CINTA UNTUK FIONA

CINTA UNTUK FIONA
episode 70


__ADS_3

Al masih betah berdiam diri. rian yang sudah tidak sabaran pun memulai pembicaraan.


" tuan, saya tau saya salah. jika tuan berkenan untuk menghukum saya saat ini juga, saya terima tuan. " kata rian menghadap sang tuan nya.


" haaa. " Al menghela nafas. lalu berbalik menatap rian.


" cinta, .kau tau rian. ? " tanya Al merasa putus asa.


" hm. tau tuan. kenapa tuan,? " tanya rian penasaran serta kebingungan.


" itu yang saat ini aku rasakan terhadap wanita itu rian. kau tau kenapa aku bisa mencintai nya? " tanya Al kembali.

__ADS_1


" tidak tuan. " jawab rian semakin bingung.


" kenapa tuan ku ini, apa tuan sudah mulai kena mental , waduh . mati gue. " monolog rian dalam hati dengan rasa was was di dada .


" haaaa" Al kembali menghela nafas.


" berat yan, sangat berat. kau sudah tau bukan. aku mencintai dia tapi takdir seakan membuat aku untuk memilih. melanjutkan untuk mencintai dia atau memilih untuk membenci dia dan membalas dendam. semua nya tidak mudah bagi ku sekarang. hati ku berlawanan yan, setelah semua nya terjadi, melihat dia yang terluka hingga merenggut nyawa seperti ini ,bahkan aku pun tidak mampu untuk membunuh mu, walau dalam hati ku sangat ingin menghilang kan nyawa mu, tapi pikiran waras ku menyadarkan ku bahwa semua nya bukan lah kesalahan mu. ini salah ku karna obsesi akan rasa balas dendam. jika aku bisa memilih yan. haa. tapi sayang nya aku tidak di beri pilihan sama sekali. aku hanya merasakan apa yang aku rasakan di dada ku dan mengakui nya. tapi tak ku sangka cinta yang ku beri malah kepada wanita itu. fiona. yah fiona. hanya pada fiona yan. begitu banyak wanita yang mendekat pada ku. hanya fiona yang mampu membuka hati ku. takdir ku begitu kejam mempermainkan diri ku. aku harus apa yan. ,? apa kah aku di izinkan untuk menyerah saat ini. dan apa yang harus aku lakukan pada mu yang telah membuat wanita yang ku cintai dalam keadaan seperti ini . " jelas Al panjang lebar.


" aku harus jawab apa. " monolog rian dalam hati.


mereka diam sejenak. tidak ada yang berbicara. rian masih dilema dengan pikiran nya, jawaban apa yang akan di keluarkan untuk tuan nya.

__ADS_1


Al juga masih asik dengan pemikiran nya dan tidak lama kemudian rian bersuara memecahkan keheningan. " a. . begini tuan, sekali lagi saya mohon ma'af, bagaimana tuan ingin menghukum saya, saya akan terima dengan lapang dada. karna ini terjadi juga karna saya nona fiona berada di dalam situasi yang memprinhatinkan. hm. jika tuan bertanya kepada saya, tuan harus apa. jawaban saya yah tuan harus tanya pada hati tuan sendiri. jika tuan tega untuk membenci nona fiona. tuan bisa lakukan hal tersebut. namun jika tuan melakukan nya dan membuat hati tuan menjadi sakit dan tidak tega. maka jangan lakukan terus lah untuk mencintai nya . karna takdir kita semua pasti tidak akan bisa untuk menebak nya. begitu pun dengan cinta yang akan bertuah kemana. ini juga bukan kesalahan nona fiona. tetapi ayah nya, dalam hal ini nona fiona tidak bersalah. karna nona fiona juga pasti tidak menginginkan ini semua terjadi. kita tidak bisa memilih di mana kita akan di lahirkan dan bersama dengan keluarga yang seperti apa. dan sekarang tergantung bagaimana hati tuan untuk menerima semua nya. apakah tuan masih menyelami masa lalu atau sudah ikhlas untuk melepaskan. jika belum, tuan akan terjebak selama nya di lembah kegelapan tanpa harapan. tetapi jika tuan sudah mengikhlas kan semua yang sudah berlalu, tuan akan merasa lega dan mendapatkan cahaya dalam mencintai. mungkin tuhan sengaja mengirim kan nona fiona ke sisi tuan, agar tuan bisa bahagia dan takdir tuan dan nona fiona harus bersama. " begitu lah jawaban dari rian yang sangat panjang.


Al terdiam. mencerna setiap kata demi kata dari mulut nya rian.


" aku tidak menyalahkan mu rian. percuma aku dan kamu beragrument berpendapat siapa yang salah dan benar. tapi nyata nya tetap kenyataan. fiona sudah menjadi seperti ini dan waktu tidak bisa di ulang. ,dan yah kau benar rian. kunci nya ada pada diriku. aku menerima nya atau tidak. itu tergantung dengan keteguhan hatiku. apakah hati ku sudah siap untuk melangkah atau masih terkunci rapat. dan tugas ku harus mencari tau itu di mulai dari sekarang. " jelas Al kembali.


" baik lah tuan, terima kasih tuan. " balas rian dengan senyuman bahagia nya karna tidak jadi mendapatkan hukuman.


" hm. " jawaban Al singkat.


mereka pun kembali terdiam.

__ADS_1


__ADS_2