
oma yang melihat cucu nya yang terlihat frustasi pun. mengulurkan tangan nya untuk memeluk tubuh Al. memberikan kedamaian dan kehangatan untuk Al. agar Al bisa kuat menerima cobaan ini.
" sabar sayang. semua nya akan baik baik saja. " bujuk sang oma.
Al hanya terdiam. tidak memberikan respon. Sebab Al masih tidak tau harus memberikan respon seperti apa. karna perasaan nya saat ini masih sangat tidak menentu.
silvia yang melihat kakak nya yang terpuruk itu pun kembali berdecak kesal. " ck " lalu silvia mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
opa yang melihat silvia berdecak pun bertanya kepada nya. . " kamu kenapa, ? " tanya opa.
" gak ada " jawab silvia singkat.
" masih marah sama opa?. "tanya opa kembali .
" tidak. " jawab silvia singkat lagi.
" a. baik lah. " jawab opa nya pasrah. dia tau jika silvia masih gambek kepada nya.
opa pun kembali terdiam dan melihat ke arah istri nya dan Al.
namun silvia yang di landa rasa penasaran pun awal nya malu malu untuk bertanya kepada opa nya. namun dengan segudang rasa penasaran di hati nya membuat silvia pun mengajak opa nya berbicara kembali.
" opa. " panggil silvia pelan.
tapi tidak di respon oleh opa nya, opa nya mendengar silvia memanggil diri nya, namun opa nya sengaja untuk membuat silvia kembali gambek.
dengan rasa kesal yang kembali terhadap opa nya. silvia memanggil dengan cukup kuat sambil menarik pundak opa nya untuk menghadap ke arah diri nya.
" opaaaa " .
" hmm. " jawab opa nya singkat dan telah berhadapan dengan silvia.
" apa yang terjadi? " tanya silvia dengan rasa penasaran.
__ADS_1
" tidak tau. " jawab opa nya singkat.
" masa iya, opa gak tau. opa lagi gak bogongin aku kan ? , " tanya silvia meyakinkan dengan tatapan menyelidik.
" benar. " jawab opa singkat lagi.
" serius opa, aku lagi gak bercanda. " silvia yang berkata sudah mulai merasa kesal karna opa nya hanya menjawab singkat tanpa penjelasan.
" iya. " jawab opa nya lagi.
" haa. sudah lah, aku makin gambek sama opa. " kata silvia sambil membuang muka ke arah berlawanan.
opa hanya tertawa pelan melihat tingkah gambek silvia. " sudah besar tapi masih suka gambek. gak seru ah. " ledek opa nya berbicara pelan ke telinga nya silvia tapi tidak terlalu dekat.
silvia pun menatapa tajam ke arah opa nya. " opa jahat. " setelah itu pun silvia berpindah tempat ke samping kakak nya.
oma dan Al hanya terdiam melihat tingkah mereka berdua.
ceklek. pintu ruangan rawat fiona terbuka. dan terlihat lah seorang dokter yang hendak ingin keluar.
Al dan semua nya yang menunggu langsung berdiri secara bersamaaan.
" bagai mana dok? " tanya Al.
" pasian berada di kondisi koma. " jawab sang dokter singkat.
" kita tidak bisa berbuat terlalu banyak, kami sudah semaksimal mungkin memberikan pertolongan . namun pasien mengalami luka, lebam yang cukup serius. serta mental, fisik yang bermasalah. " jelas sang dokter kembali.
" itu lah yang membuat pasien berada di fase koma , kita berdo'a saja semoga pasien cepat kembali sadar. saya permisi. " jelas sang dokter lalu berlalu dari sana.
Al dan semua nya terdiam.
" koma " gumam Al pelan dan jatuh terduduk lemas.
__ADS_1
" Al. " teriak oma dan opa.
" kakak. " teriak silvia lagi.
mereka bertiga khawatir melihat kondisi nya Al yang terlihat frustasi dan terpuruk di depan mata mereka. mereka bertiga pun kembali memikirkan fikiran negatif itu. berfikir bahwa Al akan kembali jatuh seperti waktu itu. karna mendengar kabar tentang fiona.
" sayang. " oma duduk di samping Al kembali dan membawa nya ke dalam pelukan oma. oma mengelus ngelus punggung Al dengan lembut untuk memberikan ketenangan . namun tetap tidak bisa, tubuh Al bergetar dan terdengar isak tangis oleh mereka bertiga.
" bagaimana bisa, apa separah itu. ? " gumam Al kembali.
setelah selesai menangis dan merasa tenang walau tidak sepenuh nya, Al memilih untuk masuk ke dalam ruangan nya fiona untuk melihat fiona secara langsung.
oma, opa dan siska memilih untuk menunggu di luar. mereka ingin memberikan waktu untuk Al dan fiona .
" siapa yang di dalam oma,? " tanya silvia menatap oma nya.
" fiona. " jawab oma singkat.
" ya tuhan. kenapa bisa, itu lah kenapa kakak sebegitu frustasi nya. " kata silvia mulai mengerti.
Al yang melihat tubuh fiona hanya bisa tertawa tipis. tertawa karna kebodohan nya. wanita yang di cintai nya harus menderita. fikiran Al selalu berlawanan. " kadang berkata tinggal kan wanita itu. kadang berkata aku mencintai nya, aku tidak akan meninggal kan nya " . begitu lah perang batin yang Al rasakan saat ini.
melihat tubuh fiona seperti itu di depan mata nya, dada nya sesak dan ingin teriak sekuat kuat nya. Al duduk dengan lemas di samping nya fiona sambil memegang tangan nya fiona dengan erat.
" maaf sayang, maf aku terlambat. " jelas Al pelan menatap ke arah fiona, yang wajah nya fiona saat ini penuh dengan selang. itu membuat dada nya Al semakin sakit.
di kantor nya Al.
teo dan rian yang masih di dalam ruangan yang sama,
rian yang sudah menghubungi anak buah nya untuk membawa keluarga tama ke rumah sakit. hanya bisa bernafas dengan sedikit lega. karna perintah dari tuan nya kali ini sudah di lakukan nya dengan baik.
teo hanya terdiam memikirkan cara untuk ke depan nya.
__ADS_1