Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 28


__ADS_3

Karena katsugi tidak dapat melakukannya, Ayumi pun menelpon ayah katsugi dan juga bibi Mitsuki, juga kedua orang tuanya.


Setelah menelpon semua orang, beberapa menit kemudian bibi bersama Marika dan ayah Ayumi sampai dan dengan berlinang air mata bibi menanyakan keadaan keponakannya itu.


Tidak lama kemudian dokter datang dan memberitahu kalau Mitsuki akan menjalankan oprasi, untuk mengangkat peluruh yang ada di kakinya.


Setelah mempersiapkan semuanya, Mitsuki pun di bawa ke kamar oprasi dan dokter meminta semuanya untuk menunggu.


Selama menunggu bibi terus menelpon adiknya( ibu dari Mitsuki) untuk memberitahunya.


Tapi telponnya terus di alihkan. Sudah mencoba berkali-kali tapi hasilnya masih sama.


Dan bibi pun berhenti menelpon lalu  memilih untuk membantu menengakan katsugi dan Ayumi.


"Sudah!! Ayumi jangan menangis semua akan baik-baik saja"ujar bibi.


"Katsugi!! Tenanglah nak tarik napas panjang dan hembuskan" tapi usaha ayah Ayumi gagal untuk menengakan katsugi.


Seluruh tubuh katsugi terus bergetar karena kekhwatirannya, akhirnya ayah katsugi datang setelah mendengar kabar ini.


"Pak arikawa!!" ucap bibi setelah melihat ayah katsugi datang.


"Bagai mana keadaan Mitsuki?" tanya ayah katsugi.


"Semuanya baik-baik saja dokter sedang menanganinya di dalam tapi katsugi" jawab bibi lalu mengalihkan pandangannya ke arah katsugi.


Melihat anaknya sedang dalam kesulitan sebagai ayah yang baik pak arikawa pun duduk di depan katsugi dan berkata dengan suara lembut.


"Katsugi!! Tenanglah ayah di sini sayang, semua akan baik-baik saja, kamu, papa, dan semuanya tau kalau Mitsuki anak yang kuta, dia pasti tidak akan kenapa-napa, sekarang tarik nafas dalam lalu keluarkan, bagus tenanglah" ujar pak arikawa.


Dan apa yang di lakukan oleh sang ayah berhasil, dalam beberapa menit seluruh tubuh katsugi berhenti bergetar dan iya kembali normal.


Apa yant terjadi kepada katsugi karena, dirinya punya sebuah penyakit yang kalau panik seluruh tubuhnya akan bergetar.


Hanya satu cara menghentikannya yaitu seseorang harus duduk dan berbicara lemah kembut dengan menatap kedua matanya.


.............(di dalam ruang oprasi).


Selama berjalannya oprasi tidak ada yang terjadi semua berjalan lancar sesuai rencana.


Tapi pada saat akan mengangkat peluruh yang ada di bagian dada tiba-tiba hal yang tidak di inginkan terjadi.


"Dokter!! Gawat!!" ujar susuter dengan wajah panik.


"Gawat kenapa?" tanya dokter.


"Kita tidak dapat meneruskan transfusi darah lagi karena kantung darah untuk golongan B sudah habis!! Dan yang tersisa hanya satu kantung ini saja".

__ADS_1


"Apa!! Cepat tanyakan kepada keluarganya siapa yang bergolongan darah B, kita tidak bisa kehilangannya" jawab sang dokter kemudian meneruskan oprasinya.


"Jika kita kehilangannya, itu artinya pekerjaan kita juga hilang" bisik dokter tersebut.


Dengan cepat suster itu keluar dari dalam kamar oprasi.


....................................


Melihat suster yang sudah keluar semua orang pun menanyakan keadaan di dalam.


Melihat situasi dan waktu yang di miliki suster itu hanya sampai habisnya jantung darah terakhir iya pun langsung menanyakan kepada semuanya siapa


Yang bergolongan darah B.


Tapibibi tidak terdiam karena sayangnya dalam keluarga Mitsuki yang bergolongan darah B hanya ayahnya yang menghilang itu.


sampai akhirnya ayah katsugi menawarkan darahnya untuk di donorkan pada Mitsuki.


Melihat kebaikan yang di tunjukan oleh ayah katsugi membuat bibi begitu berterimakasih mereka tidak henti-hentinya, Mengucapkan terimakasih.


Kemudian ayah katsugi di bawa ke sebuah ruangan untuk di periksa kesehatannya.


