
Lalu semua orang pun turun dari bus sebelum kembali melanjutkan perjalanan pak minamoto, memberitahu tentang apa saja yang tidak boleh di lakukan ketika berada di desa ini.
"Baiklah!! Karena desa ini masih kental dengan mitos-mitos nya jadi bapak akan memberitahu kalian beberapa larangan di desa ini
Tidak boleh berkata sembarang
Jangan bertingkah tidak sopan
Jangan asal pergi waktu kabut
datang apa lagi saat Malam
Jangan mengambil persembahan
yang ada di depan rumah warga
setempat
Hanya itu saja mari kita berangkat"
Ujar pak minamoto lalu berjalan memimpin rombongan.
Sementara guru-guru lain berjalan di belakang para murid agar tidak ada yang tertinggal.
Dan hamparan sawah yang sedikit tertutup salju pun membuat semua orang terpesona apa lagi jika mereka datang ke sini waktu musim panas.
Beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai di desa hanatsu dan terlihat warga yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Meski penyambutan nya tidak meriah hanya penyambutan biasa saja tapi itu sudah lebih dari cukup bagi mereka.
Dan sebelum melanjutkan perjalanan kepala desa pun meningkatkan beberapa larangan, yang sama seperti yang pernah di beritahukan pak minamoto.
Kemudian perjalanan pun di teruskan, ketikan akan masuk ke salam kawasan kaki gunung hanatsu yang tidak jauh dari desa.
tiba-tiba suara seseorang yang memperingatkan mereka terdengar dari arah belakang.
"Kalian!!! Ingat jika kalian melihat iring-iringan pengantin rubah segera kembali ke desa!!!" teriak seorang anak kecil.
Tapi mereka hanya tidak menghiraukan peringatan dari anak itu, malah mereka menyebutnya"anak aneh".
"Pengantin rubah?" bisik Mitsuki
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di lokasi yang bagus tidak terlaku jauh atau dekat dari desa.
Melihat hari yang sudah sore semua orang pun bergegas untuk mendirikan tendak,
Dalam hal ini katsugi dan Mitsuki yang pertama selesai membangun tendak, karena mendirikan Tandak adalah hal kecil bagi katsugi.
__ADS_1
Selagi menunggu yang lain selesai mendirikan tenda mereka, Mitsuki dan katsugi lebih dulu masuk ke dalam tenda mereka untuk beristirahat.
Tidak butuh waktu lama katsugi sudah terlelap dalam tidurnya mungkin karena kelelahan. Tapi Mitsuki ia masih belum menutup matanya.
Karena tidak menyadari bahwa katsugi telah tertidur ia pun malah mengajak katsugi untuk mengobrol.
"Menurut mu apa yang di katakan anak tadi benar?" tanya Mitsuki.
Dan pertanyaan nya pun di jawab oleh dengkuran yang cukup keras tapi tidak sampai kedengaran orang lain.
"Astaga!! Membuat ku kaget saja! jadi dari tadi aku berbicara sendiri" lanjut Mitsuki kemudian menutup matanya untuk istirahat.
Beberapa menit kemudian Mitsuki pun bangun sedangkan katsugi iya masih tertidur pulas.
Ketika keluar keadaan sedikit berkabut tapi semua orang masih bersemangat dan bersenang-senang.
Melihat matahari yang sudah terbenam, para guru pun mulai menyusun kayu bakar untuk nanti menghangatkan mereka semua.
Karena ingin sedikit merasakan ketenangan, Mitsuki pun mengambil kursi lipat dan membawanya sedikit jauh dari tenda tempan kemah.
Ketika sedang asik menatap bintang-bintang yang menghiasi langit malam yang cerah, tiba-tiba sesuatu melompat naik ke atas pundaknya.
Sontak itu membuat Mitsuki terkejut dan langsung berdiri. Ternyata itu adalah.
"Yujin!! Bagai mana kau bisa kemari?" tanya Mitsuki dengan wajah yang masih terkejut.
"Soal itu sebenarnya dari tadi aku ada di dalam tas jadi~~" jawab yujin yang terpotong karena Mitsuki terlebih dulu menutup mulunya.
Ketika kembali duduk, Mitsuki pun tidak sengaja melihat dua cahaya seperti sebuah lentera dari dalam kabut.
Saat lebih di oerhatikan lagi terlihat tujuh orang, lima membawa tandu dan duanya lagi membawa sebuah lentera, dengan memakai topeng rubah.
