
setelah Al keluar dari mobil nya. Al melihat sebuah gudang yang terbengkalai. gudang bekas pembuatan minyak. Al berjalan untuk mendekat, Al sama sekali tidak membawa anak buah nya , senjata hanya satu yang Al punya saat ini. dengan tekat yang kuat Al maju tanpa ragu.
braak. pintu gudang terbuka dengan keras karna di tendang oleh Al, Al masuk kedalam gudang tersebut dan melihat ke dalam dengan hati hati serta tatapan mata yang tajam, karna cuaca masih terang, cahaya masih masuk juga di sela sela lubang di dinding serta lewat fentilasi. walau tidak seterang di luar tetapi jadi lah untuk penerangan darurat sebab Al juga tidak membawa senter.
tap tap tap. langkah kaki terdengar oleh Al. mendekati ke posisi Al saat ini berdiri, tap tap tap. langkah kaki tersebut semakin dekat, dan Al hanya terdiam di tempat. tidak ingin mengambil tindakan yang gegabah.
ada 4 orang saat ini yang sedang berhadapan dengan Al, dengan tubuh mereka yang kokoh serta berotot, sama sekali tidak meembuat tubuh Al bergetar atau pun takut.
" siapa kalian, di mana fiona. " tanya Al dengan tatapan tajam nya.
" haahhahaha, jika kau ingin wanita itu selamat. diam lah dan ikuti perintah kami, " kata salah satu dari mereka.
" geledah dia " kata yang lain nya.
teman yang satu nya lagi, maju untuk menggeledah tubuh nya Al agar tidak ada senjata atau pun hal hal yang tidak di inginkan.
saat menggeledah tubuh nya Al. pria tersebut mendapatkan sebuah senjata api yaitu pistol dengan ukuran kecil yang di sembunyikan oleh Al di pinggang nya.
__ADS_1
" ada senjata bro, " kata pria tersebut dan mengulurkan tangan yang ada senjata tersebut kepada teman satu tim nya.
teman satu tim nya itu pun mengambil senjata milik Al " hahahahaha, sia sia kau membawa yang beginian. karna kami akan menyita nya. tentu kami tidak bodoh, membiarkan musuh membawa senjata ke markas kami. sekarang karna kau sudah aman. ikuti kami masuk ke dalam. " kata pria satu lagi dengan sombong nya.
" ayo cepat jalan. " kata pria yang menggeledah tubuh Al tersebut sambil mendorong tubuh Al ke depan agar berjalan mengikuti teman setim nya yang ada di depan.
Al pun berjalan bersama mereka menuju ke sebuah ruangan yang di bilang cukup luas tapi sedikit berantakan. Al memperhatikan semua nya dengan seksama. banyak drum yang berserakkan di mana mana, serta tumpukkan kayu di setiap dinding.
akhir nya Al sampai di ruangan di mana di sana surya sudah menunggu nya serta bersama juga dengan fiona yang masih berada di atas tempat tidur yang berukuran cukup hanya untuk satu orang saja.
Al melihat itu pun menghela nafas nya lega, sebab fiona masih berpakaian dengan layak dan masih menggunakan baju rumah sakit. tetapi sangat di sayangkan. wajah fiona malah menghadap ke arah yang berlawanan jadi Al tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana bentuk wajah nya fiona saat ini.
" selamat datang " kata surya menyala Al yang telah sampai tepat di hadapan nya.
" siapa kau " tanya Al dengan nada dingin nya.
" haahhaha, bocah sombong. apa kau sudah lupa pada ku ? " tanya surya.
__ADS_1
" aku tidak ada urusan nya dengan mu. kenapa kau menganggu hidup ku, lepaskan wanita itu. " kata Al dengan dingin nya.
" hahahaah, mudah. lakukan lah. " kata surya menatap Al dengan meremehkan lalu beralih menatap ke anak buah nya sendiri yang berada di samping nya Al untuk memberi perintah.
anak buah nya surya pun mengerti, dan tanpa ba bi bu langsung menyerang Al dengan tanpa ampun. mulai dari perut. karna Al sedikit lengah karna sedari tadi mata nya tidak lepas dari fiona. Al tidak menyadari akan ada nya bahaya. lalu pukulan tersebut pun berhasil mengenai perut bawah nya Al.
bruuk.
Al terdorong mundur ke belakang beberapa langkah, karna belum siap. anak buah surya tersebut pun tidak ingin memberi kan celah kepada Al untuk bergerak, dengan gerakkan cepat langsung berpindah haluan ke wajah nya Al . semua nya laki laki itu hantam dengan brutal. Al pun juga tidak tinggal diam Al melawan dengan gesit. hingga pertarungan itu pun terjadi. saling adu kekuatan. tetapi hingga sekarang pun hanya sekali pukulan yang mendarat di tubuh nya Al, selebih nya malah anak buah surya tersebut yang semakin babak belur di buat oleh Al tanpa ampun.
bruk brak bruk brak. begitu lah suara perkelahian antara al dengan bawahan nya surya. dan dengan gerakkan yang mantap dan pasti, anak buah surya tersebut ambruk ke lantai dengan tubuh yang babak belur. karna mendapat kan tendangan di wajah nya .
melihat anak buah nya hampir kelelahan dan hampir berada di ujung tanduk nyawa nya. surya memberi perintah untuk menyuruh anak buah nya yang lain maju menghabisi Al.
Al pun dengan senang hati meladeni nya, karna ini lah kegilaan nya. berkelahi tanpa ampun. Al tidak akan terkalahkan. anak buah surya pun maju dengan berani nya.
brak bruk brak brak bruk. suara perkelahian masih terdengar dan terjadi.
__ADS_1
satu anak buah surya sudah tumbang, di susul ke dua kali nya. bruuuk " auuuuhhh iiis " kata anak buah surya yang terhempas ke lantai.
semua nya masih berkelahi tanpa henti, ada yang membawa pisau, ada yang membawa kayu balok. tetapi semua nya tidak ada yang bisa mengenai tubuh nya Al sedikit pun. Al semakin menjadi gila. karna sudah lama Al tidak bergerak seperti ini.