Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 52


__ADS_3

"Aku sudah membuat mereka, tuan!!" ujar yujin yang terkejut ketika melihat Mitsuki yang sedang muntah darah,


Dan terlihat sebuah belati yang menancap di dinding, juga di leher Mitsuki terdapat sebuah luka goresan.


Ketika melihat bentuk belatinya, yujin pun sadar kalau ini adalah belati miliki Furuno dan itu artinya Furuno yang terlah melakukan semua ini.


"Gawat!! Ini teknik racun darah milikinya" ujar yujin setelah mencium bau racun di ujung belati itu.


Melihat racunnya yang menyebar cukup cepat membuat yujin harus berusaha sekuat tenaga untuk memperlambat racunnya sampai ke otak dan jantung.


Tapi usahnya tidak mengkhianati hasil, meski dapat memperlambat racunnya sayangnya itu tidak akan bertahan lama.


"Aku harus segera mencarinya" ujar yujin kemudian pergi mengikuti jejak aura Furuno.


Beberapa menit kemudian akhirnya ia pun menemukan Furuno yang sedang memangsa seorang perempuan di pinggir jalan.


Melihat itu, yujin pun teringat dengan perkataan Mitsuki kalau Furuno benar-benar kembali ke sifat aslinya.


Tampa berpikir dua kali yujin bergegas menghampirinya, baru saja selangkah Furuno telah melihat ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Ini cukup menenangkan" bisik yujin denga begitu waspada


"Aku ingin tau mengapa kau melakukan semua ini?" lanjut yujin yang bertanya.


Tapi Furuno tidak menjawabnya iya malah menyerang yujin dengan menggila.


Sekuat mungkin yujin harus menghindari serangan dari Furuno karena jika dia terkena cakarnya maka racun yang sama akan menyebar di tubuhnya.


Karena terlalu ceroboh tampa di sengaja, kakinya terpeleset dan ia pun tajuh.


Ketika akan bangun dan berbalik, dua buah belati yang  siap menusuk tepat berada di depan wajahnya.


"Ke-kenapa?" ujar yujin yang bingung kenapa Furuno tidak langsung membunuhnya.


Terlihat mulut Furuno yang mencoba untuk mengatakan sesuatu tapi mulutnya seperti di kunci.


"Pe-pena-warnya! Am-ambil da-darah di ta-tangan ka-kanan ku" ujar Furuno yang berusaha mengucapkannya meski terbatas-bata.


Mendengar itu, yujin pun bergegas mengambil darah dari tangan kanan Furuno.


Setelah selesai ia pun langsung kembali pulang untuk mengunakan darah itu sebagai penawar.

__ADS_1


Sesaat setelah yujin pergi tingkah laku Furuno pun kembali menjadi gila dan pergi untuk mencari mangsa lagi.


Beberapa menit kemudian, yujin sampai dan terlihat tubuh Mitsuki yang mulai membiru, dengan darah yang terus keluar dari mulutnya.


Dengan cepat ia pun membuat Mitsuki meminum darah itu.


Tidak butuh waktu lama setelah meminum penawarnya seluruh racun yang ada di dalam tubuh Mitsuki berhasil di keluar melalui pori-pori kulit sebagai keringat.


Tapi Mitsuki belum sadarkan diri sampai akhirnya pagi pun tiba.


"Astaga!! Mata ku terasa sangat berat, semalaman aku tidak tidur" ujar yujin dengan wajah yang terlihat sangat mengantuk.


"Tuan, apa kau akan terus tidur? Cepatlah bangun agar aku bisa tidur juga" lanjut yujin yang duduk di dekat Mitsuki.


Beberapa jam kemudian, akhirnya Mitsuki kembali membuka matanya.


Dan melihat yujin yang tidak sengaja tertidur di dekatnya, perlahan ia pun bengun dari tempat tidur lalu berjalan kebawah membiarkan yujin yang tidur.


"Sudah ku duga dia hanya membodohi ku saja" ujar Mitsuki yang duduk di sofa sambil mengingat saat dia di serang Furuno tadi malam.


Tidak lama kemudian, Marika datang dengan berlari ke arahnya dan melompat ke pangkuannya.