Dan juga orang yang ada di dalam tandu itu memakai topeng yang sama tapi orang yang ada di dalam memakai baju pengantin.
Tidak butuh waktu lama Mitsuki pun sadar bahwa itu adalah iring-iringan pengantin rubah yang di beritahu oleh anak tadi.
Sayangnya penampakan itu tidak berlangsung lama karena kanami dan katsugi tiba-tiba datang dan menepuk pudaknya.
"Kau melihat apa di sana?" tanya katsugi yang tiba-tiba datang.
"Tadi di sana ada~~" jawab Mitsuki tapi terpotong oleh Ayumi.
"Tunggu sejak kapan yujin ada di sini?" tanya kanami lalu mengendong yujin.
"Dia tidak sengaja masuk ke dalam tas ku" jawab Mitsuki.
Lalu suara kepala sekolah pun terdengar memanggil semua muridnya untuk tidak pergi terlalu jauh karena ada kabut.
suara musik dan nyanyian dari semua orang yang berkumpul di dekat api unggun.
Mengingat bahwa ia membawa minuman coklat panas dari rumah membuat Mitsuki harus kembali ke tenda untuk mengambilnya.
__ADS_1
"mau ke mana?" tanga katsugi.
"Tadi aku membawa coklat panas dari rumah tapi tidak tau masih panas atau tidak" jawab Mitsuki lalu pergi ke tendanya sementara yujin sibuk bersama Ayumi.
Dan kepergiannya itu terlihat oleh natsumi, itazuya,kagumi, dan yoichi dengan gerak-gerik mencurigakan mereka berempat pun berjalan mengikuti Mitsuki.
Ketika sibuk mencari botolnya tiba-tiba saja ia di tarik paksa dan di bawa menjauh dari tempat kemah.
Beberapa kali Mitsuki mencoba untuk melepaskan diri tapi tidak bisa karena dirinya sendiri dan mereka berempat.
"Apa kau tidak bisa diam?" tanya natsumi lalu memukul Mitsuki sampai pingsan.
Ketika sadar di telah di ikat pada sebuah pohon yang jauh dari tempat kemah dan terlihat sebuah kertas yang bertuliskan.
"Semoga beruntung"
"Astaga!! Mereka sungguh keterlaluan" ujar Mitsuki sambil mencoba melepaskan ikatannya.
Sayangnya ikatan itu terlalu kuat karena tidak bisa melepaskan ikatannya sendiri, Mitsuki pun mencoba meminta tolong dengan cara berteriak.
Tapi teriakannya itu tidak ada yang menjawab, lalu tampa di sengaja Mitsuki kembali meliha iring-iringan pengantin rubah yang melintas cukup jauh darinya.
Kali ini kemunculannya hanya sebentar, se-saat setelah menghilangnya iring-iringan pengantin rubah, salju pun turun dan angin bertiup kencang.
Semakin lama salju yang turun semakin lebat dan angin yang bertiup semakin kencang.
Meski memakai baju yang tebal tapi, Mitsuki masih bisa merasakan hawa dingin.
..........................
Di tepat kemah semua orang kembali masuk ke dalam tenda karena cuaca yang tiba-tiba berubah.
Sementara yang lain berlindung di dalam tenda, tapi katsugi masih berada di luar untuk mencari Mitsuki.
"Bagai mana ini semua tempat di sekitaran perkemahan sudah aku cari tadi Mitsuki masih belum ketemu" ujar katsugi yang khawatir bercampur kebingungan.
Tidak lama kemudian Ayumi yang membawa yujin datang menghampiri kagsugi.
"Bagai mana?" tanya katsugi.
Ayumi hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak menemukan Mitsuki.
"Baiklah begini saja, yujin apa kau bisa mencium bau jejak dari tuan mu" tanya katsugi lalu menurunkan yujin ke bawah.
Dan yujin pun mencoba mengendus bau Mitsuki tapi jejak atau pun baunya sudah hilang karena cuaca.
Tidak lama kemudian kepala sekolah meminta semua murid untuk pergi ke desa karena badai akan segera datang.
Tidak ada pilihan lain katsugi pun melapor ke kepala sekolah kalo Mitsuki menghilang.
Mendengar itu semua dewan guru menjadi panik tapi pak minamoto tidak terlihat terkejut sama sekali.
__ADS_1
Iya malah memanggil semua murid untuk berkumpul dan menanyakan siapa yang mengganggu Mitsuki kali ini dengan membentak mereka semua.