
di lain sisi.
di sebuah markas yang tersembunyi , seorang laki laki, hanya bisa tertawa dengan puas. rencana nya akan segera di jalan kan. sebab mata mata nya telah memberitahukan semua nya kepada nya.
" tunggu wanita itu membaik lalu bawa ke sini dengan diam. " perintah sang lelaki tersebut kepada anak buah nya.
" baik tuan. " jawab mereka singkat dan bersamaan.
" semua nya akan selesai sebantar lagi. " gumam laki laki itu di ruangan nya.
Al yang masih betah menemani fiona pun hanya bisa pasrah. melihat fiona dalam keadaan koma, oma dan opa pun sudah melihat kondisi fiona yang mengejutkan tersebut. orang tua tersebut tidak tega dan tidak kuat melihat nya saat itu. dan mereka pun memilih untuk kembali ke mansion. hanya silvia yang berada di sana untuk menemani kakak nya.
silvia yang merasa bosan pun mencoba untuk menghubungi teo, agar teo bisa menemani nya di rumah sakit dan menghibur sang kakak nya.
__ADS_1
nada dering tersambung.
" hallo kakak di mana. temani aku di rumah sakit. aku bosan, cepat ke sini yah kakak . " kata silvia dengan nada lembut.
teo yang sedang bersama rian pun sama sama terkejut dengan nada panggilan dari benda pipih milik teo.
" siapa,? " tanya rian singkat dan menatap ke arah nya teo.
" nona silvia. " jawab teo yang telah melihat layar hape nya dan langsung dengan cepat mengangkat nya.
" baik nona, saya kesana. " jawab teo kembali dengan suara yang lembut dengan senyuman manis di bibir nya.
rian yang melihat itu pun hanya bisa menghela nafas nya. " huuuuft, malah liatin orang lagi kasmaran di sini " ledek rian menatap teo. teo pun melotot kan mata nya dan menyuruh rian agar diam dengan menutup mulut nya sendiri dengan jari telunjuk.
__ADS_1
rian berdecak kesal. " ck " lalu mulai beranjak dari ruangan nya teo untuk keluar.
panggilan yang sudah terputus pun, membuat teo dengan cepat bertanya ke pada rian " mau kemana lo? "
" gak ada, pulang " jawab rian singkat.
" hm " jawab teo sambil menganggukkan kepala nya tanda mengerti .
rian dan teo pun sudah berlalu meninggal kan kantor Al dengan waktu yang berbeda. rian yang terlebih dahulu cabut, sedangkan teo menyusul pergi setelah 15 menit berkutat dengan pekerjaan nya, untuk pergi ke rumah sakit menemui nona pujaan hati nya.
Al merasa terpuruk saat ini. tidak ada semangat untuk hidup , namun rasa bersalah dan bayang bayang tentang orang tua nya sendiri masih berbekas di ingatan nya dengan jelas. belum lagi tentang mendiang istri nya.
bagaimana Al bisa untuk melupakan nya dengan cepat , berdosakah bila Al jatuh cinta dengan fiona. apa rasa ini salah. haruskah di akhiri. Al berperang dengan batin nya. mencoba melawan perih yang selalu menerjang, menusuk ke dalam relung sukma nya. coba tuk singkirkan bayang bayang kelam namun Al tidak berdaya. tidak ada kesempatan untuk nya bahagia. ketika cinta datang menghampiri nya. cinta itu malah tumbuh dengan duri yang banyak karna mengetahui kebenaran yang menyakitkan.
__ADS_1
air mata Al masih senang tiasa menemani nya saat ini. masih di ruangan nya fiona, Al meluapkan semua nya. fiona yang tidak berdaya, tidak mengetahui fakta nya, apakah setelah fiona sadar semua nya akan baik baik saja. tidak ada yang tau seperti apa takdir akan berbuat.