
Al masih tidak mengetahui apa apa tapi perasaan nya saat ini sungguh sangat tidak nyaman, perasaan gelisah sungguh sangat menyesak dada nya dan entah apa yang terjadi. Al yang masih mengemudikan mobil nya dengan kecepatan yang sedang mencoba untuk menghubungi teo.
nada dering tersambung.
" hallo tuan. " jawab teo.
" kau dimana sekrang? " tanya Al singkat dengan nada dingin nya.
" saya berada di kantor tuan, ada apa tuan. " jawab teo.
" kembali lah ke mansion. ada yang ingin aku bahas dengan mu. . " kata Al dengan nada serius dan gaya dingin nya.
" baik tuan. " jawab teo singkat.
panggilan pun berakhir secara tiba tiba sebab benda pipih milik nya Al mati total karna kehabisan daya. dan teo pun mulai bersiap siap untuk meninggalkan ruangan nya untuk kembali ke mansion.
selama di perjalan teo berfikir dan bertanya tanya, " ada apa tuan memanggil ku untuk kembali ke mansion. apa ada sesuatu yang mendesak. " teo bertanya tanya sendiri dalam hati nya sambil mengemudikan mobil pribadi nya dengan kecepatan yang cukup cepat.
__ADS_1
beda hal di rumah sakit. para pihak rumah sakit yang sudah resah untuk menghubungi Al pun, tidak kunjung bisa untuk menghubungi nomor nya Al. pihak rumah sakit seakan tau konsekuensi apa yang akan mereka terima jika gagal dalam menangani pasien wanita yang bernama fiona tersebut. sebab Al adalah orang yang kejam dan dingin yang dengan mudah nya untuk menghancurkan apa pun yang sudah melanggar perintah nya.
dokter dan suster yang berada di dalam ruangan rawat fiona pun sudah berusaha dengan keras memberi kan penangan tapi apa lah daya. mereka hanya manusia biasa. tidak mudah untuk melawan takdir, dan mereka hanya bisa berdo'a semoga saja ada sebuah keajaiban yang akan menyelamatkan nyawa mereka saat ini. karna dokter dan suster itu pun takut akan keselamtan nyawa mereka.
" bagaimana dok? " tanya sang suster.
" haa. " dokter itu pun menghela nafas nya berat. dan menggeleng gelengkan kepala nya.
" dokter serius. dokter gak bercanda kan. " gumam suster itu pelan.
dokter itu tidak bisa berkata apa apa sebab tubuh nya bergetar. karna tidak bisa berbuat apa apa lagi untuk wanita yang ada di hadapan nya saat ini. dokter itu pun terduduk lemas di lantai. melihat sang dokter terduduk lemas terkulai di lantai suster itu pun menyadari satu hal bahwa nyawa mereka saat ini bisa jadi berada dalam bahaya, sebab mereka adalah penanggung jawab pasien yang di tugas kan langsung oleh Al untuk merawat fiona selama ini.
setelah tenang dokter dan suster itu pun memilih untuk keluar dari sana, sebelum keluar dari rungan itu, suster itu pun tidak lupa untuk menutupi seluruh tubuh fiona dengan selimut itu, untuk menandakan bahwa pasien sudah tidak bernyawa lagi, dokter dan suster pun mendekati meja resepsionis yang berada tidak jauh dari kamar nya fiona guna untuk memberikan kabar kepada pihak rumah sakit bahwa pasien wanita atas nama fiona sudah tiada dan menyuruh pihak rumah sakit untuk menghubungi pihak keluarga dari pasien, untuk memberitahukan kondisi pasien yang sudah tidak tertolong lagi.
mendengar itu pun para suster dan pegawai lain yang mendengar berita itu hanya bisa syok dengan tubuh bergetar. sebab Alfino adalah seseorang yang berkuasa.
"dokter serius ?" tanya suster yang lain nya .
__ADS_1
" hm " jawab sang dokter tanpa suara.
para suster itu pun hanya bisa menelan saliva mereka dengan kasar satu persatu , sebab memikirkan bagaimana nasib mereka setelah ini, dan mau tidak mau pihak rumah sakit itu pun terus mencoba kembali untuk menghubungi nomor Alfiona tapi tetap tidak bisa.
" bagaimana? " tanya sang dokter kepada suster yang berdiri di dalam meja resepsionis tersebut.
" tetap tidak bisa buk. nomor nya masih tidak bisa di hubungi " jawab sang suster dengan suara bergetar.
" haa " hembusan nafas dari sang dokter.
semua nya terdiam, hingga dokter itu pun bergerak mengulurkan tangan nya untuk mengambil sesuatu di dalam kantong jas putih nya tersebut. dokter wanita itu teringat akan satu hal pada malam hari di rumah sakit beberapa waktu yang lalu, ada seorang lelaki yang memberikan kartu nama kepada nya dan berkata. " jika ada sesuatu yang buruk terjadi kepada nona fiona dan tuan ku tidak bisa di hubungi, dokter bisa menghubungi nomor ini. "
" baik " jawab sang dokter di saat itu, dan menyimpan kartu nama itu di kantong jas putih milik nya.
dokter itu pun dengan gerakkan cepat dan berbicara kepada suster tersebut. " coba hubungi nomor ini. "
" baik dokter. " jawab suster serta mengambil kartu nama tersebut dari tangan nya dokter.
__ADS_1
" semoga berjalan dengan lancar, semoga laki laki itu bisa menyelamatkan kami dari amukkan tuan Alfino. " monolog dokter itu dalam hati karna teringat pertemuan mereka saat laki laki itu memberikan kartu nama nya.