Setelah semuanya memenuhi ketentuan, suster pun memulai mengambil darah dari ayah katsugi.


Tidak sia-sia satu kantong darah berhasil di dapatkan dan transfusi darah bisa terus di lanjutkan.


Berjalan-jam kemudian akhirnya dokter keluar setelah selesai mengambil kedua peluruh tersebut dari kaki Mitsuki.


Kemudian Mitsuki pun di bawah ke kamar VIP sesuai keinginan sang bibi.


Setelah, Mitsuki di pindahkan dokter pun memberitahu kalau hanya 2 orang  yang boleh menemani Mitsuki di dalam.


Dan beberapa dokter profesional akan bergantian setiap tiga jam pagi dan malam untuk memeriksa keadaan Mitsuki sampai ia benar-benar peluih.


Kemudian sang dokter pun pergi setelah memberitahu beberapa hal tersebut.


Lalu bibi masuk ke dalam sedangkan yang lain pulang.


Di dalam bibi kembali menangis melihat keponakannya di pasangi alat bantu pernafasan, jarum impuls, dan alat pemantau detak jantung.


Marika hanya terlihat binggung pada saat melihat bibinya menangis dan ia pun bertanya kenapa kakaknya itu tidur


Kemudian bibi kembali mencoba menelpon adiknya tapi hasilnya masih sama seperti sebelumnya.


Sampai akhirnya telpon pun di angkat. Sambil menangis bibi memberitahu kan kejadian ini.


Dan ibu Mitsuki hanya menjawab"kakak!! Sepertinya aku tidak bisa pulang karena ada banya pekerjaan di kantor jadi aku titip Mitsuki pada kakak"

__ADS_1


Kemudian telpon pun di tutup. Sontak setelah mendengar jawaban dari adiknya itu emosi bibi lansung meluap.


Iya pun lansung menelpon ayah katsugi untuk datang menjaga Mitsuki, sementara dirinya pergi menjemput  sang adik.


4 jam kemudian malam pun akhirnya sampai di depan kantor milik ibu Mitsuki.


Tampa pikir panjang bibi berjalan menerobos setiap orang yang menghalangi jalannya.


Dengan wajah marah bibi masuk kedalam ruang rapat, padahal saat itu adiknya sedang mengadakan rapat.


Melihat kakaknya itu datang membuat dirinya terkejut.


"Ka-kakak! Mengapa datang?" tanya sanga adik dengan wajah terkejut.


Dan bibi menjawabnya dengan tamparan keras di wajah adiknya itu.


"Apa kau sadar anak mu hampir kehilangan nyawanya dan kau duduk di sini bermain dengan komputermu ibu macam apa kau ini?" teriak bibi dengan amarahnya, membuat semua orang terdiam melihat ke arah mereka.


"Tapi aku melakukan ini juga untuknya" jawab sang adik yang tidak mau kalah.


"apa kau tau yang di butuhkan Mitsuki saat ini bukan uang tapi kasih sayanh dari seorang ibu~~"


Beberapa orang mencoba menenangkan mereka berdua yang sedang bertengkar itu tapi gagal.


"Coba pikirkan perasaan anak mu sendiri, sekarang ikut dengan ku kita pulang sekarang" ujar bibi kemudian menarik paksa adiknya itu untuk ikut pulang bersama nya.


...................................


Semangat itu di rumah, yujin dengan menunggu bibi dari rumah sakit sambil menonton tv.


Tidak tau harus melakukan apa, yujin haya mengibas-ngibaskan ekornya sambil menatap televisi.


"Astaga" ucap yujin yang terlihat bosan.


Tidak lama kemudian sesuatu terjadi,  tiba-tiba saja yujin merasakan aura dari batu yang pernah di berikan olehnya kepada akira.


Dan itu menjadi pertanda bahwa pekerjaan sampingannya memanggil. 


"Yah-yah, aku datang" ujar yujin kemudian melompat dari jendela lalu pergi dalam bentuk rubahnya menuju asal aura itu.


Beberapa menit berlari dan yujin pun sampai di sebuah tempat yang begitu sepi meski ada perumahan, dan terdengar suara-suara dari sebuah senjata yang saling berhantaman.


di sana terlihat Akira bersama rubah padang rumput berekor tujuh sedang saling menyerang satu samaain.


Seperti halnya waktu itu yujin hanya bisa membantu dari kejauhan ia hanya akan membantu secara langsung.


Di saat-saat Akira akan kalah.

__ADS_1


__ADS_2