mematikan.
gleg. tama dan feli hanya bisa menelan saliva mereka dengan kasar .
" ba. . ik tuan " jawab feli.
" hm " jawab tama singkat.
" tunggu di sini, jika aku panggil kalian baru masuk. " kata tama kembali.
__ADS_1
" haa, dosa apa aku dulu, sampai bisa di gertak sama anak ingusan macam ini. " gumam feli dalam hati, walau dengan perasaan kesal feli tetap mengeluarkan senyuman profesional nya.
ceklek. pintu ruangan nya fiona terbuka oleh rian, rian masuk terlebih dahulu. " tuan mereka sudah di sini. " kata rian kepada tuan nya.
" hm, " jawab Al singkat yang sedang duduk di sofa.
" masuk " teriak rian menyuruh tama dan feli untuk masuk ke ruangan nya fiona. feli pun mendorong kursi roda nya tama untuk masuk ke dalam. setelah masuk rian menyuruh feli untuk mendekat ke arah nya Al. feli sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di atas tempat tidur rumah sakit tersebut, karna terhalang oleh tubuh nya rian. dan tidak di beri kesempatan untuk melihat lebih lama ke arah pasien yang tengah terlelap tersebut .
deg. jantung tama tiba tiba berhenti, yah. tama kenal dengan pemuda yang ada di hadapan nya tersebut, feli pun memilih untuk berdiri saja di samping suami nya, sebab feli sama sekali tidak berani bertindak gegabah karna suasana di dekat nya saat ini sangat mencekam. dan membuat bulu kuduk nya berdiri. feli merasa sedang di hadapkan dengan predator yang buas sehingga membuat tubuh nya tidak berani bergerak dengan leluasa, begitu lah yang di rasakan oleh tama saat ini sama persis seperti feli.
" apa kau ayah kandung fiona " kata Al tanpa basa basi.
" apa semua nya sudah di ketahui oleh nya, itu kenapa semua keluarga ku menjadi seperti ini " gumam tama dalam hati. dengan wajah yang terlihat sudah mulai gelisah dan takut.
" jika kau tidak ingin menjawab dan membuat ku berkata untuk ke dua kali nya, semua organ tubuh mu akan aku potong potong dan aku beri kepada para binatang, jadi jawab lah dengan baik tanpa membuat aku marah dan mengulangi kata kata ku, " kata Al dengan dingin dan tatapan tajam nya menatap tama.
__ADS_1
gleg. feli dan tama hanya bisa menelan saliva nya kasar.
mau tidak mau tama pun menjawab nya dengan gugup. " be. . benar tuan " .
" apa hubungan mu dengan surya? " tanya Al kembali.
" hubungan ku dengan nya hanya berdasarkan hutang budi tidak lebih. " jawab tama.
" baik lah, ceritakan semua hal yang kau tau tentang reta, surya baik rania. mendiang istri mu yang pertama " kata Al kembali tanpa mau basa basi.
glek. tama merasa sekarang ini jantung nya bisa lompat keluar kapan saja karna terlalu takut nya.
" apa hubungan nya dengan rania " gumam feli dalam hati.
tama pun mau tidak mau menceritakan semua nya dari awal, cerita yang sebatas hanya dia tau saja. " saya dan rania memang sudah menikah, kami saling mencintai dan sewaktu fiona kecil kami adalah keluarga yang bahagia yang lengkap, tetapi semua keindahan tersebut harus sirna karna seiring berjalan nya waktu. fiona saat kecil berumur sepuluh tahun lebih pernah mengalami penculikkan, semua nya menjadi kacau, hingga ada sosok yang kami anggap sebagai pahlawan yang menyelamat kan fiona saat itu, dan sosok itu adalah surya, surya yang menyelamatkan fiona saat saya dan anak buah saya berkelahi habis habisan dengan para rombongan penculikkan tersebut, di sana terjadi saling membalas tembakkan, karna tidak bisa membagi fokus saat itu, para salah satu penculik tersebut sengaja mengincar fiona di saat kami semua sedang lengah kepada fiona, para penculik itu mengarah kan senjata nya ke arah fiona, jika surya tidak melihat nya dab menolong nya saat kejadian tersebut, mungkin fiona akan pergi lebih dulu dari rania.
__ADS_1
surya membuat tubuh nya untuk menjadi pelindung untuk fiona dari peluru yang menuju ke arah nya fiona, dan peluru tersebut bersarang di salah satu bahu nya surya , semua nya selesai dengan baik karna polisi juga sudah sampai di lokasi kejadian.
sejak saat itu lah saya dan rania merasa berhutang budi kepada surya dan mengganggap surya seperti keluarga.