
Al yang berjalan dengan tidak bersemangat hanya menundukkan wajah nya ke bawah. mereka berjalan bersamaan. namun hingga tiba di ruang bawah tanah, Al mencium bau darah yang amis. lalu Al mengangkat kepala nya dan menatap ke arah nya rian.
" apa kau menyiksa mereka dengan keras rian? " tanya Al.
"hmmm. namun aku dan anak buah ku tidak sampai melecehkan tahanan wanita. mereka aman dengan kehormatan mereka namun tidak dengan tubuh mereka yang penuh dengan luka luka yang parah. namun pasti akan sembuh dan meninggalkan berbekas tentu saja. " jawab rian enteng.
Al hanya bisa tertawa getir karna tidak ada perasaan bahagia sedikit pun. " baik lah aku ingin menemui mereka namun aku ingin menemui baji*ngan itu dulu " kata Al kepada rian.
" ok. ikut aku. " ajak rian.
mereka berjalan ke arah ruangan tahanan yang menyekap tama dan keluarga nya, namun saat ini fiona tidak ada di sana yang ada hanya, tama. mama feli. siska dan kevin. fiona saat ini berada di ruang penyiksaan sedang di siksa oleh anak buah nya rian.
__ADS_1
setelah mereka sampai rian bersuara. " itu mereka. " kata rian sambil menunjuk ke arah tahanan itu berada.
" hm. " jawab Al singkat.
Al pun masuk dan mendekat ke arah tama. bau di sana sangat menyengat. bau busuk, bau amis darah serta ruangan yang pengap kekurangan oksingen.
Al tertengun melihat kondisi di sana, melihat semua nya dengan seksama. para tahanan itu hanya terdiam tidak bersuara sebab tidak ada tenaga yang tertinggal . mereka dalam keadaan terikat dan tak berdaya, penuh luka dan darah di tubuh mereka. serta tubuh yang semakin kurus. Al melihat itu hanya miris melihat nya.
asik melihat lihat para tahanan yang ada di dalam ruangan tersebut Al di kejutkan dengan suara teriakkan dari ruang sebelah. Al menoleh ke arah nya rian. rian yang mengerti akan tatapan dari tuan nya Al pun berkata. " itu anak dari baji*ngan itu. sekarang giliran dia yang di siksa. karna yang lain nya sudah mendapat kan jatah.
Al yang sudah tidak betah lagi berada di sana pun memilih untuk pergi dari sana, namun saat hendak melangkah kan kaki nya keluar , Al mendengar suara wanita yang sangat familiar di pendengaran nya. Al menghentikan langkah nya untuk mempertajam pendengar nya. karna Al takut dia akan salah mendengar.
__ADS_1
" kau kenapa? " tanya rian.
" sssssuuut " kata Al. sambil meletekkan jari telunjuk nya ke bibir milik nya sendiri.
di ruang penyiksaan tersebut.
fiona yang sudah merintih kesakitan. hanya bisa berteriak dan menangis menahan setiap pukulan. tamparan bahkan jambakkan. tidak luput pula dari cambukkan. semua badan nya fiona sudah penuh dengan luka luka dan lebam. kondisi nya fiona sangat buruk. fiona masih menangis dan menangis. fiona sudah tidak tahan lagi dan dengan Harapan yang kecil fiona memilih untuk berteriak, semoga suara terakhir nya ini dapat di dengar oleh Al .
" Aaaaaaal toloooooong. akuuu sudaah tidak kuaat, kamu di mana tolong aku. hiks hiks. hiks. " fiona berkata dengan suara yang kuat dengan sisa tenaga yang dia miliki saat ini. karna untuk bertahan saja fiona sudah tidak sanggup, rasa nya ingin cepat cepat mati saja.
setelah berteriak seperti itu, fiona hanya menundukkan wajah nya sebab sudah tidak kuat lagi bertahan. mata fiona sudah menutup terbuka dengan perlahan. bertahan dengan kekuatan yang tersisa.
__ADS_1
" Al aku mencintai mu. maaf aku tidak bisa bersama dengan mu. menemani mu selama nya. berada di sisi mu selama nya. maaf Al. ku harap kau selalu bahagia. itu keinginan ku. karna aku tidak tau kapan rasa sakit ini akan hilang Al. aku sudah tidak bisa lagi bertahan, maaf. sekali lagi aku minta maaf. aku sudah mencapai batas ku. selamat tinggal Al. " kata fiona dalam hati.
" aku mencintai mu " gumam fiona pelan dan setalah itu mata fiona tertutup dengan rapat.