"Astaga~~!!" ujar Mitsuki denga wajah menahan sakit.


"Ma-Marika! Apa kau bisa berhenti memeluk ku?" lanjut Mitsuki yang tidak kuat menahan sakit.


"Ini mencurigakan! Sepertinya dia ingin sesuatu dari ku" batin Mitsuki di dalam hati.


"Mitsuki, aku ingin pergi liburan" ujar Marika.


"Ha? Kenapa tiba-tiba seperti ini, kau meminta pergi berlibur?" Jawab Mitsuki lalu bertanya.


"aku ingin liburan, Mitsuki aku ingin berlibur " mendengar Marika yang terus merengek membuat Mitsuki pusing.


"Tidak!! Dua hari lagi aku akan pergi jadi kau diam di rumah" jawab Mitsuki lalu berjalan meninggalkan Marika.


Tidak di duga, Marika melompat ke atas punggung kakaknya itu dan memeluknya dengan erat.


Sambil menangis dia terus meminta, Mitsuki untuk pergi liburan.


"Aaa!! Luka ku! (╥_╥)"

__ADS_1


Setelah berusaha keras akhirnya, Mitsuki pun mengalah.


"Baik-baik!! Setelah urusan ku selesai kita akan pergi liburan".


Mendengar itu Marika pun berhenti menangis dan melompat turun dari punggungnya kemudian pergi entah ke mana.


Beberapa menit kemudian yujin datang wajah panik seperti mencari sesuatu tapi ketika melihat Mitsuki, wajahnya kembali tenang.


"Bagai mana apa sudah merasa baik?" tanya yujin.


"lumayan tapi apa yang ku khawatirkan akhirnya terjadi jugakan" jawab Mitsuki.


"Sepertinya dalang utamanya sudah mulai bermain" sahut yujin yang berjalan turun dari tangga dan duduk di sofa.


"Siapa yang kau Maksud?" tanya Mitsuki yang duduk di dekatnya.


"Yah maksud ku, akuma!! Dia adalah raja para iblis sering di panggil dewa kegelapan dan juga penguasa alam yomi(kaya neraka intinya tempat pembuangan jiwa berdosa dan tempat iblis) sudah lama kakek tua penakluk iblis itu mencoba untuk mengakhirinya tapi tidak ada yang berhasil"


"Kenapa?"


"Karena meskipun kepalanya berhasil di penggal dia tidak akan mati, kecuali terkena cahaya matahari secara langsung, karena itulah iya hanya di segel dan kini dia telah ikut campur" ujar yujin dengan wajah serius


"Tapi untungnya bentuk fisik asli dari akuma telah di segel dan di simpan entah di mana, meski begitu beberapa tahun lalu aku mendapatkan info kalau seorang manusia menjual raganya kepada akuma dan sebagai gantinya dia harus mengabulkan keinginannya"


"Kita tidak tau siapa dan bagai bentuk wajah dari manusia yang akuma pakai sekarang tapi yang pasti seluruh alam semesta akan menghadapi masalah yang tidak pernah terbayangkan" lanjut yujin.


ketika sedang membicarakan tentang akuma tiba-tiba saja ledakan kekuatan yang sangat besar melebihi yang sebelumnya terasa selama beberapa detik.


Dan dengan cepat mereka berdua kembali masuk ke dalam kamar untuk melihat jika tulisa pada tiga halaman itu kembali berubah.


Ketika di buka, satu lagi kalimat kembali berubah dan kali ini kata-katanya adalah.


"dua jiwa yang berbeda pikiran melebur menjadi satu menggapai jutuan yang sama".


"Coba sambungkan setiap kalimatnya" ujar yujin.


"Cahaya bulan menerangi apa yang tidak dapat di lihat dalam kegelapan, Anugrah Inari turun memberkati matsuyma, dua jiwa berbeda pikiran melebur menjadi satu menggapai jutuan yang sama" jawab Mitsuki yang membaca semua kalimatnya.


"Firasat ku ini pasti ada hubungannya dengan istana Matsuyama" sahut yujin.


"Mungkin saja tapi kita tunggu sampai dua halaman lagi berubah" jawab Mitsuki dengan menatap ketiga  halaman tersebut.

__ADS_1


__ADS_2